Akurat

Apa Saja Komponen Biotik dan Abiotik yang Ada di Lingkungan Sekitar Sekolah? Ini Contoh-contohnya!

Naufal Lanten | 11 November 2025, 16:51 WIB
Apa Saja Komponen Biotik dan Abiotik yang Ada di Lingkungan Sekitar Sekolah? Ini Contoh-contohnya!

 

AKURAT.CO Setiap tempat yang kita tinggali, termasuk sekolah, sebenarnya merupakan bagian dari ekosistem. Di dalamnya terdapat dua komponen utama yang saling berhubungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Kedua komponen ini bekerja bersama membentuk sistem kehidupan yang seimbang.

Menurut buku Super Complete SMP/MTs 7-8-9 karya Tim Guru Inspiratif, komponen biotik adalah semua makhluk hidup yang menjadi bagian dari penyusun ekosistem. Di dalamnya termasuk manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Sementara komponen abiotik merupakan kebalikannya — unsur penyusun ekosistem yang berasal dari benda mati seperti tanah, air, udara, cahaya matahari, dan suhu.

Kedua komponen ini tidak bisa dipisahkan. Ketika salah satunya terganggu, maka keseimbangan ekosistem pun ikut terpengaruh. Misalnya, ketika udara di sekitar sekolah tercemar, tumbuhan sulit tumbuh dengan baik, dan hewan-hewan kecil pun kehilangan tempat hidupnya.


Pengertian Komponen Biotik dan Pembagiannya

Komponen biotik mencakup semua makhluk hidup di lingkungan sekolah. Berdasarkan fungsinya dalam rantai makanan, komponen biotik dibagi menjadi tiga kelompok utama:

  1. Produsen, yaitu makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Contohnya tumbuhan hijau seperti rumput, pohon, dan tanaman hias di halaman sekolah.

  2. Konsumen, yaitu makhluk hidup yang mendapatkan energi dengan memakan makhluk hidup lain. Konsumen dibagi menjadi beberapa tingkat:

    • Konsumen primer (pemakan tumbuhan), seperti ulat atau jangkrik.

    • Konsumen sekunder (pemakan konsumen primer), seperti burung pemakan serangga.

  3. Pengurai (dekomposer), yakni organisme seperti bakteri dan jamur yang berfungsi menguraikan sisa makhluk hidup yang telah mati menjadi zat yang bisa digunakan kembali oleh produsen.

Setiap makhluk hidup di lingkungan sekolah saling bergantung satu sama lain. Misalnya, tumbuhan menghasilkan oksigen dan makanan yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan, sementara hewan membantu proses penyerbukan dan penyebaran biji.


Komponen Abiotik dan Fungsinya

Sementara itu, komponen abiotik adalah unsur tak hidup yang membentuk lingkungan fisik di sekolah. Komponen ini menyediakan tempat, energi, dan kondisi yang memungkinkan makhluk hidup bisa bertahan hidup.

Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Teguh Sugiyarto dan Eny Ismawati, komponen abiotik meliputi unsur seperti udara, tanah, air, cahaya matahari, suhu, dan gaya gravitasi. Beberapa komponen abiotik bahkan tidak bergantung pada keberadaan makhluk hidup, seperti udara dan matahari.

Tanpa komponen abiotik, makhluk hidup tidak akan bisa bertahan. Tanah menjadi media tumbuh tanaman, air diperlukan untuk proses metabolisme, dan cahaya matahari menjadi sumber energi bagi proses fotosintesis.


Contoh Komponen Biotik di Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah adalah miniatur ekosistem yang bisa dengan mudah kita amati. Berikut berbagai contoh komponen biotik yang ada di sekitar sekolah:

Di halaman sekolah, kita bisa menemukan berbagai jenis tumbuhan seperti pohon rindang, semak, rumput lapangan, hingga tanaman hias di pot. Tak jarang juga terlihat hewan kecil seperti burung, kupu-kupu, lebah, semut, jangkrik, atau cicak yang hidup di sekitar area tersebut.

Selain itu, ada pula mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang hidup di tanah dan membantu proses penguraian sisa-sisa makhluk hidup. Manusia — guru, siswa, petugas kebersihan, hingga penjaga sekolah — juga termasuk bagian penting dari komponen biotik karena mereka berperan aktif dalam menjaga dan memanfaatkan lingkungan sekolah.

Bahkan, beberapa sekolah memiliki kolam ikan atau hewan peliharaan seperti kucing yang menambah keanekaragaman hayati di lingkungan tersebut.


Contoh Komponen Abiotik di Lingkungan Sekolah

Tak kalah penting dari makhluk hidup, komponen abiotik juga mudah dijumpai di area sekolah. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tanah, sebagai tempat tumbuh tanaman dan pijakan aktivitas sehari-hari.

  • Udara, yang terdiri dari gas-gas seperti oksigen dan karbon dioksida untuk mendukung kehidupan.

  • Air, digunakan untuk kebutuhan sanitasi, menyiram tanaman, hingga sebagai habitat bagi organisme tertentu.

  • Suhu dan pencahayaan, yang memengaruhi kenyamanan belajar dan kesehatan lingkungan sekolah.

  • Bangunan dan infrastruktur, seperti gedung kelas, jalan, pagar, lapangan, serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

  • Peralatan dan perlengkapan, misalnya meja, kursi, papan tulis, buku, dan alat tulis, yang semuanya berperan dalam mendukung proses pendidikan.

Semua elemen tersebut menjadi satu kesatuan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar.


Hubungan Saling Ketergantungan Antara Komponen Biotik dan Abiotik

Dalam ekosistem sekolah, komponen biotik dan abiotik tidak bisa berdiri sendiri. Tumbuhan membutuhkan tanah, air, dan cahaya matahari untuk hidup. Hewan dan manusia membutuhkan udara dan makanan yang dihasilkan oleh tumbuhan. Sementara keberadaan manusia mempengaruhi kondisi lingkungan fisik, seperti kebersihan udara dan kualitas air.

Menurut Efbertias Sitorus dkk. dalam buku Pengetahuan Lingkungan (2021), komponen abiotik menjadi tempat berlangsungnya kehidupan, sedangkan komponen biotik memanfaatkan dan menjaga keseimbangan dari komponen abiotik tersebut.

Keterkaitan ini menjelaskan mengapa setiap unsur di lingkungan, sekecil apa pun, memiliki peran penting dalam menjaga harmoni ekosistem.


Kesimpulan

Ekosistem sekolah adalah contoh nyata bagaimana makhluk hidup dan benda mati berinteraksi membentuk keseimbangan alam. Komponen biotik seperti tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme saling berhubungan erat dengan komponen abiotik seperti tanah, udara, air, cahaya, dan suhu.

Keduanya tidak dapat dipisahkan karena saling membutuhkan. Ketika salah satu terganggu, keseimbangan ekosistem pun ikut terancam. Oleh sebab itu, menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan lestari bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan di sekitar kita.

Kalau kamu tertarik dengan pembahasan seputar ekosistem dan lingkungan hidup lainnya, pantau terus artikel-artikel menarik lainnya di laman ini.

Baca Juga: Adaptasi Fisiologis: Cara Tubuh Makhluk Hidup Bertahan di Lingkungan yang Berubah

Baca Juga: Mengapa Makhluk Hidup Membutuhkan Energi? Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 Halaman 61

FAQ


1. Apa yang dimaksud dengan komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem sekolah?

Komponen biotik adalah semua makhluk hidup yang ada di lingkungan sekolah seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Sementara itu, komponen abiotik adalah unsur tak hidup seperti tanah, air, udara, cahaya matahari, suhu, dan bangunan yang mendukung kehidupan di sekolah.


2. Mengapa komponen biotik dan abiotik saling bergantung satu sama lain?

Kedua komponen ini saling bergantung karena kehidupan makhluk hidup (komponen biotik) sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik (komponen abiotik). Misalnya, tumbuhan membutuhkan air, tanah, dan sinar matahari untuk tumbuh, sementara hewan dan manusia membutuhkan oksigen dari udara dan makanan dari tumbuhan.


3. Apa contoh komponen biotik yang ada di lingkungan sekolah?

Beberapa contoh komponen biotik di sekolah antara lain siswa, guru, penjaga sekolah, pohon, rumput, burung, kupu-kupu, semut, ikan di kolam sekolah, serta mikroorganisme seperti jamur dan bakteri di tanah.


4. Apa saja contoh komponen abiotik yang dapat ditemukan di sekolah?

Contoh komponen abiotik di lingkungan sekolah meliputi tanah, udara, air, cahaya matahari, suhu, batu, pasir, meja, kursi, gedung sekolah, pagar, dan peralatan belajar seperti buku atau papan tulis. Semua ini termasuk benda mati yang menunjang aktivitas di sekolah.


5. Apa fungsi utama komponen biotik di lingkungan sekolah?

Fungsi komponen biotik adalah menjaga keseimbangan ekosistem sekolah. Tumbuhan berperan sebagai produsen yang menghasilkan oksigen dan makanan, hewan serta manusia menjadi konsumen, dan mikroorganisme seperti bakteri serta jamur berfungsi sebagai pengurai sisa-sisa makhluk hidup.


6. Bagaimana pengaruh komponen abiotik terhadap kehidupan di sekolah?

Komponen abiotik memengaruhi kenyamanan dan keberlangsungan kehidupan di sekolah. Misalnya, pencahayaan dan suhu yang baik membuat kegiatan belajar lebih nyaman, air dan udara bersih mendukung kesehatan, sementara tanah dan bangunan menyediakan tempat untuk aktivitas belajar dan bermain.


7. Apa yang terjadi jika salah satu komponen biotik atau abiotik terganggu?

Jika salah satu komponen terganggu, keseimbangan ekosistem di sekolah akan ikut terpengaruh. Contohnya, jika udara tercemar atau air kotor, maka tumbuhan akan sulit tumbuh dan kesehatan manusia di sekolah juga bisa terganggu.


8. Mengapa penting mengenal komponen biotik dan abiotik di lingkungan sekolah?

Mengetahui komponen biotik dan abiotik membantu kita memahami bagaimana sistem kehidupan bekerja secara seimbang. Dengan memahami hubungan keduanya, siswa dan warga sekolah bisa lebih peduli dalam menjaga kebersihan, kelestarian, dan kesehatan lingkungan sekolah.


9. Apa contoh hubungan antara komponen biotik dan abiotik di sekolah?

Contohnya, pohon (komponen biotik) membutuhkan air, tanah, dan sinar matahari (komponen abiotik) untuk tumbuh. Sebaliknya, pohon membantu menjaga kualitas udara dan suhu lingkungan agar tetap sejuk serta nyaman bagi manusia dan hewan di sekitar sekolah.


10. Bagaimana cara menjaga keseimbangan antara komponen biotik dan abiotik di sekolah?

Caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan, merawat tanaman di sekolah, tidak membuang sampah sembarangan, menghemat air dan listrik, serta memastikan udara tetap bersih. Dengan begitu, seluruh komponen ekosistem di sekolah dapat berfungsi dengan baik dan saling mendukung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.