Jurusan Astronomi: Apa yang Dipelajari dan Seperti Apa Prospek Kerjanya?

AKURAT.CO Jurusan astronomi mempelajari segala hal yang berkaitan dengan benda langit dan fenomena alam semesta menggunakan dasar ilmu fisika, matematika, dan komputer.
Mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang ruang angkasa, tetapi juga cara mengamati, mengolah data, hingga membuat model simulasi dari hasil pengamatan.
Di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah satu-satunya universitas yang memiliki program studi Astronomi.
Di sini, mahasiswa belajar tentang fisika bintang, galaksi, kosmologi, hingga pemrosesan citra digital yang digunakan dalam penelitian astronomi modern.
Baca Juga: Satelit Starlink Elon Musk Ganggu Teleskop Radio di Bumi, Penelitian Astronomi Terancam
Apa Saja yang Dipelajari?
Kuliah di jurusan ini tidak hanya belajar tentang teori tata surya atau nama-nama planet.
Mahasiswa akan banyak bertemu dengan dengan fisika modern, matematika, komputasi, dan analisis data.
Beberapa mata kuliah yang biasanya diajarkan antara lain:
-
Astrofisika (mempelajari sifat fisik benda langit)
-
Kosmologi (asal dan evolusi alam semesta)
-
Spektroskopi (analisis cahaya dari bintang dan planet)
-
Pengolahan Data Astronomi
-
Metode Observasi dan Instrumentasi
Selain belajar di kelas, mahasiswa juga melakukan pengamatan langsung di observatorium dan riset berbasis data.
Pendekatan ilmiah dan teknologi ini membuat lulusan astronomi memiliki kemampuan analisis yang kuat dan logika yang tajam.
Baca Juga: Isu Akan Datangnya Dukhan dalam Pandangan Ilmu Astronomi
Prospek Kerja Lulusan Astronomi
1. Peneliti atau Ilmuwan Antariksa
Lulusan astronomi memiliki peluang besar untuk berkarier sebagai peneliti di lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BMKG, atau bahkan lembaga antariksa luar negeri seperti NASA dan ESA.
Mereka bertugas meneliti fenomena kosmik seperti ledakan bintang, radiasi galaksi, atau dinamika planet.
Dalam pekerjaannya, seorang peneliti astronomi menggunakan teleskop canggih, data dari satelit luar angkasa, serta pemodelan komputer untuk memahami struktur dan evolusi alam semesta.
Profesi ini menuntut ketelitian tinggi, kemampuan analisis matematis, serta kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan sesuai perkembangan sains global.
2. Analis Data dan Ilmuwan Komputasi
Meski berasal dari bidang sains murni, banyak lulusan astronomi yang kini berkarier di industri teknologi dan keuangan sebagai data analyst atau data scientist. Hal ini karena selama kuliah, mereka sudah terbiasa mengolah data kompleks, menulis program, dan membuat model statistik untuk menafsirkan hasil observasi. Keterampilan ini sangat dibutuhkan di dunia bisnis modern yang berbasis data, seperti perbankan digital, e-commerce, hingga perusahaan teknologi besar.
Dengan kemampuan komputasi dan analisis numerik yang kuat, lulusan astronomi dapat beradaptasi dengan cepat di berbagai industri berbasis teknologi.
3. Pendidik atau Dosen
Bagi lulusan yang gemar berbagi ilmu, menjadi pendidik atau dosen adalah jalur karier yang menjanjikan.
Dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau doktor, mereka dapat mengajar di universitas dan melakukan riset ilmiah.
Seorang dosen astronomi tidak hanya memberikan teori di kelas, tetapi juga membimbing mahasiswa dalam penelitian, publikasi ilmiah, serta kerja sama proyek dengan lembaga riset dalam dan luar negeri. Karier ini cocok bagi mereka yang ingin berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mencetak generasi baru astronom muda di Indonesia.
4. Science Communicator atau Penulis Sains
Selain dunia penelitian dan akademik, lulusan astronomi juga bisa berkiprah sebagai science communicator atau penulis sains di media massa dan lembaga edukasi.
Mereka berperan menerjemahkan istilah ilmiah yang rumit menjadi informasi yang menarik dan mudah dipahami masyarakat luas. Pekerjaan ini meliputi penulisan artikel sains, pembuatan konten edukatif, hingga menjadi narasumber atau pembicara publik tentang fenomena astronomi.
Di era digital saat ini, profesi ini semakin penting untuk membantu masyarakat memahami isu-isu sains secara akurat dan menyenangkan.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Pesisir Jakarta Akibat Dua Fenomena Astronomi di Bulan April
Di Mana Bisa Kuliah Astronomi?
Di Indonesia, ITB menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menawarkan program S1 Astronomi. Namun, untuk jenjang S2 dan S3, mahasiswa bisa melanjutkan ke berbagai universitas luar negeri seperti University of Arizona, University of Cambridge, atau University of Tokyo, yang dikenal memiliki pusat riset astronomi terkemuka di dunia.
Nadira Maia Arziki (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









