Akurat

Panduan Lengkap Memilih Akuarium untuk Ikan Hias

Eko Krisyanto | 15 November 2025, 15:37 WIB
Panduan Lengkap Memilih Akuarium untuk Ikan Hias

AKURAT.CO Bagi para pencinta ikan hias, memilih akuarium bukanlah keputusan yang bisa diambil secara sembarangan.

Setiap detail mulai dari ukuran akuarium, lokasi penempatan, kekuatan bahan, hingga kelengkapan pendukung seperti filtrasi dan pencahayaan memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan kenyamanan ikan.

Jika salah memilih, ikan bisa mengalami stres, ruang geraknya terbatas, hingga lebih mudah terserang penyakit karena lingkungan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bahkan, kesalahan sederhana seperti menempatkan akuarium di lokasi yang kurang stabil atau minim cahaya dapat menghambat pertumbuhan ikan dalam jangka panjang.

Karena itu, memahami kriteria akuarium yang tepat adalah langkah awal yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin memelihara ikan hias dengan baik.

Dengan memilih akuarium yang sesuai dan menata lingkungan secara optimal, kamu tidak hanya menjaga kesehatan ikan, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih indah, aman, dan tahan lama untuk jangka waktu yang panjang.

Baca Juga: Kilas Balik Kampung Susun Akuarium Yang Dapat Penghargaan Innovation Award APHF Di Korsel

Tips Memilih Akuarium yang Tepat

1. Pilihlah Lokasi yang Tepat

Letakkan akuarium di area yang sering kamu kunjungi atau habiskan waktu, seperti ruang keluarga atau ruang kerja. Penempatan yang strategis membuat kamu lebih mudah memonitor kondisi akuarium setiap hari. 

Sebaliknya, menaruh akuarium di sudut yang jarang diperhatikan misalnya di belakang rumah atau di basement dapat membuat perawatan terabaikan. Hal ini berpotensi menyebabkan penyakit, gangguan sirkulasi, hingga masalah filtrasi karena tidak terpantau secara rutin.

2. Pastikan Ruang di Sekitar Akuarium Cukup

Akuarium membutuhkan ruang ekstra di sekelilingnya untuk mempermudah pembersihan, perawatan, dan pertumbuhan ikan.

Pastikan bagian belakang akuarium tidak terlalu menempel ke dinding agar alat filtrasi bekerja optimal. Bagian atas juga harus cukup terbuka untuk pemasangan lampu, pemberian pakan, dan penggantian air.

Jika akuarium ditempatkan di ruang tertutup, pastikan ada ventilasi memadai.

Sirkulasi udara yang baik akan membantu menjaga suhu stabil dan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam sistem filtrasi.

3. Dekat dengan Sumber Listrik

Akuarium membutuhkan sambungan listrik untuk mengoperasikan pompa air, filter, lampu, dan peralatan lainnya. Oleh sebab itu, pastikan lokasi akuarium tidak jauh dari stopkontak.

Hindari penggunaan kabel tambahan atau sambungan listrik berlebih karena dapat meningkatkan risiko korsleting. Idealnya, gunakan maksimal tiga titik sambungan agar tetap aman.

4. Perhatikan Kestabilan dan Kekuatan Permukaan

Permukaan tempat akuarium diletakkan harus kuat dan benar-benar datar. Meja atau dudukan yang tidak stabil dapat menyebabkan akuarium miring, menambah tekanan pada salah satu sisi, atau bahkan menyebabkan tumpahan air. Permukaan yang datar memastikan akuarium bisa diisi air penuh tanpa risiko bocor atau terguling.

5. Pemilihan Bahan yang Tepat

Saat memilih akuarium, perhatikan material yang digunakan, apakah kaca atau akrilik.

  • Kaca: cenderung lebih jernih dan tahan gores, tetapi lebih berat.

  • Akrilik: lebih ringan dan tidak mudah pecah, cocok jika akuarium sering dipindah atau berada di area rawan gempa.

Pompa pada akuarium juga berperan penting untuk menjaga pergerakan air dan proses penyaringan agar tetap bersih dan sehat bagi ikan.

6. Daya Tahan yang Mumpuni

Untuk ikan berukuran besar seperti arwana, pilih akuarium yang kokoh dan memiliki daya tahan tinggi.

Akuarium yang kecil atau rapuh dapat merusak lebih cepat dan tidak mampu menahan tekanan air serta ukuran ikan. Sebelum membeli, cek ketebalan kaca atau akrilik dan pastikan strukturnya kuat.

7. Pilih Ukuran Akuarium yang Sesuai

Arwana adalah ikan hias berukuran besar. Karena itu, ukuran akuarium minimal yang direkomendasikan adalah 1 meter agar ia bisa bergerak bebas.

Akuarium yang terlalu kecil dapat membuat arwana stres karena ruang geraknya terbatas.

Menggunakan akuarium besar juga jauh lebih praktis, karena kamu tidak perlu memindahkan ikan saat ukurannya bertambah besar.

Selain itu, ruang yang luas membantu arwana berkembang secara optimal dan meminimalkan risiko cedera.

Baca Juga: Kejadian Langka, Bayi Hiu Lahir di Akuarium yang Hanya Berisi Dua Betina Dewasa

Alat-alat Pelengkap Akuarium

Setelah kamu selesai menentukan akuarium yang paling sesuai, langkah berikutnya adalah menyiapkan berbagai perlengkapan pendukung. Peralatan ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ideal bagi ikan arwana agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

1. Penutup Akuarium

Penutup akuarium adalah perlengkapan wajib, terutama untuk ikan arwana yang dikenal aktif dan memiliki kemampuan melompat tinggi.

Jika akuarium dibiarkan tanpa penutup saat air terisi penuh, risiko ikan melompat keluar semakin besar. Hal ini bisa menyebabkan ikan terluka, stres berat, atau bahkan mati.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pastikan akuarium selalu dilengkapi penutup yang kokoh namun tetap memungkinkan udara masuk.

Dengan begitu, kamu dapat menjaga ikan tetap aman sekaligus mempertahankan kondisi air tetap stabil.

2. Pengatur pH Air

Kualitas air sangat memengaruhi kesehatan ikan arwana. Salah satu faktor penting adalah tingkat pH.

Arwana membutuhkan pH yang stabil di kisaran 6,8–7,5. Jika pH terlalu asam atau terlalu basa, metabolisme dan pertumbuhan ikan bisa terganggu.

Supaya pH tetap dalam batas ideal, sediakan alat pengukur pH atau kertas lakmus sebagai pendeteksi tingkat keasaman air. Pemeriksaan bisa dilakukan satu kali seminggu untuk memastikan kestabilan lingkungan air. Dengan memonitor pH secara rutin, kamu dapat mencegah masalah kesehatan ikan sejak dini.

3. Aerator

Aerator berfungsi menjaga kadar oksigen terlarut dalam air tetap tinggi. Ini sangat penting, terutama untuk anakan arwana yang membutuhkan suplai oksigen lebih besar untuk mendukung pertumbuhan. Tanpa aerator, oksigen dalam akuarium bisa cepat berkurang, terutama jika jumlah ikan cukup banyak atau ukuran akuarium tidak terlalu besar.

Pemasangan aerator juga membantu menjaga sirkulasi air tetap baik, sehingga lingkungan akuarium menjadi lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi ikan.

Nadia Nur Anggraini (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R