Akurat

Gibran Gabung Golkar? Pengamat: Langkah Politikal yang Wajar dan Menguntungkan

Citra Puspitaningrum | 18 Januari 2025, 23:35 WIB
Gibran Gabung Golkar? Pengamat: Langkah Politikal yang Wajar dan Menguntungkan

AKURAT.CO Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan, menilai, wacana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bergabung dengan Partai Golkar sebagai langkah yang wajar dan logis.

Menurut Yusak, isu ini bukan hal baru.

"Kalau Gibran masuk Golkar, saya kira itu wajar dan logis karena ini sudah menjadi isu lama. Setelah dipecat PDIP, Gibran membutuhkan kendaraan politik, dan Golkar bisa menjadi pilihan politiknya ke depan," kata Yusak saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (18/1/2025).

Yusak menambahkan, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, juga kemungkinan akan menyambut baik kedatangan Gibran ke Golkar.

Bahlil, yang masih menjalin komunikasi baik dengan Presiden Jokowi, dinilai dapat memfasilitasi hubungan politik ini.

Baca Juga: Hashim Optimis Prabowo Mampu Hadirkan 30 Juta Rumah untuk Rakyat dalam 10 Tahun

"Apalagi ketum Golkar, Bahlil, memang merepresentasikan kekuatan Jokowi," tambah Yusak.

Menurut Yusak, jika Gibran bergabung dengan Golkar, kedua pihak akan saling diuntungkan.

Golkar mendapatkan kader potensial sebagai Wakil Presiden, sementara Gibran dapat memanfaatkan Golkar sebagai kendaraan politik untuk masa depannya.

"Baik Gibran maupun Golkar sama-sama diuntungkan. Golkar bisa memiliki kader wapres, dan Gibran bisa menggunakan Golkar sebagai kendaraan politiknya ke depan," jelasnya.

Di sisi lain, Yusak mengungkapkan, Partai Golkar memiliki karakter yang cenderung mendukung siapa pun yang sedang berkuasa, menjadikannya pilihan strategis bagi Gibran.

"Golkar tidak memiliki karakter oposisi, jadi siapa pun yang berkuasa cenderung didukung," pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.