AKURAT.CO Banyak orang mengira jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hanya menyiapkan mahasiswa untuk menjadi guru taman kanak-kanak. Padahal, peluang kerja bagi lulusan jurusan ini jauh lebih luas.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan sejak dini, kebutuhan tenaga ahli di bidang PAUD juga terus meningkat.
Lantas, sebenarnya apa yang dipelajari di jurusan ini, dan seperti apa prospek kerja lulusan PAUD di masa depan? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Contoh Soal Sulingjar PAUD 2025 Terbaru untuk Guru Lengkap dengan Kunci Jawaban Apa Itu Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)?
Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pendidik dan pengembang pembelajaran bagi anak-anak berusia 0–8 tahun.
Mahasiswa akan belajar memahami perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan bahasa anak, serta bagaimana merancang kegiatan belajar yang menyenangkan dan edukatif.
Baca Juga: Mengapa Penguatan Transisi PAUD SD Penting Modul 1 dan Refleksi Beserta Post Test Mata Kuliah yang Dipelajari
Selama kuliah, mahasiswa jurusan ini juga diajarkan tentang psikologi perkembangan anak, strategi pembelajaran kreatif, komunikasi efektif dengan anak dan orang tua, serta pengelolaan lembaga PAUD.
Beberapa mata kuliah yang umumnya diajarkan antara lain:
-
Perkembangan Sosial dan Emosional Anak
-
Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini
-
Psikologi Pendidikan
-
Media dan Alat Permainan Edukatif
-
Kurikulum PAUD
-
Pendidikan Karakter Anak
Prospek Kerja Jurusan PAUD
1. Guru PAUD atau TK
Profesi ini menjadi pilihan utama bagi lulusan jurusan PAUD.
Seorang guru PAUD tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing anak dalam perkembangan sosial dan emosional mereka.
Dengan meningkatnya jumlah lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia, kebutuhan guru PAUD terus bertambah setiap tahunnya.
Gaji: berkisar antara Rp1,5–3 juta per bulan untuk lembaga swasta, dan bisa mencapai Rp6 juta untuk guru berstatus PNS.
2. Kepala atau Pengelola Lembaga PAUD
Bagi yang memiliki jiwa kepemimpinan, lulusan PAUD juga bisa menjadi pengelola atau kepala sekolah di lembaga pendidikan anak usia dini. Tugasnya mencakup perencanaan program belajar, supervisi tenaga pendidik, hingga manajemen lembaga secara keseluruhan.
Gaji: sekitar Rp5–9 juta per bulan tergantung ukuran lembaga dan wilayah kerja.
3. Konsultan Pendidikan Anak
Profesi ini berfokus pada pendampingan orang tua dan lembaga dalam memahami serta mengatasi tantangan tumbuh kembang anak.
Konsultan PAUD dibutuhkan di sekolah, lembaga psikologi, maupun yayasan sosial yang fokus pada pendidikan anak.
Gaji: rata-rata Rp6–12 juta per bulan, terutama bagi konsultan berpengalaman.
4. Pengembang Media Pembelajaran Anak
Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan akan media edukatif yang kreatif meningkat pesat.
Lulusan PAUD dapat bekerja sebagai pengembang alat permainan edukatif (APE), penulis buku anak, hingga pembuat konten edukasi digital.
Gaji: umumnya Rp4–8 juta per bulan tergantung pada jenis proyek dan perusahaan.
5. Peneliti atau Akademisi
Bagi yang tertarik di bidang ilmiah, lulusan PAUD juga bisa menjadi peneliti atau dosen yang fokus pada studi perkembangan anak dan inovasi pendidikan anak usia dini.
Gaji: dosen PAUD di perguruan tinggi negeri bisa memperoleh Rp5–10 juta per bulan tergantung jabatan akademik.
6. Edupreneur atau Pemilik Lembaga PAUD
Tidak sedikit lulusan PAUD yang mendirikan lembaga pendidikan anak sendiri.