Akurat

PDIP Disarankan Jangan Pecat Gibran Setelah Jadi Cawapres Prabowo

Atikah Umiyani | 26 Oktober 2023, 20:57 WIB
PDIP Disarankan Jangan Pecat Gibran Setelah Jadi Cawapres Prabowo

AKURAT.CO - Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto menuai perdebatan. Pasalnya hingga saat ini Gibran masih berstatus sebagai kader PDIP.

Sejauh ini, PDIP juga masih belum mengambil keputusan secara tegas untuk memecat Gibran. Di sisi lain, belum ada kejelasan apakah Gibran akan mengambil langkah mengundurkan diri atau tidak.

Terkait hal itu, Pakar Komunikasi Politik Indonesia, Emrus Sihombing menilai agar sebaiknya PDIP tidak memecat Gibran. Sebab ia khawatir hal itu akan dijadikan senjata oleh lawan politik.

"Saya justru menyarankan agar jangan dipecat, kalau dipecat nanti ada kelompok tertentu yang memainkan, menggorengnya jadi political victim, seolah-olah dia jadi korban," kata Emrus kepada Akurat.co, Kamis (26/10/2023).

Baca Juga: PDIP: Gibran Tidak Tegak Lurus, Otomatis Bukan Kader Lagi

Emrus menilai pemecatan Gibran bukan langkah yang tepat. Pasalnya, Gibran yang mengambil langkah sepihak untuk mengkhianati keputusan PDIP mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.

"Paling tepat adalah Gibran yang mengundurkan diri, kan dia yang meninggalkan PDIP, dia bukan diusir PDIP. Jadi alangkah baiknya dia pamit dan mengundurkan diri menyerahkan KTA-nya," kata dia.

Emrus mengatakan, kasus Gibran tak bisa disamakan dengan kasus Budiman Sudjatmiko yang dipecat secara tidak hormat oleh PDIP karena mendukung pencapresan Prabowo Subianto.

"Tidak boleh disamakan Gibran dengan Budiman, juga kita harus liat bahwa Gibran kan anak presiden, andaikan dia bukan anak Presiden saya kira tidak semelejit ini," ucapnya.

Baca Juga: Luhut Pandjaitan Puji Prabowo Dan Gibran, Simbol Harapan Indonesia Maju

Sementara itu, Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza punya pandangan yang berbeda. Ia menilai PDIP akan ketambahan masalah jika terlalu lama mengambil sikap dan membiarkan Gibran sebagai kader PDIP.

"Malah akan menjadi bumerang bagi PDIP, akan menguat persepsi publik, PDIP sedang main drama. Bilang Gibran adalah pengkhianat, nyatanya PDIP disinyalir main dua kaki, mengusung Ganjar capres, dan tetap mendukung Gibran sebagai cawapres Prabowo," kata Efriza kepada Akurat.co.

Efriza mengatakan, semestinya PDIP berani bersikap jika menarasikan Gibran sebagai pengkhianat. Sebab, jika terlalu lama berdiam diri maka akan membuat ragu publik terkait dukungan PDIP kepada Ganjar.

"Sikap mendua PDIP dalam yang tidak berani bersikap menunjukkan Ganjar tidak sepenuh hati didukung dan dipercaya oleh PDIP," pungkasnya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.