Akurat

5 Cara Efektif Mengatasi Busa di Akuarium.

Eko Krisyanto | 13 Desember 2025, 13:02 WIB
5 Cara Efektif Mengatasi Busa di Akuarium.
 
AKURAT.CO Air akuarium yang tiba-tiba dipenuhi busa sering membuat pemilik akuarium khawatir, terutama bagi pemula yang belum memahami apa penyebabnya.
 
Busa yang tampak sepele ini bisa muncul karena faktor lingkungan, kesalahan perawatan, hingga proses alami dalam akuarium.
 
Jika tidak ditangani dengan tepat, busa dapat mengganggu kualitas air dan membuat ikan stres.
 
 
Dilansir dari The Spruce Pets, busa di permukaan air bisa berasal dari berbagai sumber dari kondisi yang tidak berbahaya hingga yang dapat membahayakan ikan.
 
Kondisi ini dapat muncul pada siapapun yang memelihara akuarium, terutama setelah melakukan penggantian air atau pembersihan. 
 
Busa biasanya terlihat pada permukaan air, di sekitar filter, atau ketika ada sisa bahan organik yang menumpuk.
 
Kondisi ini terjadi karena beberapa penyebab, seperti agitasi air, penumpukan protein, sisa pakan, atau kontaminasi zat kimia.
 

5 Cara Efektif Mengatasi Busa di Akuarium

1. Kurangi Agitasi Air yang Berlebihan

Busa bisa muncul ketika air baru dituangkan dengan terlalu kuat sehingga menghasilkan banyak gelembung.
 
Cara mengatasinya adalah dengan menuang air secara perlahan menggunakan piring atau permukaan miring agar air mengalir lembut ke dalam akuarium. Hal ini membantu mencegah terbentuknya busa yang tidak perlu.

2. Pastikan Tidak Ada Sisa Sabun atau Deterjen pada Peralatan Akuarium

Residu sabun yang sangat sedikit saja dapat menyebabkan busa berwarna pelangi dan bersifat berbahaya bagi ikan.
 
Ember, spons, maupun alat pembersih harus dibilas sangat bersih dan tidak boleh terkena sabun.
 
Jika busa muncul akibat kontaminasi sabun, segera lakukan penggantian air secara menyelur

3. Lakukan Penggantian Air Rutin dan Hilangkan Sisa Organik

Penumpukan sisa pakan, daun membusuk, atau kotoran ikan menghasilkan senyawa organik terlarut yang memicu busa.
 
Busa dengan warna kusam atau cokelat biasanya menandakan adanya tingginya kadar bahan organik.
 
Lakukan penggantian air rutin 20–30% dan angkat semua sisa pakan serta daun membusuk untuk mencegah busa kembali muncul.

4. Bersihkan dan Optimalkan Sistem Filtrasi

Filter yang kotor dapat memperburuk kualitas air dan mempercepat terbentuknya busa.
 
Pentingnya membersihkan filter secara berkala, mengganti media bila diperlukan,  serta memastikan debit air tidak bergantung pada filter yang tersumbat.
 
Filtrasi yang baik akan menjaga kestabilan air dan mengurangi risiko busa.

5. Kontrol Pemberian Pakan dan Kondisi Tanaman Akuarium

Pakan berlebih yang tidak termakan akan larut menjadi protein yang memicu busa.
 
Selain itu, beberapa tanaman air yang aktif berfotosintesis dapat menghasilkan gelembung (pearling), meski kondisi ini normal.
 
Pengaturan frekuensi pakan, pembersihan sisa makanan, serta pemantauan kondisi tanaman sangat membantu mengurangi pembentukan busa berlebih.
 
Mengatasi busa di akuarium membutuhkan pemahaman mengenai penyebabnya serta langkah penanganan yang tepat.
 
Dengan mengikuti panduan diatas, pemula dapat menjaga akuarium tetap bersih, stabil, dan sehat.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R