Akurat

Efisiensi di DPR, Habiburokhman Usul Snack Rapat Diganti Air Putih Saja

Ahada Ramadhana | 21 Agustus 2025, 23:41 WIB
Efisiensi di DPR, Habiburokhman Usul Snack Rapat Diganti Air Putih Saja

AKURAT.CO Penyediaan makanan ringan (snack) dalam rapat anggota DPR menuai pro dan kontra, terutama di tengah upaya penerapan efisiensi.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengusulkan agar rapat hanya menyediakan air putih.

“Menurut saya, air putih saja,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (21/8/2025).

Habiburokhman beralasan, air putih lebih dibutuhkan peserta rapat yang biasanya berlangsung berjam-jam. Sementara makanan ringan justru sering tidak tersentuh.

“Air putih kan pasti dibutuhkan. Kalau rapat tiga jam, orang perlu minum. Tapi kalau makanan, apalagi usia 50 tahun ke atas, sudah susah makan makanan seperti itu, harus jaga pola makan,” jelasnya.

Ia menambahkan, snack yang disediakan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan. Bahkan dalam sehari bisa ada beberapa kali pergantian makanan, meski sebagian besar anggota DPR tidak menyentuhnya.

Baca Juga: DPR Targetkan UU Hak Cipta Rampung dalam Dua Bulan, Dasco: Musisi Harus Ikut Terlibat

“Dalam rapat komisi bisa sehari tiga kali, tiap rapat ganti snack. Padahal kelihatannya banyak yang tidak dimakan. Saya sendiri sudah tidak makan makanan berbahan gula dan tepung. Jadi kadang hanya ditukar-tukar saja, entah kemana perginya,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mengimbau agar penyediaan snack tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kebutuhan rapat.

“Saya selalu mengingatkan agar makanan yang disajikan jangan berlebihan,” kata Puan.

Ia mengusulkan agar snack dibatasi maksimal tiga macam. Menurutnya, pergantian menu wajar dilakukan karena anggota rapat berbeda-beda.

“Seharusnya snack cukup tiga macam saja. Kalau tidak dimakan, jangan sampai mubazir. Tapi kalau sudah disajikan, sebaiknya dihabiskan,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.