Mengenal Perbedaan dan Manfaat Pupuk Organik dan Pupuk Kimia

AKURAT.CO Dalam dunia pertanian, pupuk menjadi salah satu komponen utama yang berfungsi menunjang pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 505 Tahun 2006, pupuk didefinisikan sebagai bahan, baik kimia maupun organisme, yang berperan dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Jika ditelusuri ke belakang, penggunaan pupuk bermula dari bahan-bahan alami seperti sisa pelapukan tanaman, arang kayu, dan kotoran hewan. Namun, perkembangan besar terjadi pada tahun 1840 ketika Justus Von Liebig memperkenalkan pupuk kimia untuk pertama kalinya. Ia mengungkapkan bahwa tanaman memperoleh karbon dari udara, sementara mineral penting seperti kalium, kalsium, sulfur, dan fosfor berasal dari dalam tanah.
Baca Juga: Ganjar Ajak Petani Milenial Kuatkan Ketahanan Pangan Dan Galakkan Pupuk Organik
Manfaat Pupuk Kimia dan Pupuk Organik dalam Pertanian
Penggunaan pupuk memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil pertanian.
Secara umum, pupuk dibagi menjadi dua jenis, yaitu pupuk kimia dan pupuk organik. Keduanya sama-sama bermanfaat, namun memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut penjelasannya:
Manfaat Pupuk Kimia
Pupuk kimia, seperti urea dan NPK, dikenal karena kandungan nutrisinya yang terukur dengan jelas dan cepat diserap tanaman. Inilah beberapa manfaat utamanya:
-
Mempercepat Pertumbuhan Tanaman
Kandungan nitrogen yang tinggi pada pupuk kimia membantu tanaman tumbuh lebih cepat serta membuat daun tampak lebih hijau dan sehat. -
Meningkatkan Produksi dan Kualitas Panen
Dengan pemberian pupuk kimia, hasil panen bisa meningkat signifikan. Tanaman lebih cepat berbuah, dan kualitas biji maupun buah menjadi lebih baik dalam waktu singkat. -
Memenuhi Kebutuhan Hara Spesifik
Kandungan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, sehingga penggunaannya lebih efisien.
Baca Juga: Kementan Dorong Pemanfaatan Eco Enzim untuk Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia
Manfaat Pupuk Organik
Berbeda dengan pupuk kimia, pupuk organik berasal dari bahan alami sehingga lebih ramah lingkungan dan berfungsi jangka panjang. Berikut manfaatnya:
-
Memperbaiki Struktur Tanah
Pupuk organik menambah kandungan bahan organik dalam tanah, meningkatkan kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah, serta menjaga kelembapan tetap stabil. -
Ramah Lingkungan
Karena berasal dari bahan alami, pupuk organik aman digunakan tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Hal ini menjadikannya lebih sehat bagi tanaman maupun manusia. -
Meningkatkan Aktivitas Mikroorganisme
Kandungan organik dalam pupuk ini mendukung kehidupan mikroorganisme yang berperan penting dalam proses penyuburan tanah.
Perbedaan Pupuk Organik dan Pupuk Kimia
-
Asal Bahan Pupuk
Pupuk organik dibuat dari bahan alami, seperti sisa tanaman, kompos, hingga kotoran hewan. Sebaliknya, pupuk kimia atau anorganik berasal dari olahan zat kimia tambahan yang diformulasikan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman. -
Dampak terhadap Lingkungan
Dari sisi keamanan, pupuk organik jauh lebih ramah lingkungan karena mampu menjaga organisme tanah tetap hidup dan ekosistem tetap seimbang. Pupuk kimia memang efektif, tetapi jika digunakan berlebihan bisa merusak tanah, mengganggu ekosistem, bahkan berpotensi berdampak pada kesehatan manusia. -
Kandungan Unsur Hara
Pupuk organik mengandung beragam nutrisi dan unsur hara penting dalam jumlah lebih lengkap. Sementara itu, pupuk kimia biasanya hanya menyediakan beberapa unsur spesifik seperti nitrogen, fosfor, atau kalium dalam kadar tertentu. -
Efektivitas Penggunaan
Pupuk kimia bekerja lebih cepat karena langsung diserap, sehingga hasilnya terlihat dalam waktu singkat. Namun, pupuk organik cenderung bereaksi lebih lambat meski manfaat jangka panjangnya lebih baik untuk menjaga kesuburan tanah.
Memahami perbedaan pupuk organik dan pupuk kimia sangat penting agar petani bisa menyesuaikan dengan kebutuhan tanamannya.
Jika ingin hasil cepat, pupuk kimia bisa menjadi pilihan, tetapi untuk menjaga kesuburan tanah jangka panjang, pupuk organik lebih direkomendasikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









