Akurat

Mengapa Daerah Dataran Tinggi Juga Bisa Mengalami Banjir

Ratu Tiara | 3 November 2025, 20:11 WIB
Mengapa Daerah Dataran Tinggi Juga Bisa Mengalami Banjir

AKURAT.CO Banjir sering kali identik dengan wilayah dataran rendah, namun faktanya daerah dataran tinggi juga tidak sepenuhnya bebas dari risiko banjir. 

Fenomena ini kerap terjadi akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia yang mengubah kondisi lingkungan.

Banjir di dataran tinggi umumnya bersifat bandang, datang tiba-tiba, dan memiliki daya rusak yang lebih besar karena membawa material seperti batu, lumpur, dan kayu.

Baca Juga: Kemensos Kirim Bantuan Senilai Rp3 Miliar Lebih untuk Korban Banjir di Semarang

Curah Hujan Tinggi dan Kontur Tanah yang Miring

Mengutip dari BMKG, salah satu penyebab utama banjir di dataran tinggi adalah curah hujan ekstrem yang berlangsung dalam waktu lama. 

Ketika intensitas hujan tinggi, tanah yang berada di lereng bukit tidak mampu menyerap air dengan cepat. Akibatnya, air akan mengalir deras ke area yang lebih rendah dan menimbulkan banjir bandang.

Selain itu, kontur tanah yang miring menyebabkan air bergerak cepat ke bawah tanpa sempat terserap sepenuhnya oleh tanah. Jika aliran air ini membawa material dari atas bukit, maka dampaknya bisa lebih parah dan berpotensi menimbulkan longsor.

Baca Juga: Kementerian PU Kerahkan 27 Pompa Mobile untuk Percepat Penanganan Banjir Semarang

Kerusakan Hutan dan Alih Fungsi Lahan

Hilangnya vegetasi hutan di daerah pegunungan juga menjadi penyebab utama meningkatnya risiko banjir. 

Pohon dan akar berfungsi menyerap air hujan serta menahan erosi tanah. Ketika hutan digunduli untuk pertanian, permukiman, atau pembangunan pariwisata, kemampuan tanah menyerap air menurun drastis.

Alih fungsi lahan tanpa perencanaan yang baik membuat air hujan langsung mengalir ke permukaan tanpa hambatan. Dalam kondisi tertentu, aliran air yang cepat dari dataran tinggi bisa menyebabkan banjir di wilayah bawah yang sebelumnya aman dari genangan.

Peran Drainase dan Pengelolaan Lingkungan

Selain faktor alam, sistem drainase yang buruk juga memperparah banjir di kawasan dataran tinggi. Jalan-jalan yang tertutup beton tanpa jalur resapan membuat air hujan tidak memiliki tempat untuk mengalir dengan baik.

Untuk mencegah banjir di wilayah pegunungan, diperlukan perbaikan tata ruang dan penghijauan kembali area yang gundul.

Upaya konservasi seperti pembuatan sumur resapan dan hutan lindung dapat membantu menahan air agar tidak langsung mengalir ke bawah.

Nora Niswatun Choirina (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R