Fase Bulan 29 September 2025 Masuki Kuartal Pertama

AKURAT.CO Hari ini, Senin (29/9/2025), bulan memasuki fase Kuartal Pertama. Usianya delapan hari dengan cahaya sekitar 47 persen yang terlihat dari Bumi.
Fase ini menandai seperempat perjalanan bulan dalam orbitnya mengelilingi Bumi. Dari permukaan, bulan tampak setengah bagian terang dan setengah gelap.
Bulan Kuartal Pertama akan mencapai puncaknya pada pukul 19.54 waktu setempat. Fase ini membuat bulan terlihat tinggi di langit malam dan mudah diamati, sebagaimana dikutip dari NASA, Senin (29/9/2025).
Fase bulan selalu berubah, dimulai dari bulan baru hingga kembali lagi ke titik awal. Pergeseran ini terjadi karena posisi bulan terhadap matahari dan Bumi yang terus bergerak.
Empat fase utama bulan adalah Bulan Baru, Kuartal Pertama, Bulan Purnama dan Kuartal Terakhir. Masing-masing fase memiliki jarak waktu sekitar satu minggu.
Bulan Purnama menjadi momen paling terang dan biasanya menarik perhatian pengamat langit. Namun, fase Kuartal Pertama juga sering dipilih karena detail permukaan bulan terlihat jelas dengan teleskop.
Bagi yang ingin mengamati, teleskop sederhana sudah cukup untuk melihat kawah dan permukaan bulan. Misalnya, Celestron StarSense Explorer kerap direkomendasikan untuk pemula.
Selain indah, fase bulan juga berpengaruh pada pasang surut air laut di Bumi. Saat fase tertentu, seperti Bulan Baru atau Purnama, pasang laut mencapai titik tertinggi.
Fenomena pasang surut ini sudah lama dikaitkan dengan gravitasi bulan dan matahari. Interaksi keduanya dengan Bumi menciptakan variasi pasang yang bisa diamati setiap hari.
Dengan siklus yang konsisten, fase bulan juga menjadi dasar kalender kuno. Hingga kini, perubahan bentuk bulan tetap menjadi panduan alami yang mudah dikenali manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









