Sunscreen Alami: Bukti Analisis Kimia Khasiat Daun Amis-amisan dan Cangkang Telur

AKURAT.CO Sinar matahari adalah sahabat sekaligus musuh. Energinya memberi kehidupan, membantu tumbuhan berfotosintesis, dan menjaga siklus iklim tetap seimbang.
Namun, di balik manfaat itu, ada bahaya yang tak terlihat. Paparan berlebih sinar ultraviolet (UV) dapat menembus lapisan kulit, merusak DNA sel dan menimbulkan masalah serius seperti penuaan dini, flek hitam hingga kanker kulit.
Menurut BMKG, indeks UV di Indonesia bisa mencapai kategori ekstrem, sehingga risiko kerusakan kulit lebih tinggi dibanding negara subtropis.
Di balik tantangan tersebut, sains mulai melirik solusi dari bahan alami yang sering kita abaikan. Alam menyediakan banyak tumbuhan dan limbah organik yang sebenarnya memiliki potensi besar tetapi jarang dimanfaatkan.
Salah satunya adalah daun amis-amisan (Houttuynia cordata) dan cangkang telur ayam.
Keduanya mudah ditemukan di sekitar kita, daun amis-amisan sering tumbuh liar sebagai tanaman herbal, sedangkan cangkang telur hanya berakhir di tempat sampah.
Lewat dunia analisis kimia, ternyata kedua bahan sederhana ini menyimpan rahasia perlindungan kulit yang luar biasa.
Daun amis-amisan sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia, khususnya di Tiongkok, Korea dan Jepang. Namun, penelitian modern memberikan perspektif baru tentang khasiatnya.
Analisis kimia menemukan bahwa amis-amisan mengandung flavonoid seperti quercetin, quercitrin dan rutin, yang merupakan senyawa antioksidan kuat.
Antioksidan bekerja dengan cara menetralisasi radikal bebas, molekul berbahaya yang terbentuk akibat paparan UV. Studi Charachit et al. (2022) menunjukkan bahwa ekstrak amis-amisan mampu melindungi sel kulit manusia dari kerusakan akibat radiasi UVB, jenis sinar yang paling merusak DNA.
Tidak hanya itu, amis-amisan juga mengandung polisakarida alami yang membantu menjaga kelembapan lapisan kulit luar.
Cangkang telur yang sering dianggap limbah dapur ternyata menyimpan harta karun kimia yang menakjubkan. Sekitar 98 persen komposisi cangkang telur adalah kalsium karbonat (CaCO₃), mineral alami yang mampu menyerap dan memantulkan sinar ultraviolet (Nurlaili et al. 2017).
Menariknya, sifat ini mirip dengan bahan anorganik yang biasa digunakan dalam tabir surya komersial seperti zinc oxide atau titanium dioxide. Perbedaannya, kalsium karbonat dari cangkang telur berasal dari limbah yang melimpah dan murah.
Melalui teknik sonikasi proses laboratorium yang menggunakan gelombang ultrasonik, cangkang telur diubah menjadi partikel halus transparan.
Flavonoid dalam daun amis-amisan bekerja sebagai filter kimia alami yang menyerap radiasi UV dan menetralisasi radikal bebas.
Di sisi lain, kalsium karbonat dari cangkang telur bertindak sebagai filter fisik yang memantulkan sinar UV sebelum masuk ke lapisan kulit. Kombinasi keduanya menciptakan perlindungan ganda: dari dalam melalui aktivitas antioksidan dan dari luar melalui lapisan mineral pelindung.
Analisis kimia menjadi kunci penting untuk membuktikan khasiat kedua bahan alami ini. Melalui berbagai metode canggih, ilmu kimia dapat mengidentifikasi dan mengukur kandungan senyawa aktif di dalamnya.
Instrumentasi spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menguji daya serap ekstrak amis-amisan terhadap sinar UV. Selain itu, teknik HPLC (High Performance Liquid Chromatography) dapat memetakan jenis dan kadar flavonoid dalam daun amis-amisan.
Dengan metode ini, senyawa quercitrin dan rutin dapat dipisahkan dan diukur secara akurat. Tanpa analisis kimia, semua klaim hanya akan sebatas dugaan tetapi dengan data ilmiah, manfaat ini dapat dibuktikan secara konkret.
Daun amis-amisan dan cangkang telur mengajarkan kita tentang bagaimana sains dapat membuka potensi besar dari sumber daya yang selama ini terabaikan.
Daun liar yang sering dipandang sebelah mata dan limbah dapur yang biasa dibuang, ternyata menyimpan kekuatan untuk menjaga kesehatan kulit.
Melalui analisis kimia, rahasia tersebut diungkap dan diberi nilai tambah. Kita dapat membayangkan sebuah dunia di mana perlindungan kulit, pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi lokal berjalan seiring. Semua itu dimulai dari keberanian melihat bahan sederhana dengan sudut pandang ilmiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









