AKURAT.CO Sapi yang tampak rakus saat makan tapi tubuhnya tetap kurus seringkali menjadi tanda adanya masalah pada pakan, kesehatan, atau metabolisme tubuhnya.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh pakan berkualitas rendah, gangguan pencernaan akibat parasit, stres lingkungan, atau penyakit yang membuat nutrisi dari makanan tidak terserap dengan baik.
Baca Juga: Ini 7 Alasan Produksi Susu Sapi Perah Menurun
Penyebab Utama Sapi Kurus
1. Kualitas Pakan yang Tidak Tepat
Salah satu faktor terbesar yang menyebabkan sapi tetap kurus meskipun makan banyak adalah pakan yang tidak seimbang.
-
Kandungan nutrisi kurang lengkap: Jika pakan tidak mengandung cukup protein, energi, dan mineral, maka proses pertumbuhan sapi akan terhambat.
-
Pakan rusak atau basi: Pakan yang berjamur, berbau, atau berubah warna bisa menimbulkan gangguan pencernaan dan menurunkan nafsu makan.
2. Gangguan Kesehatan
Masalah kesehatan juga berperan besar terhadap kondisi tubuh sapi.
-
Parasit atau cacingan: Parasit di usus menyerap nutrisi dari makanan yang seharusnya digunakan tubuh sapi, menyebabkan berat badan turun meski makan banyak.
-
Infeksi dan penyakit: Penyakit seperti radang usus, radang paru-paru, atau infeksi bakteri dan virus bisa mengganggu metabolisme dan membuat sapi kehilangan berat badan.
3. Masalah Metabolisme
Gangguan metabolisme seperti asidosis atau ketosis membuat tubuh sapi tidak mampu memanfaatkan nutrisi dengan baik.
Akibatnya, energi dari makanan tidak tersimpan optimal untuk pertumbuhan.
4. Stres Lingkungan
Lingkungan kandang yang kotor, bising, sempit, atau perubahan pakan yang mendadak dapat menimbulkan stres pada sapi. Stres ini bisa memicu penurunan nafsu makan dan gangguan pencernaan.
5. Kurangnya Hijauan dan Air
Sapi membutuhkan pakan hijauan minimal 10–12% dari berat badannya setiap hari.
Jika asupan ini kurang, maka pertumbuhannya terganggu.
Selain itu, kurangnya air minum juga bisa menurunkan metabolisme dan memperlambat penyerapan nutrisi.
Baca Juga: 10 Jenis Sapi Terbesar di Dunia Berat Capai 1,7 Ton dengan Harga Fantastis Miliaran Rupiah
Gejala Sapi Kurus dan Tidak Sehat
Sebelum mengatasinya, peternak perlu mengenali tanda-tanda awal sapi yang mulai kehilangan berat badan.
-
Nafsu makan menurun: Pakan sering tersisa dan sapi tampak malas makan.
-
Tubuh lemas dan pasif: Karena kekurangan energi, sapi menjadi lebih banyak berdiam diri.
-
Postur tubuh berubah: Sapi tampak kurus di bagian pinggul dan rusuk mulai menonjol.
Selain itu, faktor genetik juga bisa memengaruhi kondisi tubuh sapi.
Anak dari induk yang kurus biasanya memiliki kecenderungan serupa, tetapi masih bisa diperbaiki dengan pakan dan perawatan yang tepat.
Penyakit yang Menyebabkan Sapi Kurus
Beberapa penyakit umum yang membuat sapi kehilangan berat badan antara lain:
-
Antraks: Disebabkan oleh bacillus anthracis, menimbulkan gejala demam, bengkak, sulit bernapas, dan kehilangan nafsu makan.
-
Pink Eye: Infeksi mata yang menyebabkan mata bengkak, merah, bahkan kebutaan.
-
Mastitis: Infeksi pada ambing yang menyebabkan susu encer dan menurunkan produktivitas.
-
Cacingan: Parasit menyerap nutrisi dari pakan, membuat sapi tampak pucat dan lemah.
-
Perut kembung: Disebabkan oleh fermentasi berlebih akibat pakan tidak sesuai.
-
Penyakit mulut dan kuku (PMK): Ditandai luka pada mulut dan kaki, disertai demam dan keluarnya lendir.
-
Brucellosis: Infeksi bakteri brucella suis yang bisa menyebabkan demam dan keguguran pada sapi betina.
-
Kudis: Infeksi kulit yang menimbulkan koreng dan rasa gatal hebat.
-
BEF (Demam Tiga Hari): Penyakit akibat gigitan serangga pengisap darah yang menyebabkan demam tinggi dan lemas.
Cara Mengatasi Sapi Kurus dan Meningkatkan Berat Badannya
1. Perbaiki Kualitas Pakan
Pastikan pakan masih layak konsumsi tidak berbau, tidak lembab, dan tidak berubah warna.
Campurkan pakan hijauan dan pakan konsentrat sesuai kebutuhan nutrisi sapi.
Pakan hijauan tinggi serat, sedangkan pakan konsentrat kaya energi dan protein untuk pembentukan otot dan lemak.
2. Tambahkan Suplemen dan Mineral
Berikan suplemen vitamin, mineral, atau aditif pakan untuk membantu penyerapan nutrisi dan meningkatkan nafsu makan.
3. Jaga Kebersihan dan Kenyamanan Kandang
Kandang yang bersih, tidak lembap, dan memiliki ventilasi baik akan membantu sapi lebih nyaman dan mengurangi risiko stres.
4. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Periksakan kondisi sapi secara berkala ke dokter hewan.
Lakukan pengobatan cacing secara rutin dan pisahkan sapi yang sakit agar penyakit tidak menular.
5. Pastikan Kebutuhan Air Terpenuhi
Air menjadi faktor penting untuk melancarkan metabolisme dan membantu proses pencernaan.
Pastikan air minum selalu tersedia dan dalam kondisi bersih.
Sapi yang makan banyak tapi tetap kurus merupakan tanda adanya gangguan pada pakan, kesehatan, atau lingkungan.
Dengan memperhatikan kualitas pakan, menjaga kebersihan kandang, serta rutin memantau kondisi sapi, masalah ini bisa diatasi.