Akurat Logo

PPP Ogah Berkoalisi Dengan Demokrat, Sandiaga: Kita Istiqomah Sama PDIP

Atikah Umiyani | 14 September 2023, 12:46 WIB
PPP Ogah Berkoalisi Dengan Demokrat, Sandiaga: Kita Istiqomah Sama PDIP

AKURAT.CO Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak ingin membentuk poros baru dengan Partai Demokrat. PPP disebut akan istiqomah bersama PDI Perjuangan untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024.

"Kita istiqomah dengan PDIP," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP, Sandiaga Uno kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/9/2023). 
 
Sandiaga mengatakan, keputusan tersebut sudah diambil oleh pimpinan kedua partai dengan matang. Sehingga, saat ini dirinya tinggal menindaklanjuti dengan bekerja keras untuk mencapai kemenangan.

 
 
"Sudah diputuskan kita insyallah sampai akhir bangun bangsa dalam semangat bersama. Pimpinan sudah memutuskan, saya tinggal menjalankan," ujar Sandiaga. 
 
Diketahui, isu terkait wacana pembentukan poros baru berhembus usai Partai Demokrat mengaku digoda oleh salah satu menteri yang ada di Kabinet Presiden Joko Widodo, yaitu Menparekraf Sandiaga Uno.
 
Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron membenarkan bahwa Ketua Bappilu PPP, Sandiaga Uno sempat menggoda Demokrat untuk membentuk poros baru di Pilpres 2024.
 
 
 
"Ya itu ada memang timnya pak Sandiaga Uno pernah mengajak juga kepada tim kami Partai Demokrat untuk mengajak berkoalisi," kata Khaeron, di Kantor DPP Demokrat, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9/2023).
 
Khaeron mengatakan, bahwa tawaran tersebut masih harus dipertimbangkan oleh partainya. Sebab Demokrat ingin mencapai kemenangan di Pilpres 2024, bukan hanya sekedar bisa mengusung kadernya.
 
"Ya semua dipertimbangkan tetapi paling mungkin adalah kita berkoalisi itu bukan hanya bisa berjodoh atau bisa mengusung, bahkan bisa nanti ada dalam kertas suara, tapi kan harus menang," ujarnya.[]
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.