Akurat

Rocky Gerung Isi Materi Bimtek DPRD PDIP: Bahas Era 'Vivere Pericoloso' dan Politik Ideologi

Paskalis Rubedanto | 25 Januari 2025, 10:12 WIB
Rocky Gerung Isi Materi Bimtek DPRD PDIP: Bahas Era 'Vivere Pericoloso' dan Politik Ideologi

AKURAT.CO Pengamat politik, Rocky Gerung, menjadi pengisi materi pembekalan dan bimbingan teknis (Bimtek) anggota DPRD PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/1/2025) malam.

Dalam acara tersebut, terjadi momen unik ketika Rocky meminta jaket kepada Wasekjen PDIP Adian Napitupulu, yang bertindak sebagai moderator diskusi.

Adian langsung meminta panitia mencarikan jaket khas PDIP berwarna merah-hitam dengan tulisan "Banteng" untuk Rocky.

Setelah menerima jaket tersebut, Rocky mengenakannya di atas kaus putih yang ia pakai. Dengan gaya khasnya, Rocky melompat ke atas panggung bersama Adian, disambut tawa dan tepuk tangan para peserta.

Dalam paparannya, Rocky menyebut bahwa saat ini PDIP sedang memasuki kembali era 'Vivere Pericoloso', sebuah frasa dalam bahasa Italia yang berarti hidup penuh bahaya.

Baca Juga: Menlu India Kunjungi Presiden Prabowo di Hotel Tempat Menginap di New Delhi

Frasa ini pernah digunakan oleh Presiden Soekarno dalam pidato kenegaraan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Republik Indonesia tahun 1964.

"PDIP sedang memasuki era vivere pericoloso dan no journey end," ujar Rocky.

Rocky menyinggung perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menghadapi tekanan politik di era Orde Baru. Menurutnya, Megawati telah melampaui masa-masa sulit itu dengan tabah.

"Ibu Mega telah melampaui era vivere pericoloso, yaitu ketika ia harus melawan tekanan politik Orba. Ia menempuh 'the years of living dangerously' itu dengan keteguhan hati," ucap Rocky.

Rocky juga menyebut Megawati pernah dikhianati ketika partainya berkuasa, meskipun saat itu ia sedang membela konstitusi dan prinsip demokrasi.

"Ibu Mega bahkan masih harus mengalami ujian politik justru di era ia berkuasa. Dikhianati karena ia ingin membela konstitusi dan dalil-dalil negara demokrasi. Tetapi sejarah tak meninggalkannya," lanjut Rocky.

Rocky menegaskan, PDIP kini berada dalam fase baru untuk menggagas politik ideologi, demi melepaskan bangsa dari jerat politik transaksional yang hanya mengutamakan posisi tanpa nilai.

Baca Juga: Cara Pakai Cerium Oxide untuk Menghilangkan Baret Pada Kaca Mobil

"PDIP sedang masuk pada era baru, menggagas politik ideologi untuk melepaskan bangsa ini dari jerat politik transaksional murahan, yang nilainya sekadar posisi tanpa ideologi," kata Rocky.

Dalam kesempatan itu, Rocky juga berbicara mengenai kriteria pemimpin yang harus disiapkan PDIP untuk Pemilu 2029.

Menurutnya, etikabilitas lebih penting daripada elektabilitas dalam menentukan pemimpin bangsa.

"Yang utama adalah etikabilitas, bukan sekadar elektabilitas," tegas Rocky.

Di akhir paparannya, Rocky juga menyinggung pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila, termasuk bagaimana Pancasila sering digunakan sebagai alat legitimasi politik di masa Orde Baru.

Baca Juga: Waspada Bahaya Memasang Holder Ponsel di Motor

Rocky menutup presentasinya dengan mengajak para kader PDIP untuk terus menjaga nilai-nilai ideologi bangsa dan memperjuangkan politik yang berlandaskan prinsip, bukan transaksional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.