Kenapa Gurun Bisa Ekstrem: Panas Menyengat di Siang Hari dan Dingin Membeku pada Malam Hari

AKURAT.CO Pernahkan kamu membayangkan bagaimana gurun yang panas menyengat pada siang hari bisa berubah menjadi sangat dingin di malam hari?
Meskipun sering disamakan dengan suhu panas, gurun juga dikenal karena suhu malam yang ekstrem rendah, bahkan bisa mencapai di bawah titik beku.
Fenomena ini erat dengan sifat fisik gurun dan kondisi atmosfernya serta proses terbentuknya gurun itu.
Faktor Pengaruh Gurun Dingin di Malam Hari
Gurun mengalami perubahan suhu yang sangat drastis antara siang dan malam hari. Pada siang hari, suhu gurun bisa mencapai puluhan derajat Celcius akibat panas matahari yang kuat.
Namun, saat malam hari suhunya dapat menurun drastis dan menjadi sangat dingin.
1. Tidak ada "selimut" udara untuk menahan panas
Umumnya udara di gurun sangat kering dan minim uap air. Uap air berperan seperti selimut yang menahan panas di dekat permukaan tanah.
Karena kelembapan di gurun hampir mendekati nol, tidak ada cukup "selimut panas" untuk menangkap energi panas yang dipancarkan permukaan tanah saat matahari terbenam. Akibatnya, panas cepat lepas ke atmosfer dan suhu turun drastis.
2. Pasir tidak menyimpan panas dengan baik
Pasir dan tanah gersang di gurun menyerap panas dengan cepat pada siang hari. Namun juga melepaskan panas dengan cepat pada malam hari.
Karena pasir tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan energi panas seperti air, panas itu dipancarkan ke udara secepat kilat saat sinar matahari hilang.
3. Langit yang cerah mempercepat pendinginan
Umumnya gurun memiliki langit yang sangat cerah tanpa awan. Awan berperan dalam menahan panas di malam hari, tetapi saat tidak ada awan, panas dari permukaan bumi cepat hilang ke luar angkasa. Itulah yang membuat gurun sangat dingin saat malam hari.
Faktor Pengaruh Gurun Gersang di Siang Hari
1. Pola sirkulasi udara global
Salah satu alasan utama gurun sangat kering yaitu pola sirkulasi udara global. Udara hangat di daerah tropis naik ke atmosfer, lalu bergerak ke lintang yang lebih tinggi.
Ketika kembali turun, udara menjadi lebih kering sehingga wilayah di lintang tertentu menerima sedikit kelembapan yang bisa berubah menjadi hujan.
2. Efek bayangan hujan
Beberapa gurun terbentuk karena efek bayangan hujan, yaitu saat udara lembap dipaksa naik oleh pegunungan.
Selama proses ini, udara kehilangan kelembapannya sebagai hujan di sisi gunung yang berlawanan arah angin.
Saat udara turun di sisi lain, ia sangat kering dan tidak membawa hujan sehingga menciptakan wilayah gurun.
3. Letak geografis yang jauh dari laut
Gurun yang jauh dari laut cenderung menerima sedikit uap air dari lautan karena udara membawa sedikit kelembapan, hujan hampir tidak turun, menjadikan wilayah ini sangat kering.
Hubungan Antara Kekeringan dan Fluktuasi Suhu
Kekeringan di gurun tidak hanya membuatnya tandus, tetapi juga berkontribusi pada fluktuasi suhu ekstrem antara siang dan malam.
Udara kering berarti sedikit uap air, sehingga panas yang terakumulasi di siang hari cepat hilang dalam bentuk radiasi setelah matahari terbenam.
Dampak Suhu Ekstrem di Gurun
1. Hewan gurun biasanya aktif malam hari untuk menghindari panas siang yang ekstrem.
2. Tumbuhan gurun beradaptasi dengan sangat efisien dalam menyimpan air.
3. Manusia yang berada di gurun perlindungan dari suhu ekstrem, baik panas di siang hari maupun dingin di malam hari.
Gurun menjadi sangat dingin di malam hari karena tidak ada kelembapan yang menahan panas, pasir cepat melepaskan panas yang terserap, dan langit cerah memungkinkan panas cepat hilang ke luar angkasa.
Sedangkan, gurun sangat kering dan gersang karena pola sirkulasi udara global, sedikit curah hujan, serta letak geografis yang minim kelembapan.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









