Akurat

Jateng dan Bali Masih Jadi Kandang Banteng, Prabowo-Gibran Menang Karena Punya Koalisi Besar

Atikah Umiyani | 22 Februari 2024, 09:35 WIB
Jateng dan Bali Masih Jadi Kandang Banteng, Prabowo-Gibran Menang Karena Punya Koalisi Besar

AKURAT.CO Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengakui bahwa Jawa Tengah dan Bali masih menjadi 'kandang banteng' atau lumbung suara PDI Perjuangan.

Meskipun paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul di dua daerah tersebut, namun Nusron tidak memungkiri bahwa suara pemilihan legislatif PDIP di Jateng dan Bali masih menguasai.

Baca Juga: Real Count KPU 73 Persen, Prabowo-Gibran Konsisten Unggul di Kandang Banteng

Nusron kemudian mencontohkan yang di terjadi di Jateng, walaupun paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD kalah suara dengan Prabowo-Gibran, namun Ganjar-Mahfud tetap mendapat suara yang melebihi suara PDIP di pileg.

"Masih kandang banteng buktinya pilegnya menang, Jawa Tengah, PDIP dapet 27 persen, mas Ganjar dapet lebih 30 persen ya kan pemilihnya mas Ganjar melebihi pemilih PDIP, walau banyak pemilih yang tidak memilih itu iya, tapi kan masuk," kata Nusron kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/2/2024).

Nusron menilai, Prabowo-Gibran bisa menang di Jateng karena setiap partai pengusungnya bekerja secara efektif. Sehingga, suara setiap partai pengusung ikut menyumbang bagi kemenangan Prabowo-Gibran.

"Memang ini menandakan partai kita efektif, jadi kita mendapatkan 53 persen di Jateng, Golkar dapet 13 persen, Gerindra 14 persen PAN 7 persen, Demokrat 8 persen, 41 persen kan, kemudian ambil suara NU PKB, PPP pada nyoblos kita dan lain-lain ya partai kecil kecil juga, ya dibolak balik ya impas," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo di Kandang Banteng

"Jadi kalau dikatakan masih menjadi daerahnya merah, tapi tidak menjadi daerahnya mas Ganjar," lanjutnya.

Begitu juga di Bali, menurutnya daerah tersebut masih menjadi kandang banteng. Prabowo-Gibran berhasil unggul karena diuntungkan punya koalisi yang besar dan banyak kelompok relawan.

"Kalau seandainya koalisi Mas Ganjar gede, ya mungkin dapat gede juga. Kita diuntungkan dengan koalisinya gede, relawannya banyak, kebetulan. Kalau yang lain, mas Ganjar, koalisinya kecil, dan mungkin didominasi oleh satu partai, relawannya juga gak begitu banyak," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.