Akurat

Isu Pemakzulan Berembus, Istana Bereaksi 

Roni Anggara | 15 Januari 2024, 19:07 WIB
Isu Pemakzulan Berembus, Istana Bereaksi 

AKURAT.CO Istana angkat suara menyikapi wacana pemakzulan (impeachment) yang disuarakan sejumlah pihak. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, memberi reaksi dengan menyebut isu tersebut kontraproduktif dan membuat gaduh tahapan pemilu.

Menurut eks Panglima TNI, pemerintahan periode kedua Presiden Jokowi sedang gaspol menuntaskan beragam program pada ujung berakhirnya kekuasaan. Pemakzulan yang berhembus sekarang ini, bisa menghambat kerja pemerintah termasuk jalannya Pemilu 2024.

“Jadi jangan membuat suasana (negatif), karena kita sedang fokus pada penyelenggaraan pemilu. Jangan ada agenda-agenda lain yang menurut saya tidak produktif bagi masyarakat dan bagi pemerintah,” kata Moeldoko, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (15/1/2024).

Baca Juga: Jangan Panik Sikapi Wacana Pemakzulan

Isu pemakzulan muncul dari kedatangan 100 tokoh yang menandatangani petisi ke Kantor Kemenko Polhukam, belum lama ini. Sebelumnya, pendiri SMRC, Saiful Muzani juga meniupkan pemakzulan.

Anggota DPD Jimly Asshiddiqie juga ikut mengeritisi wacana tersebut. Eks Ketua MK menganggap isu pemakzulan muncul dari pihak yang takut kalah pemilu.

Baca Juga: Pemakzulan Jokowi, Jauh Panggang dari Api

Secara terpisah, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menganggap, wacana reshuffle tidak relevan dan mengada-ada. Namun sebagai pimpinan DPR dirinya menganggap wajar saja kritikan atau aspirasi dari masyarakat itu.

"Kalau ditanya sebagai pimpinan DPR sudah saya jawab bahwa baik yang mengusulkan maupun menolak, itu aspirasinya boleh saja, tetapi ada mekanisme," kata Dasco.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.