Aliran Energi dalam Ekosistem: Dari Matahari ke Predator Puncak

AKURAT.CO Ekosistem adalah sebuah sistem kehidupan yang terdiri dari beragam makhluk hidup dan hubungan timbal balik di antara mereka.
Salah satu interaksi paling penting dalam ekosistem adalah proses makan-dimakan, yang menjadi jalur utama bagi makhluk hidup untuk memperoleh energi.
Hubungan ini biasanya digambarkan dalam bentuk rantai makanan.
Lewat rantai makanan, kita bisa melihat siapa yang memangsa, siapa yang dimangsa, sekaligus bagaimana energi mengalir dari satu organisme ke organisme lain.
Apa Itu Aliran Energi?
Aliran energi dalam ekosistem adalah proses perpindahan energi dari matahari → tumbuhan (produsen) → hewan (konsumen) → dekomposer.
Hampir semua kehidupan di bumi bergantung pada energi matahari.
Namun, hanya sebagian kecil sinarnya yang bisa dimanfaatkan tumbuhan, yakni sekitar 2–10% dari radiasi Photosynthetically Active Radiation (PAR).
Meski kecil, energi inilah yang menjadi fondasi bagi seluruh kehidupan.
Tumbuhan menangkap energi cahaya melalui fotosintesis, lalu menyimpannya dalam bentuk energi kimia (glukosa).
Saat tumbuhan dimakan herbivora, energi ini berpindah ke tubuh konsumen, lalu terus berlanjut ke karnivora, dan seterusnya.
Namun, perpindahan energi ini tidak efisien. Sebagian besar energi hilang sebagai panas.
Itulah sebabnya aliran energi selalu bersifat satu arah (unidirectional) dan semakin ke atas, jumlah energi yang tersedia makin sedikit.
Baca Juga: Langkah Bersejarah: Inggris, Australia, dan Kanada Resmi Akui Negara Palestina
Tingkat Trofik dalam Ekosistem
Energi dalam rantai makanan berpindah melalui tingkatan yang disebut tingkat trofik. Semakin tinggi posisinya, semakin sedikit energi yang tersedia. Berikut urutannya:
-
Produsen (Tingkat Trofik 1)
Tumbuhan hijau, alga, dan fitoplankton. Mereka mampu membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Energi yang mereka simpan menjadi dasar bagi semua kehidupan lain.
-
Konsumen Primer (Tingkat Trofik 2)
Herbivora yang memakan tumbuhan, misalnya belalang, rusa, sapi, atau kelinci.
-
Konsumen Sekunder (Tingkat Trofik 3)
Karnivora pemangsa herbivora, contohnya katak yang memangsa belalang atau ikan kecil yang memangsa zooplankton.
-
Konsumen Tersier (Tingkat Trofik 4)
Karnivora tingkat tinggi, misalnya ular yang memangsa katak atau burung elang yang memangsa ular.
-
Predator Puncak (Apex Predator)
Pemangsa tertinggi yang tidak punya predator alami, seperti harimau, hiu, atau elang laut. Mereka berperan penting menjaga keseimbangan populasi.
-
Dekomposer dan Detritivor
Bakteri, jamur, cacing tanah, hingga larva serangga. Mereka menguraikan sisa-sisa organisme mati menjadi zat anorganik yang akan kembali digunakan tumbuhan. Tanpa mereka, siklus energi akan terputus.
Contoh Rantai Makanan Sederhana
Baca Juga: Damai Putra Group Sediakan Fasilitas Ibadah bagi Warga Cluster Vasana dan Neo Vasana
Sebagai ilustrasi, bayangkan rantai makanan di padang rumput:
Rumput → Belalang → Katak → Ular → Elang
Pada tiap tahap, energi berpindah ke organisme berikutnya, tetapi jumlahnya semakin berkurang karena sebagian hilang sebagai panas.
Dari Rantai ke Jaring-Jaring Makanan
Kenyataannya, interaksi makan-dimakan di alam jauh lebih kompleks daripada sekadar rantai tunggal. Seekor rumput bisa dimakan belalang, rusa, atau sapi. Ular bisa memangsa katak, tetapi juga tikus.
Kumpulan rantai makanan yang saling terhubung inilah yang disebut jaring-jaring makanan. Pola ini lebih realistis, karena satu organisme bisa sekaligus menjadi mangsa dan pemangsa bagi organisme lain.
Dengan adanya jaring-jaring makanan, ekosistem menjaga keseimbangan populasi dan mencegah satu spesies mendominasi terlalu besar.
Aliran energi adalah denyut nadi ekosistem. Dari sinar matahari yang ditangkap tumbuhan, energi mengalir ke seluruh makhluk hidup, hingga akhirnya kembali ke tanah lewat dekomposer.
Rantai makanan dan jaring-jaring makanan bukan hanya gambaran hubungan “siapa makan siapa”, tetapi juga menunjukkan betapa rapuh sekaligus seimbangnya kehidupan di bumi.
Tanpa pemangsa, tanpa dekomposer, bahkan tanpa rumput kecil di dasar rantai, keseimbangan ekosistem bisa runtuh.
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










