Akurat

PDIP Tanggapi Positif Jokowi Ikuti Langkah Ganjar ke Jawa Tengah

Paskalis Rubedanto | 2 Januari 2024, 17:33 WIB
PDIP Tanggapi Positif Jokowi Ikuti Langkah Ganjar ke Jawa Tengah

AKURAT.CO Kehadiran Presiden Joko Widodo di Jawa Tengah yang bertepatan saat calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo juga mengunjungi tempat tersebut, dipandang bukan suatu persoalan yang penting bagi PDI Perjuangan (PDIP). Disebutkan, ini membuktikan keduanya terbiasa untuk melakukan blusukan yang juga menjadi kebiasaan para kader-kader banteng.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers menyambut tahun 2024 di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Selasa (2/1/2024).

“Kalau kemudian Pak Jokowi itu terkesan di belakang Pak Ganjar, Pak Ganjar datang ke Jawa Tengah, lalu Pak Jokowi datang ke Jawa Tengah, ya sebagaimana kata Pak Ganjar, ‘Ya itu bagus,'” kata Hasto.

Baca Juga: Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Hasto Singgung Dugaan Keterlibatan Paslon Lain

Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud tersebut mengungkapkan, bahwa aktivitas blusukan tak bisa diikuti oleh Capres Prabowo Subianto.

“Karena yang memang bisa blusukan adalah Pak Ganjar dan Pak Jokowi. Pak Prabowo kan tidak bisa blusukan,” ungkap Hasto.

Politikus asal Yogyakarta itu juga menegaskan, hal ini semakin membuat rakyat tahu bahwa pemimpin nasional yang bergerak cepat dan blusukan adalah sosok Ganjar dan Jokowi. 

Di mana, lanjut Hasto, blusukan itu tak mudah diikuti dengan hanya asal turun ke bawah. Harus terbiasa.

“Jadi akhirnya rakyat bisa melihat untuk republik ini, pemimpin nasional yang bergerak cepat yang bisa blusukan itu Pak Jokowi dan Pak Ganjar, Pak Ganjar dan Pak Jokowi. Dan blusukan itu tidak bisa diwakilkan,” ungkap dia.

Baca Juga: Soal Netralitas Aparat, TPN Ganjar-Mahfud Jangan Umbar Narasi Negatif

Menurut Hasto, blusukan merupakan cermin kepemimpinan yang akan menunjukkan langkah Ganjar sebagai pemimpin yang bisa senantiasa turun ke bawah.

“Blusukan ini merupakan cermin, cermin komitmen kepemimpinan untuk turun ke bawah. Dan tidak mudah untuk bisa turun ke bawah apalagi tidur di rumah rakyat,” pungkasnya.

 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.