Tinggalkan PDIP, Jokowi-Gibran Kena Sentimen Negatif

AKURAT.CO Presiden Jokowi serta putra sulung, Gibran Rakabuming kena sentimen negatif dari publik. Sikap ayah dan anak terhadap PDIP, partai yang membesarkan keduanya, dianggap tidak pantas oleh publik, berdasarkan survei SMRC yang dirilis secara daring, Kamis (23/11/2023).
SMRC menggelar survei selama 29 Oktober 5 November 2023, dan memberi penjelasan bahwa Jokowi merupakan kader PDIP yang didukung menjadi wali kota, gubernur hingga Presiden RI, namun tak mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres. Ketika ditanya apakah tindakan tersebut pantas, mayoritas responden menyatakan sebaliknya.
"Ada 30 persen yang menilai hal tersebut pantas, 39 persen menyatakan itu kurang pantas, dan 8 persen menganggap itu tidak pantas sama sekali. Masih ada 23 persen yang tidak menjawab," kata pendiri SMRC, Saiful Mujani.
Baca Juga: Perubahan Perilaku Jokowi, Bukti Kegagalan Kaderisasi PDIP
SMRC juga mencoba membaca reaksi publik terhadap sikap Gibran yang tadinya kader PDIP dan didukung menjadi Wali Kota Solo, namun maju sebagai cawapres untuk Prabowo Subianto. Ketika ditanya apakah sikap Gibran pantas, hanya 27 persen yang menjawab demikian.
"Ada 27 persen yang menyatakan pantas, 40 persen menganggap itu kurang pantas, dan 10 persen menjawab hal itu tidak pantas sama sekali. Sementara 23 persen tidak menjawab atau tidak tahu," tutur Saiful.
SMRC memilih 2400 responden secara acak dalam survei tersebut. Responden yang diwawancarai secara valid sebesar 1939 atau 81 persen. Jumlah responden yang valid ini disurvei.
Baca Juga: SMRC: 68 Persen Publik Percaya Jokowi Membangun Politik Dinasti, 75 Persen Tidak Suka
Menurut Saiful, data ini menunjukkan dukungan moral dari masyarakat tidak kuat atau cenderung negatif terhadap sikap Jokowi yang tidak memperjuangkan Ganjar Pranowo sebagai capres yang bahkan, turut hadir dalam acara deklarasi.
"Jokowi juga pernah secara verbal menyatakan menitipkan Ganjar untuk dimenangkan. Seharusnya tindakan dan ucapan itu tidak disertai dengan Gibran maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo," kata dia.
Dikatakan, hasil survei tersebut menunjukkan dukungan moral dari masyarakat kepada Jokowi maupun Gibran cenderung negatif. "Data hasil survei tersebut menunjukan bahwa dukungan moral dari masyarakat cenderung negatif terhadap sikap Jokowi," tuturnya.
Baca Juga: Heboh Reshuffle Ke-7, Jokowi Pamer Foto Main Bola Bersama Bocah Papua
Saiful mengatakan, langkah yang dilakukan Jokowi mendukung Prabowo dan sebagai capres dari partainya, bisa dianalogikan seperti Obama mendukung Donald Trump. Situasi tersebut tentu tak pernah terjadi di Amerika Serikat.
“Tidak kebayang bagaimana seorang Obama yang sudah dua periode menjadi presiden, kemudian partainya memutuskan calon presiden berikutnya adalah Hillary Clinton. Namun Obama tidak mendukung Hillary, malah mendukung Donald Trump. Itu tak terbayang dalam politik Amerika. Namun di Indonesia hal seperti itu terjadi,” kata Saiful.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








