Akurat

Prabowo-Gibran Unggul Versi Quick Count, Mahfud Belum Mau Terima Hasil Pemilu 2024  

Dwana Muhfaqdilla | 18 Februari 2024, 14:00 WIB
Prabowo-Gibran Unggul Versi Quick Count, Mahfud Belum Mau Terima Hasil Pemilu 2024  

AKURAT.CO Pemilu 2024 sudah memasuki masa puncaknya yakni masa perhitungan suara, termasuk pada kontestasi Pilpres 2024.

Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyinggung adanya kecurangan pada Pemilu 2024. Sementara itu, pasangannya, Mahfud MD belum pernah berbicara kepada publik terkait hasil sementara Pemilu 2024.
 
Lantas, beredar pernyataan bahwa mereka tidak kompak dan tidak berkomunikasi selama 4 hari sebelum pencoblosan.
 
Menanggapi hal ini, Mahfud tegas membantah terkait perbedaan pendapat dengan Ganjar pada hasil sementara Pemilu 2024.
 
 
“(Kabar yang beredar) seakan bertendensi mempertentangkan Mas Ganjar dengan saya, ingin mengesankan Ganjar tak menerima hasil Pemilu sedang saya menerima,” kata Mahfud pada akun Instagramnya, @mohmahfudmd, Minggu, (18/2/2024).
 
Mahfud menegaskan, belum pernah menyatakan menerima hasil pemilu. Ia hanya menyebutkan, tahap pencoblosan pada Pemilu 2024 telah selesai. 
 
“Makanya statement saya bersambung, ‘kita tinggal menunggu hasil akhirnya’. Tahapan pemilu belum berakhir,” tegasnya.
 
Kemudian, ia menyebutkan akan terus berjuang untuk demokrasi dan keadilan. Selanjutnya secara implisit melakukan langkah politik dan langkah hukum.
 
 
“Jadi tak ada perbedaan substansi antara statement saya dan Mas Ganjar,” tuturnya.
 
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pemilu sebagai mekanisme hukum tata negara dalam pelaksanaan demokrasi masih jauh dari kata selesai.
 
“Jadi, pemilu (sebagai pemungutan suara atau coblosan) sudah selesai pada tanggal 14/2/2024. Tetapi ‘tahapan’ pemilu sebagai mekanisme hukum tata negara dalam pelaksanaan demokrasi masih jauh dari selesai. Langkah hukum tetap disiapkan, langkah politik juga direncanakan,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.