Akurat

Sindir Program Food Estate, Cak Imin: Pemerintah Terbukti Abaikan Petani

Citra Puspitaningrum | 21 Januari 2024, 20:33 WIB
Sindir Program Food Estate, Cak Imin: Pemerintah Terbukti Abaikan Petani
 
 
AKURAT.CO Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, menyinggung program food estate milik pemerintahan Presiden Joko Widodo.
 
Menurutnya, food estate tidak memiliki semangat keberpihakan kepada rakyat. 
 
"Hari ini kita menyaksikan bukti bahwa hasil sensus pertanian BPS menunjukkan bahwa 10 tahun terakhir ini telah terjadi jumlah petani rumah tangga gurem, rumah tangga petani gurem berjumlah hampir tiga juta," kata Cak Imin dalam debat cawapres di JCC, Senayan, Minggu (21/1/2024) malam. 
 
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai ketidakberpihakan pemerintah sangat terlihat manakala para petani tidak punya lahan yang jumlahnya tidak memadai untuk bertani. Sementara, orang lain yang justru bukan petani memiliki tanah yang luas hingga ratusan ribu hektare. 
 
"Ini artinya 16 juta rumah tangga petani hanya memiliki tanah setengah hektare. Sementara ada seseorang yang memiliki tanah 500 ribu hektare sebagai kekuasaan yang diberikan negara kepadanya," ujar Cak Imin. 
 
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Cak Imin menilai program food estate tidak sesuai dengan harapan untuk menyejahterakan petani.
 
Selain juga food estate menimbulkan berbagai macam prahara di sektor agraria. 
 
"Food estate terbukti mengabaikan petani kita, meninggalkan masyarakat adat kita, menghasilkan konflik agraria dan bahkan merusak lingkungan kita. Ini harus dihentikan," tuturnya. 
 
Terakhir, Cak Imin menukil pesan dari para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang menyebut petani adalah penolong negeri.
 
"Tetapi hari ini kita menyaksikan negara dan pemerintah abai terhadap nasib petani dan nelayan kita," tandasnya. 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.