10 Bangunan Tertua di Dunia yang Menjadi Saksi Perjalanan Manusia

AKURAT.CO Sejarah manusia tidak hanya tercatat dalam tulisan atau cerita lisan, tetapi juga tersimpan dalam batu, kayu, dan tanah yang dirangkai menjadi bangunan. Setiap struktur yang berdiri sejak ribuan bahkan ratusan ribu tahun lalu menjadi saksi bisu bagaimana manusia berevolusi, beradaptasi dan menciptakan peradaban.
Dari gua sederhana yang melindungi dari cuaca ekstrem hingga piramida megah yang menjulang sebagai simbol kekuasaan, bangunan kuno menyimpan kisah tentang kecerdikan dan nilai budaya masyarakat pada zamannya.
1. Kalambo Structure, Zambia – Struktur Kayu Tertua di Dunia
Kalambo Structure merupakan penemuan luar biasa yang membuktikan bahwa manusia purba telah mengenal teknik konstruksi sejak ratusan ribu tahun lalu. Sisa-sisa kayu yang ditemukan menunjukkan adanya bekas potongan dengan alat batu tajam serta sambungan, menandakan keterampilan teknik yang maju untuk masanya.
Para ahli menduga bangunan ini digunakan sebagai rumah sederhana, jembatan, atau platform. Walaupun fungsinya masih menjadi misteri, Kalambo Structure menjadi bukti nyata bahwa manusia purba telah memiliki gagasan arsitektur jauh sebelum lahirnya piramida atau kuil.
2. Theopetra Cave, Yunani – Gua Hunian Tertua
Kawasan Thessaly di Yunani menyimpan gua bersejarah yang dikenal dengan nama Theopetra Cave. Hunian ini diperkirakan digunakan sejak 21.000 tahun sebelum Masehi. Sisa perapian kuno, dinding buatan dari tanah liat, dan jejak kaki anak-anak purba menjadi bukti aktivitas manusia di dalamnya.
Tidak sekadar tempat singgah, gua ini menjadi hunian yang nyaman dan terlindung. Keberadaan Theopetra Cave juga merekam fase transisi penting dari kehidupan pemburu-pengumpul menuju masyarakat bercocok tanam.
3. Göbekli Tepe, Turki – Kuil Pertama Umat Manusia
Göbekli Tepe sering dijuluki sebagai “kuil tertua di dunia”, bahkan lebih tua dibanding Stonehenge atau piramida Mesir. Situs ini dipenuhi pilar batu berbentuk huruf “T” dengan tinggi sekitar 6 meter. Di permukaannya terdapat ukiran hewan seperti singa, kalajengking, dan burung.
Para arkeolog meyakini bahwa tempat ini bukan permukiman, melainkan pusat kegiatan ritual dan keagamaan. Hal yang menarik adalah masyarakat pembangunnya masih berstatus sebagai pemburu-pengumpul, bukan petani. Artinya, motivasi spirituallah yang mendorong lahirnya arsitektur monumental pertama dalam sejarah manusia.
4. Tower of Jericho, Palestina – Menara Batu Tertua
Kota Jericho, yang disebut sebagai salah satu kota tertua di dunia, memiliki menara batu berusia sekitar 8000 SM. Tingginya mencapai 8,5meter dengan tangga spiral di bagian dalam. Fungsinya masih diperdebatkan, apakah sebagai pertahanan, simbol kekuasaan, atau kalender astronomi.
Saat titik balik matahari musim panas, bayangan menara ini ternyata sejajar dengan gunung terdekat. Bukti tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Jericho telah memahami astronomi sejak ribuan tahun lalu.
5. Knap of Howar, Skotlandia – Rumah Batu Tertua di Eropa
Pulau Papa Westray di Orkney menyimpan Knap of Howar, rumah batu berusia 3700 hingga 3500 SM. Bangunan ini terdiri dari dua ruangan yang saling terhubung dan dikelilingi dinding tebal.
Bagian dalamnya dilengkapi rak, perapian, dan bangku batu. Semua itu menunjukkan bahwa masyarakat kala itu telah hidup menetap dengan bertani dan beternak. Keistimewaannya, bangunan ini masih berdiri kokoh meski ribuan tahun dihantam angin laut.
6. Ġgantija Temples, Malta – Kuil Megalitik Raksasa
Pulau Gozo di Malta memiliki Ġgantija Temples, kuil megalitik yang dibangun antara 3600 hingga 3200 SM. Struktur ini tersusun dari batu raksasa, beberapa mencapai tinggi lebih dari lima meter dan berat puluhan ton.
Legenda lokal bahkan menyebut kuil ini dibangun oleh makhluk raksasa. Penemuan patung perempuan besar di situs tersebut menguatkan dugaan bahwa kuil digunakan untuk ritual kesuburan serta pemujaan Dewi Ibu sebagai simbol kehidupan.
7. Cairn of Barnenez, Prancis – Makam Kolektif Megah
Wilayah Brittany menyimpan Cairn of Barnenez, makam kolektif raksasa yang dibangun sekitar 4850 SM. Panjangnya mencapai 72 meter, lebar 25 meter, dan tinggi 9 meter, dengan 11 ruang pemakaman di dalamnya.
Dibangun dari sekitar 14.000 ton batu, monumen ini menjadi salah satu pemakaman terbesar dari era Neolitik di Eropa. Pengerjaannya yang megah menunjukkan adanya sistem sosial kompleks, karena pembangunan semacam ini hanya mungkin dilakukan melalui kerja sama masyarakat dalam skala besar.
8. Piramida Djoser, Mesir – Piramida Pertama
Saqqara di Mesir menjadi lokasi berdirinya Piramida Djoser yang dibangun pada 2667 hingga 2648 SM. Piramida bertingkat ini dirancang oleh arsitek terkenal Imhotep sebagai makam Firaun Djoser.
Bentuknya menyerupai tangga raksasa yang berbeda dari piramida segitiga mulus di Giza. Piramida ini menandai awal era arsitektur monumental Mesir dan bukan sekadar makam, melainkan simbol spiritual perjalanan raja menuju kehidupan abadi.
9. Kuil Nanchan, Tiongkok – Kuil Kayu Tertua
Provinsi Shanxi di Tiongkok menjadi rumah bagi Kuil Nanchan, bangunan kayu tertua di negeri tersebut yang berdiri sejak tahun 782 Masehi pada masa Dinasti Tang. Bangunannya sederhana dengan atap melengkung khas arsitektur Tiongkok dan tiang-tiang besar yang menopang struktur.
Di dalamnya terdapat patung Buddha dari masa awal penyebaran agama Buddha di Tiongkok. Kuil ini menjadi bukti kecanggihan teknik konstruksi kayu serta nilai spiritual masyarakat pada masanya.
10. Hōryū-ji, Jepang – Bangunan Kayu Tertua yang Masih Berdiri
Kota Nara di Jepang menyimpan kompleks kuil Buddha Hōryū-ji yang pertama kali dibangun tahun 607 Masehi lalu direnovasi pada 670 M. Pagoda lima lantai menjulang sebagai ikon bangunan kayu tertua di dunia yang masih berdiri. Teknik sambungan kayu tanpa paku membuat kuil ini mampu bertahan dari gempa bumi yang sering mengguncang Jepang.
Selain menjadi pusat penyebaran agama Buddha, Hōryū-ji kini diakui UNESCO sebagai warisan dunia yang menegaskan kehebatan arsitektur kayu Jepang kuno.
Keberadaan bangunan tertua di dunia menjadi pengingat bahwa peradaban manusia dibangun dari fondasi yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan sosial. Melihat bagaimana nenek moyang mendirikan menara, kuil dan piramida dengan teknologi terbatas, kita diajak untuk lebih menghargai warisan budaya yang masih bertahan hingga kini. Setiap batu dan kayu yang tersisa mengajarkan bahwa kreativitas manusia tidak pernah berhenti, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu.
Laporan: Novi Karyanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









