Akurat

IPE Catat Elektabilitas Ganjar-Mahfud Mulai Meningkat

Citra Puspitaningrum | 18 Januari 2024, 21:00 WIB
IPE Catat Elektabilitas Ganjar-Mahfud Mulai Meningkat

AKURAT.CO Tingkat keterpilihan tiga pasangan capres menjelang pemungutan suara Pilpres 2024 semakin menarik.

Berdasarkan hasil survei Indonesia Political Expert (IPE), pasangan nomor urut 1 dan 3 semakin mendekati elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Riset dan Survei IPE, Agustanto Suprayoghi, menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa kali survei dalam kurun waktu September 2023 hingga Januari 2024.

Dari survei itu ditemukan tingkat keterpilihan atau elektabilitas ketiga pasangan capres mengalami peningkatan.

Tetapi peningkatan paling signifikan dialami pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Baca Juga: Survei Indikator: Prabowo-Gibran Melesat, Ganjar-Mahfud Justru Melempem

"Pasangan nol satu ada peningkatan cukup signifikan 4,10 persen. Pasangan nol dua cenderung stagnan. Kenapa? Karena kita lihat angkanya bergerak cukup kecil padahal kampanye yang dilakukan sangat mewah," kata Agus saat memaparkan hasil survei di Amaris Hotel, Gambir, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Dia mengatakan, elektabilitas Prabowo-Gibran juga mengalami peningkatan tetapi hanya 2,82 persen. Sementara, pasangan Ganjar-Mahfud masuk ke urutan pertama namun bersaing tipis peningkatannya dengan Anies-Muhaimin.

"Ganjar-Mahfud tipis berkompetisi dengan pasangan Anies-Muhaimin di kisaran 4,39 persen," ujar Agus.

Sebagai informasi, survei dilakukan IPE pada periode Agustus 2023 hingga 2-16 Januari 2024 di 416 kabupaten dan 98 kota. Melibatkan 2.400 responden yang merupakan warga negara Indonesia yang dapat menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024.

Hasil survei memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dengan margin of error sebesar 2 persen.

Baca Juga: Adu Gagasan Soal Pemberantasan Korupsi di KPK, Pakar BRIN: Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Paling Logis

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.