Soal Netralitas Aparat, TPN Ganjar-Mahfud Jangan Umbar Narasi Negatif

AKURAT.CO TPN Ganjar-Mahfud diminta tidak mengumbar narasi negatif, yang meresahkan publik pada masa kampanye ini. Khususnya yang berkaitan dengan isu netralitas aparat TNI-Polri.
Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menepis pernyataan anggota TPN Ganjar-Mahfud, Aria Bima, yang menyinggung lembaga survei harus menyerahkan kuesioner terlebih dulu untuk mendapatkan izin. Dia menilai survei bukan urusan kepolisian sehingga tak perlu meminta izin.
"Kami menjelaskan kaitannya dengan lembaga survei yang ingin menyebarkan kuesioner, tentunya bukan merupakan ranah kepolisian. Dengan demikian, tidak harus izin kepolisian," kata Ramadhan di Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga: Relawan Dianiaya Aparat, TPN Siapkan Perlawanan
Ramadhan kembali mempertanyakan pernyataan Aria Bima yang menyebut adanya kapolres yang memberlakukan praktik tersebut. "Jadi maksudnya kapolres setempat itu kapolres mana?" kata Ramadhan.
Secara terpisah, Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid meminta Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto tidak menarik kesimpulan insiden kekerasan aparat terhadap relawan di Boyolali, Jateng, dikaitkan dengan pendukung capres-cawapres nomor urut 2.
“Pak Hasto sebaiknya juga tidak berlebihan dalam menarik kesimpulan, seperti drama sinetron yang mendayu-dayu,” kata Nusron, di Jakarta, Senin (1/1/2024).
Baca Juga: Relawan Ganjar Dianiaya Prajurit TNI, Apa Kabar Panja Netralitas?
Nusron menyampaikan hal itu menanggapi pernyataan Hasto yang menyinggung penganiayaan aparat TNI terhadap relawan, tak lepas dari kedudukan capres Prabowo Subianto selaku menhan. Nusron menilai, insiden di Boyolali tak bisa dibenarkan, namun jangan pula dipolitisasi.
Politisi Golkar menyebut, proses hukum terhadap pelaku penganiayaan warga sipil perlu dikawal dan sama-sama dimonitor. Namun jangan ditarik pada isu netralitas, karena penjelasan TNI menyebut pelaku menyerang iring-iringan massa kampanye karena terganggu suara knalpot.
“Sebaiknya semua pihak tidak mengkait-kaitkan dengan isu netralitas TNI terhadap Paslon tertentu. Tidak perlu menarik-narik TNI ke dalam politik praktis. Yang kami dengar, Ini murni reaksi dari oknum TNI yang melakukan tindakan berlebihan atas respons relawan paslon tertentu yang berbuat gaduh dan mengganggu kenyamanan masyarakat secara umum,” kata Nusron.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








