AKURAT.CO, Pada pertengahan bulan Ramadan tahun ini tepatnya Jumat, 8 Mei 2020 diisukan akan terjadi fenomena kabut tebal yang membuat bumi menjadi gelap gulita.
Dalam Islam, munculnya kabut tebal tersebut dikenal dengan istilah dukhan dan dikaitkan dengan tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Salah satu riwayat yang menyebutkan tentang adanya dukhan adalah sebagai berikut.
"Apabila terdengar suara dahsyat terjadi pada Ramadan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Zulqaidah, pertumpahan darah terjadi pada Zulhijah dan Muharam, dan apa itu Muharam?
"Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh.” Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali. Para sahabat pun bertanya, “Suara dahsyat apa itu wahai Rasul?”
Rasulullah menjawab, “Suara keras yang terjadi pada pertengahan Ramadan, yaitu tepatnya malam Jumat.”
Akan tetapi, para ulama ahli hadis, salah satunya Imam Ibnu Al-Jauzi dalam Kitab al-Maudhu'at Juz III halaman 191, berpendapat bahwa hadis tersebut adalah hadis palsu.
Kemudian dikaitkannya dukhan dengan akan datangnya kiamat juga disebutkan Allah dalam salah satu firman-Nya yang artinya:
"Maka tunggulah hari ketika langit membawa dukhan (kabut) yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.” (QS. Ad-Dukhan: 10–11).
Sedangkan fenomena alam yang akan terjadi pada Jumat, 8 Mei 2020 menurut pengamatan yang dilakukan NASA, adanya pergerakan asteroid yang masih dikategorikan aman dan tidak membahayakan bumi. Menurut rilisan yang diunggah di WEB NASA, pergerakan lintasan asteroid tersebut sama halnya dokumentasi pergerakan asteroid 1998 UR2 ke bumi yang tergolong aman.
Selain itu, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menegaskan bahwa tanggal 15 Ramadan ini tidak akan terjadi dukhan sebagaimana isu yang saat ini mengemuka. Pernyataan LAPAN tersebut didasarkan pada pengamatan dan permodelan asteroid dan komet bahwasanya tidak ada indikasi akan terjadinya tabrakan dengan bumi. Baik tabrakan tersebut dalam waktu dekat atau bahkan sampai 100 tahun ke depan.
Meski demikian, kita sebagai umat Islam wajib meyakini bahwa segala yang terjadi di bumi dan di langit adalah bukti nyata akan kebesaran-Nya.
Wallahu a'lam bishawab. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





