Akurat

Tim Hukum AMIN Pastikan Tak Kerahkan Masa Demo di MK Hari Ini

Paskalis Rubedanto | 19 April 2024, 12:31 WIB
Tim Hukum AMIN Pastikan Tak Kerahkan Masa Demo di MK Hari Ini

AKURAT.CO Juru Bicara Tim Hukum Nasional (THN) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Mustofa Nahrawardaya, pastikan tak ada demo dari masa pendukung 01 hari ini di Mahkamah Konstitusi (MK).

Mustofa mengatakan, jika ada masa yang demo di sekitar MK hari ini, mereka adalah masyarakat dan komunitas, bukan kerahan dari Timnas AMIN.

“Kami tidak mengerahkan masa. Jadi, kalau ada masa datang, itu masyarakat dan komunitas-komunitas pendukung Anies-Muhaimin,” ucapnya saat dihubungi Akurat.co, Jumat (19/4/2024).

Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Taklukkan Australia, Erick Thohir: Ini Bangsa Indonesia Sesungguhnya!

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masa yang sukarela mendukung Anies-Muhaimin, dan mengawal putusan 22 April 2024 mendatang.

“Kami sangat berterimakasih pada mereka yang peduli, untuk hadir memberi dukungan pada Hakim Konstitusi untuk mengetuk palu keadilan nanti pada 22 April,” pungkasnya.

Adapun, Mahkamah Konstitusi bakal menggelar pembacaan putusan perkara perselisihan hasil pemilihan umum atau sengketa hasil Pilpres 2024, pada Senin (22/4/2024) mendatang. Pembacaan putusan itu akan digelar dalam sidang pleno yang bersifat terbuka untuk umum.

Baca Juga: Konflik Memanas, Rudal Israel Hantam Kota Ghahjaworstan di Iran

Sebelumnya, Presiden terpilih, Prabowo Subianto, meminta pendukungnya membatalkan aksi demo di gedung MK yang direncanakan digelar pada Jumat (19/4/2024) hari ini.

Dia mengingatkan bahwa kerukunan harus dijaga dengan kesejukan Indonesia demi mencapai cita-cita bangsa.

"Marilah kita menganjurkan sikap yang sadar, sikap cinta tanah air, sikap sayang kepada rakyat Indonesia. Demi tujuan itu saya mengimbau seluruh pendukung Prabowo-Gibran untuk sekali lagi menahan diri, berjiwa besar, berhati yang teguh, dan memberi suatu dukungan tidak dengan aksi-aksi massa," imbuh Prabowo.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.