Waspada Banjir Bandang! Ini Penyebab, Dampak, dan Upaya Pencegahannya

AKURAT.CO Banjir bandang merupakan jenis banjir yang terjadi secara tiba-tiba dengan luapan air yang deras dan besar, sering membawa lumpur, kayu, batu, maupun material lain sepanjang aliran sungai.
Banjir bandang berbeda dari banjir biasa karena kecepatan, volume air, dan intensitas kerusakan yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Pemerintah Kebut Pembangunian Hunian Tetap Korban Banjir Bandang di Tapanuli Selatan
Faktor Penyebab Banjir Bandang
1. Curah hujan tinggi
Hujan deras menyebabkan debit air meningkat cepat sehingga sungai maupun aliran air tidak mampu menampungnya.
2. Tipologi DAS dan kondisi aliran sungai
Daerah Aliran Sungai dengan alur curam, lembah, atau cekungan rentan memicu banjir bandang.
3. Penyumbatan aliran sungai
Sampah, kayu, ranting, atau longsoran tanah dapat menyumbat sungai.
4. Penebangan hutan/hilangnya resapan air
Hutan berfungsi sebagai penyerap air hujan. Jika pohon ditebang liar maka air hujan akan mengalir langsung ke sungai tanpa diserap yang meningkatkan risiko banjir bandang.
5. Bangunan di daerah resapan/bantaran sungai
Banyaknya bangunan di area yang seharusnya menjadi resapan air membuat air hujan tidak terserap, melainkan mengalir deras yang memicu banjir bandang.
6. Relief dan kemiringan daratan
Daerah perbukitan, lereng, atau kawasan hulu sungai yang curam bisa memicu aliran air deras ke hilir sehingga dapat menyebabkan banjir bandang jika sungai tidak mampu menampungnya.
Baca Juga: Apa Hubungan Deforestasi dengan Meningkatnya Banjir Bandang? Ini Penjelasan Lengkapnya
Dampak Banjir Bandang
- Kerusakan rumah, bangunan, dan infrastruktur publik.
- Kerusakan habitat, hilangnya lahan, dan kerusakan lingkungan.
- Pencemaran air tanah dan lingkungan akibat lumpur, sampah, dan material terbawa arus.
- Potensi penyakit dan krisis kesehatan akibat air tercemar.
- Gangguan layanan publik seperti listrik, akses air bersih, transportasi, dll.
Kita tidak bisa menghindari hujan deras atau kondisi alam, tetapi kita bisa mengurangi risiko banjir bandang dengan melakukan beberapa cara seperti berikut:
- Menjaga dan memulihkan kawasan resapan air.
- Mengelola sampah dengan benar.
- Melarang penebangan pohon liar dan menjaga hutan/vegetasi hulu.
- Memetakan wilayah rawan (DAS, lereng, cekungan) lalu lakukan mitigasi.
- Meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat.
Banjir bandang merupakan bencana yang datang dengan cepat dan berdampak besar.
Faktor penyebabnya bukan hanya alam, tetapi aktivitas manusia seperti pembangunan sembarangan, penebangan hutan, dan buruknya pengelolaan sampah juga memperparah risiko.
Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab, dampak, dan langkah mitigasi, masyarakat memiliki peran besar dalam mencegah serta meminimalkan kerugian saat bencana terjadi.
Kesadaran kolektif dan tindakan nyata sangat krusial agar bencana seperti banjir bandang tidak selalu menjadi musibah besar.
Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









