Akurat

Bedah Buku Soal Prabowo, Nasdem Ungkit Akui Kekalahan di Pilpres 2024

Wahyu SK | 7 Maret 2025, 20:30 WIB
Bedah Buku Soal Prabowo, Nasdem Ungkit Akui Kekalahan di Pilpres 2024

AKURAT.CO DPP Partai Nasdem menggelar bedah buku berjudul Prabowo Subianto: Jenderal Penakluk Sejarah Presidensial di Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Bedah buku dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem, Lestari Moerdijat, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati.

Dalam kesempatan itu, Lestari mengatakan bahwa buku yang ditulis oleh Moch. Eksan tersebut berisi esensi perjalanan Prabowo Subianto berproses sebagai manusia.

"Saya kira ini juga sebuah proses pembelajaran, kita tidak bicara dalam konteks partai, kita bicara dalam konteks bagaimana seorang manusia berjalan. Bagaimana seorang manusia menjadi pembelajar saya kita itu adalah esensi dari buku yang ditulis oleh Mas Eksan," jelasnya.

Baca Juga: Setelah Ketua PP Japto Soerjosoemarno, Kini Politikus Nasdem Ahmad Ali Diperiksa KPK

Menurut Lestari, proses demokrasi membuatnya untuk bisa menerima dan harus mau menerima kemenangan dan kekalahan.

Termasuk dalam Pilpres 2024 yang dimenangkan oleh pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Dan pasangan yang diusung Nasdem, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, kalah dalam kontestasi.

"Kita tahu persis di mana Partai Nasdem berdiri. Tetapi kita juga harus mampu dan mau mengakui secara gagah, secara gentle kemenangan yang memang telah diraih oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran pada saat pilpres yang lalu," ujar Lestari.

Baca Juga: Diduga Biayai Suap Pemilihan Ketua DPD, Politikus Nasdem Ahmad Ali Dilaporkan ke KPK

Lestari yang juga Wakil Ketua MPR menegaskan bahwa semua pihak kini harus bersama-sama bekerja mengisi lima tahun ke depan, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Untuk sama-sama menyelesaikan banyaknya pekerjaan rumah yang memang menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan tanggung jawab partai tapi tanggung jawab kita sebagai anak bangsa," pungkasnya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.