Masih Kumpulkan Bukti, Tudingan Kecurangan Pemilu oleh Ganjar Hanya Kebohongan?

AKURAT.CO Waketum sekaligus Juru Bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, menyebut bahwa tudingan kecurangan yang selama ini diucapkan oleh calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, adalah kebohongan semata.
Sebab, sampai saat ini Ganjar ternyata masih belum memiliki data yang kuat untuk membuktikan ucapannya. Sebaliknya, Ganjar justru masih mengumpulkan bukti dan fakta untuk melaporkan kecurangan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga: Sejumlah Tokoh Dirikan Forum Penyelamat Demokrasi Lawan Kecurangan Pemilu 2024
"Dan dari pernyataan Ganjar ini juga membuktikan bahwa kecurangan yang selama ini mereka sampaikan adalah kebohongan, karena sampai detik ini ternyata mereka belum memiliki bukti, karena mereka masih mengumpulkan bukti, menggali data dan fakta," kata Teddy melalui X pribadinya @TeddGus, Senin (11/3/2024).
Karenanya, dia bisa menyimpulkan bahwa tudingan kecurangan yang selama ini dihembuskan oleh Ganjar dan kelompoknya hanyalah omong kosong yang tak berdasar.
"Artinya kemarin-kemarin mereka teriak curang bukan berdasarkan bukti, data dan fakta. Berarti apa yang saya sampaikan selama ini bahwa mereka tidak memiliki bukti data dan fakta adalah benar," ujarnya.
Di sisi lain, dia mengapresiasi langkah Ganjar yang ingin menempuh jalur ke MK. Menurutnya, itu lebih keren dibanding mendesak hak angket di DPR.
"Kalau begini saya setuju dengan @ganjarpranowo, kalau merasa dirugikan ya ke MK, karena sesuai dengan UU Pemilu. Itu baru keren," pungkasnya.
Sebelumnya, Ganjar mengaku akan melawan peristiwa kecurangan pemilu 2024 yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) melalui jalur hukum ke MK.
Baca Juga: Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024 Bikin Rakyat Bingung, Biarkan Saja KPU Bekerja!
"Kami menyiapkan bahan-bahan, saksi-saksi untuk ke Mahkamah Konstitusi setidaknya hipotesis TSM," kata Ganjar di Jakarta, Sabtu (9/3/2024).
Dia menjelaskan, saat ini tim kemenangan Ganjar-Mahfud tengah mengumpulkan bukti dengan melakukan kerja intelektual. Agar data dan fakta yang dikumpulkan bisa diuji saat dibawa ke MK.
"Bisa kita uji betul-betul, bisa kita buktikan sekarang kerja-kerja intelektual sambil menggali data fakta saksi-saksi di lapangan menjadi cerita yang penting kami kumpulkan," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan
- 10Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur








