Akurat Logo

Isu Akan Datangnya Dukhan dalam Pandangan Ilmu Astronomi

| 6 Mei 2020, 10:30 WIB
Isu Akan Datangnya Dukhan dalam Pandangan Ilmu Astronomi

AKURAT.CO, Pada pertengahan bulan Ramadan tahun ini tepatnya Jumat, 8 Mei 2020 diisukan akan terjadi fenomena kabut tebal yang membuat bumi menjadi gelap gulita.

Dalam Islam, munculnya kabut tebal tersebut dikenal dengan istilah dukhan dan dikaitkan dengan tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Salah satu riwayat yang menyebutkan tentang adanya dukhan adalah sebagai berikut.

"Apabila terdengar suara dahsyat terjadi pada Ramadan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Zulqaidah, pertumpahan darah terjadi pada Zulhijah dan Muharam, dan apa itu Muharam?

"Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh.” Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali. Para sahabat pun bertanya, “Suara dahsyat apa itu wahai Rasul?”

Rasulullah menjawab, “Suara keras yang terjadi pada pertengahan Ramadan, yaitu tepatnya malam Jumat.”

Akan tetapi, para ulama ahli hadis, salah satunya Imam Ibnu Al-Jauzi dalam Kitab al-Maudhu'at Juz III halaman 191, berpendapat bahwa hadis tersebut adalah hadis palsu.

Kemudian dikaitkannya dukhan dengan akan datangnya kiamat juga disebutkan Allah dalam salah satu firman-Nya yang artinya:

"Maka tunggulah hari ketika langit membawa dukhan (kabut) yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.” (QS. Ad-Dukhan: 10–11).

Sedangkan fenomena alam yang akan terjadi pada Jumat, 8 Mei 2020 menurut pengamatan yang dilakukan NASA, adanya pergerakan asteroid yang masih dikategorikan aman dan tidak membahayakan bumi. Menurut rilisan yang diunggah di WEB NASA, pergerakan lintasan asteroid tersebut sama halnya dokumentasi pergerakan asteroid 1998 UR2 ke bumi yang tergolong aman.

Selain itu, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menegaskan bahwa tanggal 15 Ramadan ini tidak akan terjadi dukhan sebagaimana isu yang saat ini mengemuka. Pernyataan LAPAN tersebut didasarkan pada pengamatan dan permodelan asteroid dan komet bahwasanya tidak ada indikasi akan terjadinya tabrakan dengan bumi. Baik tabrakan tersebut dalam waktu dekat atau bahkan sampai 100 tahun ke depan.

Meski demikian, kita sebagai umat Islam wajib meyakini bahwa segala yang terjadi di bumi dan di langit adalah bukti nyata akan kebesaran-Nya.

Wallahu a'lam bishawab. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.