Sejarah Piramida Mesir: Keajaiban Teknik Kuno yang Penuh Misteri

AKURAT.CO Piramida Giza di Mesir adalah satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Selama ribuan tahun, struktur raksasa ini telah membingungkan para arkeolog, insinyur, dan sejarawan.
Pertanyaan utamanya tetap sama, yakni bagaimana bangsa Mesir kuno memindahkan jutaan ton batu dan menyusunnya dengan presisi luar biasa tanpa bantuan alat berat modern?
Baca Juga: Rongga Besar Ditemukan dalam Piramida Khufu di Giza
Sejarah Singkat: Untuk Siapa Piramida Dibangun?
Piramida dibangun pada masa Kerajaan Lama Mesir (Old Kingdom). Piramida yang paling terkenal adalah tiga bersaudara di kompleks Giza:
- Piramida Agung Khufu (Cheops): Yang terbesar dan tertua, dibangun sekitar tahun 2580–2560 SM.
- Piramida Khafre: Milik putra Khufu, yang tampak lebih tinggi karena dibangun di atas tanah yang lebih tinggi.
- Piramida Menkaure: Yang terkecil di antara ketiganya.
Fungsi utama piramida adalah sebagai makam para Firaun. Bangsa Mesir percaya pada kehidupan setelah kematian (afterlife), sehingga mereka membangun "rumah keabadian" yang dilengkapi dengan harta benda dan perlindungan maksimal.
Misteri Teknik Pembangunan: Teori vs Fakta
Membangun Piramida Agung Khufu membutuhkan sekitar 2,3 juta blok batu dengan berat rata-rata 2,5 hingga 15 ton per blok.
Berikut adalah teori-teori paling masuk akal mengenai pembangunannya:
1. Metode "Pasir Basah" untuk Transportasi
Ilmuwan modern menemukan bahwa blok-blok besar ini kemungkinan ditarik di atas kereta luncur kayu.
Dengan membasahi pasir di depan kereta luncur, gesekan berkurang drastis hingga 50%, memungkinkan sekelompok pekerja menarik batu seberat ton-an dengan lebih mudah.
2. Sistem Ramp (Tanjakan)
Teori yang paling umum adalah penggunaan tanjakan (ramps). Namun, perdebatan masih terjadi apakah tanjakannya berbentuk lurus panjang (yang membutuhkan material sangat banyak) atau berbentuk spiral yang melingkari sisi luar piramida.
3. Penggunaan Jalur Air
Penemuan papirus kuno (Catatan Harian Merer) mengungkapkan bahwa bangsa Mesir membangun kanal air khusus untuk membawa blok batu dari tambang Tura ke Giza menggunakan perahu kayu. Ini adalah logistik tercanggih pada masanya.
Baca Juga: Piramida Mesir Ada di Flores, Namanya Inerie
Presisi yang Mustahil Secara Logika
Salah satu alasan mengapa banyak orang percaya adanya campur tangan "kekuatan luar" adalah presisi bangunannya:
- Keakuratan Arah: Sisi-sisi Piramida Agung sejajar hampir sempurna dengan arah mata angin (Utara, Selatan, Timur, Barat) dengan margin kesalahan yang sangat kecil.
- Penjajaran Bintang: Ada teori yang menyebutkan posisi tiga piramida Giza sejajar dengan rasi bintang Orion's Belt, menunjukkan pengetahuan astronomi yang luar biasa maju.
- Struktur Interior: Lorong-lorong di dalamnya dibuat dengan kemiringan yang sangat akurat, yang sulit dilakukan bahkan dengan alat ukur modern sekalipun.
Piramida Mesir adalah bukti nyata bahwa keterbatasan teknologi tidak menghalangi manusia untuk menciptakan karya besar.
Meskipun banyak detail pembangunannya yang masih menjadi misteri, setiap penemuan baru terus mengagumi bagaimana bangsa Mesir kuno menggabungkan matematika, astronomi, dan manajemen logistik secara sempurna.
Nasywa Mutiara Pratista (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









