Apa Itu Lempeng Bumi? Penjelasan Lengkap Proses, Jenis, dan Dampaknya bagi Kehidupan

AKURAT.CO Apa itu lempeng bumi? Fenomena seperti gempa bumi, gunung meletus, hingga terbentuknya pegunungan raksasa tidak terjadi begitu saja. Semua itu berkaitan dengan pergerakan lempeng bumi, potongan besar lapisan terluar bumi yang terus bergerak sejak jutaan tahun lalu. Meski pergerakannya hanya beberapa sentimeter setiap tahun, dampaknya bisa membentuk daratan baru, membuka palung laut yang sangat dalam, hingga memicu bencana alam yang kerap kita rasakan hari ini.
Untuk memahami bagaimana permukaan bumi terbentuk dan terus berubah, mengenal apa itu lempeng bumi menjadi langkah penting. Berikut penjelasan lengkap yang mudah dipahami.
Apa Itu Lempeng Bumi?
Menurut Encyclopedia Britannica, lempeng bumi adalah lapisan luar bumi yang terdiri dari potongan-potongan besar yang terbuat dari batuan padat dan selalu bergerak. Potongan besar ini menjadi bagian dari litosfer, yaitu lapisan keras yang mengapung di atas astenosfer, lapisan batuan panas yang sebagian meleleh.
Karena berada di atas lapisan yang lebih cair dan panas, lempeng-lempeng tersebut tidak pernah diam. Mereka bergerak saling mendekat, menjauh, atau bergeseran satu sama lain, dan pergerakan inilah yang menciptakan bentuk permukaan bumi seperti yang kita lihat saat ini.
Mengapa Lempeng Bumi Bisa Bergerak?
Penjelasan paling umum datang dari National Geographic. Lempeng bumi bergerak karena berada di atas astenosfer, lapisan panas yang memiliki sifat seperti cairan kental. Panas dari inti bumi menciptakan arus konveksi, yaitu aliran naik-turun yang mendorong bagian atasnya, termasuk lempeng bumi. Gambaran mudahnya seperti air panas dalam panci yang terus bergerak ketika dipanaskan.
Arus konveksi inilah yang menggerakkan lempeng, sehingga terjadi:
-
tumbukan antar-lempeng,
-
pergeseran atau gesekan,
-
pemisahan dan pembentukan kerak baru.
Akibat proses ini, terbentuklah berbagai bentang alam seperti gunung, palung laut, sesar, hingga kawasan vulkanik yang aktif.
Dampak Pergerakan Lempeng bagi Permukaan Bumi
Pergerakan lempeng bumi menjadi kekuatan utama di balik perubahan besar di permukaan planet kita. Beberapa dampak nyatanya mencakup:
-
Pegunungan terbentuk ketika dua lempeng benua bertumbukan dan kerak bumi terangkat.
-
Gunung berapi muncul di zona subduksi, tempat lempeng samudra menekuk ke bawah dan menghasilkan magma.
-
Palung laut terbentuk ketika salah satu lempeng mendorong lempeng lainnya menuju mantel bumi.
-
Gempa bumi terjadi ketika dua lempeng saling menggesek atau bertabrakan secara tiba-tiba.
-
Tsunami kerap dipicu oleh pergerakan besar lempeng di bawah dasar laut.
Sebagian besar bencana alam yang terjadi di Indonesia terjadi karena negara ini berada di pertemuan tiga lempeng besar: Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.
Jenis Lempeng Bumi Berdasarkan Karakteristiknya
Dalam ilmu geologi, lempeng bumi dibagi menjadi dua jenis utama: lempeng benua dan lempeng samudra.
1. Lempeng Benua
The Geological Society of London menjelaskan bahwa lempeng benua memiliki ketebalan sekitar 125 km, dan bisa lebih tebal di wilayah pegunungan. Batuan penyusunnya keras, tua, dan stabil. Karena sifatnya yang kokoh, lempeng benua jarang hancur meski mengalami tumbukan.
2. Lempeng Samudra
Lempeng samudra jauh lebih tipis, yakni sekitar 50–100 km. Batuan penyusunnya lebih muda dan tidak sekeras lempeng benua. Ketika bertabrakan dengan lempeng benua, bagian samudra biasanya tertekuk ke bawah dan masuk ke mantel bumi, kemudian meleleh menjadi magma. Karena terus diperbarui di dasar samudra, usianya lebih muda daripada lempeng benua.
Tujuh Lempeng Utama di Bumi
Bumi terdiri dari beberapa lempeng besar dan lempeng kecil. Secara umum, ada tujuh lempeng utama yang mengatur dinamika permukaan bumi, yaitu:
-
Lempeng Afrika
-
Lempeng Eurasia
-
Lempeng Pasifik
-
Lempeng Australia
-
Lempeng Antartika
-
Lempeng Amerika Utara
-
Lempeng Amerika Selatan
Setiap lempeng bergerak dengan kecepatan berbeda. Sebagai contoh, NOAA Ocean Exploration mencatat bahwa lempeng di Atlantik Tengah bergerak sekitar 2–5 sentimeter per tahun, sementara lempeng di Pasifik Timur bisa mencapai 6–16 sentimeter per tahun.
Jenis-Jenis Pergerakan Lempeng Bumi
Pergerakan lempeng tidak selalu sama. Ahli geologi membaginya menjadi tiga bentuk utama:
1. Konvergen (Saling Mendekat)
Dua lempeng bertemu atau bertabrakan. Jika keduanya lempeng benua, terbentuk pegunungan besar seperti Himalaya. Pada tumbukan lempeng benua dan samudra, lempeng samudra yang lebih tipis akan masuk ke bawah dan mencair, menciptakan gunung berapi dan zona subduksi.
2. Divergen (Saling Menjauh)
Dua lempeng bergerak saling menjauhi. Proses ini umum terjadi di pegunungan tengah samudra, tempat magma naik dan membentuk kerak samudra baru. Di daratan, fenomena ini bisa menciptakan lembah retakan (rift valley).
3. Transformasi atau Konservatif (Saling Bergeser)
Dua lempeng bergerak sejajar ke arah berlawanan. Tidak membentuk litosfer baru, tetapi menghasilkan patahan panjang yang rentan gempa. Contoh paling populer adalah Sesar San Andreas di California.
Bagaimana Lempeng Samudra Baru Terbentuk?
Pembentukan lempeng samudra baru terjadi melalui siklus batuan. Di dasar samudra, magma naik melalui celah di pegunungan tengah samudra. Ketika mendingin, magma ini mengeras dan membentuk kerak baru. Kerak ini kemudian bergerak menjauh, sementara bagian yang lebih tua tersubduksi dan kembali masuk ke mantel bumi. Siklus berulang inilah yang membuat lempeng samudra terus diperbarui.
Kesimpulan: Kenapa Kita Perlu Memahami Lempeng Bumi?
Lempeng bumi adalah fondasi utama yang menentukan bentuk permukaan planet ini. Pergerakan mereka bukan hanya membentuk daratan dan lautan, tetapi juga memicu berbagai fenomena alam yang kita alami setiap hari. Dengan memahami cara kerja lempeng, kita bisa lebih menghargai bagaimana bumi terus berubah dan menyadari bahwa dinamika alam yang terlihat besar sebenarnya berasal dari proses yang berlangsung perlahan selama jutaan tahun.
Jika kamu ingin mengenal lebih banyak tentang fenomena geologi dan proses pembentukan bumi, pantau terus artikel menarik lainnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Proses Pembentukan Bumi: Kronologi Lengkap dari Debu Kosmik hingga Planet yang Kita Huni
Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan Total, Apa Efek Negatifnya bagi Manusia di Muka Bumi?
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan lempeng bumi?
Lempeng bumi adalah potongan besar dari lapisan luar bumi yang tersusun atas batuan padat. Lempeng-lempeng ini terus bergerak di atas astenosfer sehingga membentuk berbagai fenomena alam seperti gunung, palung laut, hingga gempa bumi.
2. Apa penyebab lempeng bumi bergerak?
Pergerakan lempeng dipicu oleh arus konveksi di astenosfer. Magma yang dipanaskan inti bumi bergerak naik-turun dan mendorong lempeng di permukaan untuk bergeser.
3. Apa saja jenis lempeng bumi?
Secara umum lempeng bumi terbagi menjadi dua jenis, yaitu lempeng benua dan lempeng samudra. Lempeng benua lebih tebal dan keras, sementara lempeng samudra lebih tipis dan lebih muda.
4. Berapa jumlah lempeng utama di bumi?
Ada tujuh lempeng utama yang dikenal sebagai lempeng mayor, yaitu Afrika, Eurasia, Pasifik, Australia, Antartika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.
5. Apa saja jenis pergerakan lempeng?
Ada tiga jenis pergerakan lempeng:
-
Divergen: lempeng saling menjauh
-
Konvergen: lempeng saling mendekat hingga bertabrakan
-
Transformasi/konservatif: lempeng bergeser sejajar dalam arah berlawanan
6. Bagaimana pegunungan bisa terbentuk dari pergerakan lempeng?
Pegunungan terbentuk saat dua lempeng benua bertabrakan sehingga kerak bumi terlipat dan terangkat ke atas. Contohnya adalah Pegunungan Himalaya.
7. Mengapa lempeng samudra bisa menekuk ke bawah saat bertabrakan dengan lempeng benua?
Karena lempeng samudra lebih tipis dan lebih muda sehingga sifatnya lebih rapuh. Saat bertemu lempeng benua, lempeng samudra terdorong ke bawah menuju mantel dan meleleh.
8. Apa hubungan pergerakan lempeng dengan gempa bumi?
Gempa terjadi saat energi besar dilepaskan akibat gesekan, tumbukan, atau pergerakan mendadak di batas lempeng. Semakin aktif pergerakan lempeng, semakin tinggi potensi gempa.
9. Mengapa Indonesia sering mengalami gempa dan letusan gunung berapi?
Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar: Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Kawasan ini dikenal sebagai Ring of Fire, yang sangat aktif secara tektonik.
10. Apakah lempeng bumi selalu diperbarui?
Ya. Lempeng samudra terus diperbarui melalui proses pembentukan di pegunungan tengah samudra dan dihancurkan kembali di zona subduksi, menciptakan siklus geologi yang berlangsung jutaan tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









