Akurat

Kunci Jawaban PPG Modul 2 PSE Topik 2 Mengenai 3 Kategori Empati

Idham Nur Indrajaya | 5 Oktober 2025, 22:26 WIB
Kunci Jawaban PPG Modul 2 PSE Topik 2 Mengenai 3 Kategori Empati

AKURAT.CO Dalam dunia pendidikan, kemampuan guru untuk memahami murid tidak hanya soal transfer ilmu, tapi juga tentang memahami perasaan dan perspektif mereka. Di sinilah konsep Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) menjadi sangat penting. Salah satu aspek utama PSE adalah empati, kemampuan memahami dan merasakan emosi orang lain.

Empati bukan sekadar rasa iba atau simpati, melainkan keterampilan penting yang membuat guru mampu membangun hubungan tulus dan bermakna dengan murid. Para ahli psikologi membagi empati menjadi tiga kategori utama: cognitive, emotional, dan actionable. Memahami ketiganya bisa membantu guru merespons murid secara lebih efektif, baik secara emosional maupun tindakan nyata.


Apa Itu Empati dan Mengapa Penting?

Empati adalah kemampuan seseorang untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain seolah-olah berada di posisi mereka. Lewat empati, kita bisa lebih peka terhadap perasaan orang lain, membangun koneksi yang tulus, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Dalam praktik PSE, empati memungkinkan guru tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga memahami kondisi sosial dan emosional murid. Hal ini bisa berdampak besar pada motivasi belajar, hubungan interpersonal, dan kesehatan mental murid.


Tiga Kategori Empati yang Perlu Diketahui Guru

1. Empati Kognitif (Cognitive Empathy)

Empati kognitif, atau dikenal juga sebagai perspective taking, adalah kemampuan untuk memahami pikiran, perspektif, dan cara berpikir orang lain tanpa harus merasakan emosi mereka secara langsung.

Contoh:
Seorang guru memahami bahwa muridnya kesulitan belajar karena situasi keluarga yang kurang mendukung, meski guru itu sendiri tidak merasakan kesulitan yang sama.

Fungsi:

  • Memungkinkan komunikasi yang lebih efektif.

  • Berguna dalam konseling, kepemimpinan, atau negosiasi dengan murid.

Empati kognitif membantu guru melihat situasi dari sudut pandang murid, sehingga strategi pembelajaran bisa lebih tepat sasaran.


2. Empati Emosional (Emotional Empathy)

Empati emosional atau affective empathy adalah kemampuan untuk merasakan emosi orang lain seolah-olah kita yang mengalaminya. Jenis empati ini memungkinkan guru merespons perasaan murid dengan kepekaan yang tinggi.

Contoh:
Seorang guru ikut sedih saat mendengar cerita murid yang kehilangan anggota keluarga.

Fungsi:

  • Membangun koneksi emosional yang dalam.

  • Memotivasi guru dan murid untuk lebih peduli dan terlibat secara afektif.

Dengan empati emosional, interaksi antara guru dan murid menjadi lebih hangat, karena murid merasa didengar dan dipahami secara emosional.


3. Empati yang Ditindaklanjuti (Actionable Empathy)

Empati actionable, atau compassionate empathy, adalah kemampuan untuk mengubah pemahaman dan perasaan empatik menjadi tindakan nyata. Jenis empati ini menekankan bahwa peduli tidak cukup hanya dirasakan, tapi harus diwujudkan dalam aksi.

Contoh:
Guru menemani murid yang sedang berduka, memberi dukungan, atau membantu mengatasi kesulitan belajar.

Fungsi:

  • Menunjukkan bahwa empati bukan hanya soal perasaan atau pemahaman, tapi juga kepedulian yang nyata.

  • Mendorong intervensi positif yang konkret dalam kehidupan murid.

Empati actionable memicu tindakan yang membangun komunitas belajar yang suportif dan peduli terhadap kesejahteraan siswa.


Mengapa Guru Perlu Memahami Ketiga Jenis Empati?

Menguasai ketiga kategori empati ini membuat guru tidak hanya menjadi pengajar akademis, tetapi juga pendamping emosional bagi murid. Guru yang mampu mengintegrasikan empati kognitif, emosional, dan actionable dalam interaksi sehari-hari dapat:

  • Meningkatkan motivasi belajar murid.

  • Membangun hubungan yang sehat dan aman.

  • Menurunkan konflik di kelas.

  • Membantu murid mengembangkan keterampilan sosial dan emosional mereka sendiri.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Psikologi Terang: Kekuatan Positif dalam Memahami dan Menginspirasi Orang Lain oleh Bagas Bantara, empati adalah bentuk koneksi emosional yang mendalam, bukan sekadar rasa iba. Artinya, guru yang empatik bisa memahami keseluruhan spektrum emosi murid, baik saat bahagia maupun saat menghadapi kesulitan.


Kesimpulan

Empati merupakan keterampilan esensial dalam Pembelajaran Sosial Emosional (PSE). Tiga kategori empati—cognitive, emotional, dan actionable—memberikan guru kerangka untuk memahami, merasakan, dan merespons murid dengan cara yang lebih efektif. Dengan memahami dan menerapkan ketiga jenis empati ini, guru bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, suportif, dan produktif.

Kalau kamu tertarik memahami lebih dalam mengenai PSE dan strategi guru efektif, pantau terus update selanjutnya di situs kami.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Experiential Learning Menurut David Kolb? Ini Penjelasannya

Baca Juga: Kunci Jawaban PMM: Ceritakan Apa Inspirasi yang Bapak/Ibu Guru Dapatkan Setelah Mempelajari Topik Ini dalam PPG 2025?

FAQ

1. Apa itu empati dalam konteks Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)?
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain seolah-olah berada di posisi mereka. Dalam PSE, empati membantu guru memahami murid secara emosional dan sosial, sehingga tercipta hubungan yang tulus dan suportif.

2. Berapa kategori empati yang perlu diketahui guru?
Empati dibagi menjadi tiga kategori utama: cognitive (kognitif), emotional (emosional), dan actionable (ditindaklanjuti). Masing-masing memiliki cara berbeda dalam merespons emosi murid.

3. Apa itu empati kognitif (cognitive empathy)?
Empati kognitif adalah kemampuan memahami perspektif dan pikiran orang lain tanpa harus merasakan emosi mereka secara langsung. Contohnya, seorang guru memahami alasan murid kesulitan belajar tanpa merasakan kesulitan itu sendiri.

4. Apa itu empati emosional (emotional empathy)?
Empati emosional adalah kemampuan merasakan emosi orang lain seolah-olah kita yang mengalaminya. Misalnya, guru ikut sedih saat mendengar cerita murid kehilangan anggota keluarga.

5. Apa itu empati actionable (actionable empathy)?
Empati actionable adalah kemampuan untuk mengubah pemahaman dan perasaan empatik menjadi tindakan nyata. Contohnya, guru menemani murid yang berduka atau membantu murid mengatasi kesulitan belajar.

6. Mengapa ketiga jenis empati penting bagi guru?
Dengan memahami dan menerapkan ketiga jenis empati, guru dapat:

  • Meningkatkan motivasi belajar murid

  • Membangun hubungan yang sehat dan aman

  • Menurunkan konflik di kelas

  • Membantu murid mengembangkan keterampilan sosial dan emosional

7. Apakah empati sama dengan simpati?
Tidak. Empati lebih mendalam dibanding simpati. Empati melibatkan pemahaman perspektif dan perasaan orang lain, serta bisa diikuti tindakan nyata, sementara simpati hanya rasa iba atau prihatin.

8. Bagaimana guru bisa melatih empati di kelas?
Guru bisa melatih empati dengan:

  • Mendengarkan murid secara aktif

  • Memperhatikan bahasa tubuh dan emosi murid

  • Mengajak murid berbagi pengalaman dan perasaan

  • Memberikan bantuan atau dukungan nyata saat dibutuhkan

9. Apakah empati penting untuk perkembangan sosial murid?
Ya. Guru yang empatik membantu murid merasa didengar, dihargai, dan aman secara emosional. Hal ini mendukung perkembangan keterampilan sosial, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.