Akurat

Mengapa Jangkrik Suaranya Keras di Malam Hari? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ratu Tiara | 27 November 2025, 17:27 WIB
Mengapa Jangkrik Suaranya Keras di Malam Hari? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Suara jangkrik yang terdengar nyaring saat malam tiba adalah hal yang sangat akrab di banyak wilayah Indonesia.

Ketika matahari terbenam dan lingkungan mulai lebih tenang, bunyi ritmis ini seolah menjadi penanda bahwa hari telah berganti. Meski begitu, tidak banyak yang memahami bagaimana suara itu dihasilkan dan mengapa terdengar lebih keras pada malam hari. Artikel ini membahas cara jangkrik menghasilkan bunyi, tujuan dari suara tersebut, serta faktor lingkungan yang membuatnya terasa lebih dominan saat gelap.

Baca Juga: Dua Pemuda Terperosok ke Gorong-gorong Gegara Jangkrik

Fungsi Suara Jangkrik

Chirping atau suara berdecit yang kita dengar bukanlah sekadar bunyi tanpa arti.

Bagi jangkrik, suara itu merupakan alat komunikasi yang penting untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

  • Menarik pasangan
    Suara yang paling sering terdengar disebut calling song. Polanya berirama dan cukup keras agar betina dari spesies yang sama bisa mengenalinya. Setiap jenis jangkrik memiliki pola dan tempo unik yang berfungsi sebagai tanda pengenal.

  • Menunjukkan dominasi
    Ketika ada jantan lain di sekitar, jangkrik akan mengeluarkan aggressive song yang ritmenya lebih tidak teratur dan volumenya lebih tinggi. Tujuannya untuk mengusir pesaing dan menegaskan wilayahnya.

  • Proses merayu pasangan
    Jika betina mendekat, jangkrik jantan akan mengubah suaranya menjadi courtship song yang lebih halus. Suara ini digunakan untuk menenangkan betina sebelum proses kawin.

Dengan kata lain, hampir seluruh suara jangkrik berkaitan langsung dengan reproduksi dan persaingan.

Bagaimana Jangkrik Menghasilkan Suara

Suara khas jangkrik muncul melalui proses yang disebut stridulasi, yaitu ketika hewan kecil ini menggesekkan dua bagian khusus pada sayap depannya.

Di salah satu sisi sayap terdapat barisan tonjolan halus yang disebut file, menyerupai gigi pada sisir, sementara sisi sayap lainnya memiliki bagian keras bernama scraper.

Ketika jangkrik menggerakkan sayapnya dengan cepat, scraper akan bergesekan dengan file sehingga menghasilkan rangkaian getaran suara. Getaran tersebut kemudian diperkuat oleh area tertentu pada sayap yang berfungsi sebagai membran resonansi.

Mekanisme alami inilah yang membuat suara jangkrik terdengar nyaring dan mampu menjangkau jarak jauh meskipun ukuran tubuhnya kecil.

Baca Juga: Peluang Usaha di Lahan Sempit, dari Menanam Sayur hingga Ternak Jangkrik

Mengapa Suara Jangkrik Terdengar Lebih Nyaring di Malam Hari

Beberapa faktor membuat suara jangkrik seakan meningkat drastis ketika malam tiba.

1. Aktivitas Jangkrik Memang Tinggi di Malam Hari

Jangkrik termasuk hewan nokturnal. Mereka lebih aktif ketika gelap karena kondisi malam memberi perlindungan dari predator. Pada waktu inilah mereka paling sering mengeluarkan suara.

2. Lingkungan Lebih Sunyi

Setelah malam datang, banyak suara dari aktivitas manusia maupun hewan lain berkurang. Minimnya kebisingan membuat suara jangkrik terdengar lebih jelas dan dominan.

3. Suhu Mempengaruhi Kecepatan Chirping

Jangkrik adalah hewan berdarah dingin sehingga suhu berpengaruh besar pada metabolisme tubuhnya.

Semakin hangat udaranya, semakin cepat otot jangkrik bekerja dan semakin sering dia berbunyi. Inilah alasan mengapa pada malam yang hangat, suara jangkrik bisa terdengar sangat intens.

4. Suara Lebih Mudah Menyebar di Malam Hari

Kondisi atmosfer pada malam hari cenderung lebih stabil sehingga gelombang suara dapat merambat lebih jauh.

Beberapa spesies jangkrik juga memanfaatkan permukaan tanah sebagai resonator alami untuk memperkuat panggilannya.

Jangkrik bersuara keras bukan tanpa alasan. Selain sebagai cara berkomunikasi, suara itu adalah bagian penting dari strategi bertahan hidupnya.

Ketika malam datang dan lingkungan menjadi lebih tenang, suara-suara tersebut terdengar jauh lebih jelas.

Dengan memahami proses biologis dan faktor lingkungan yang terlibat, kita bisa lebih menghargai fenomena alam yang satu ini.

Nadira Maia Arziki (Magang)
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R