Akurat

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Fakta dan Makna Singkat

Ratu Tiara | 1 September 2025, 22:02 WIB
Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Fakta dan Makna Singkat

AKURAT.CO Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah tonggak sejarah berdirinya negara yang merdeka dan berdaulat.

Teks sederhana yang dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta bukan hanya pengumuman politik, melainkan simbol kebangkitan bangsa setelah berabad-abad dijajah.

Meski berlangsung singkat di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, peristiwa itu menyimpan dinamika dan ketegangan besar.

Pemuda dan tokoh bangsa berdebat keras mengenai waktu yang tepat untuk mengumumkan kemerdekaan, hingga akhirnya diputuskan tanpa menunggu izin Jepang.

Baca Juga: Apa Isi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Ini Teks Lengkap yang Dibaca Soekarno!

Latar Belakang Proklamasi

Menjelang kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, rakyat Indonesia melihat peluang besar untuk merdeka.

Pemuda mendorong agar Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan, tanpa menunggu janji Jepang yang ingin membentuk kemerdekaan "pemberian."

Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 menjadi titik penting, ketika pemuda membawa Soekarno-Hatta agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tekanan itu akhirnya membuat para pemimpin bangsa sepakat menyusun teks proklamasi.

Isi Teks Proklamasi

Naskah proklamasi disusun di rumah Laksamana Maeda. Soekarno menulis draf, kemudian diketik oleh Sayuti Melik.
Isinya sederhana: Indonesia menyatakan kemerdekaan dan semua urusan pemerintahan diselenggarakan sendiri. Teks itu lalu ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Baca Juga: Mengapa Terdapat Perbedaan Strategi di Antara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang Menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI? Inilah Sejarahnya

Makna Penting Proklamasi

Proklamasi 17 Agustus 1945 memiliki makna luas:

  • Politik: Menjadi titik lahirnya negara berdaulat.
  • Hukum: Dasar berdirinya sistem pemerintahan Indonesia.
  • Sosial: Membangkitkan persatuan rakyat dari berbagai latar belakang.
  • Internasional: Membuka jalan pengakuan dunia terhadap Indonesia.

Setelah Proklamasi

Proklamasi bukan akhir perjuangan. Belanda mencoba kembali lewat agresi militer, sementara rakyat berjuang mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah. Namun legitimasi moral dari proklamasi membuat dunia internasional tidak bisa lagi mengabaikan eksistensi Republik Indonesia.

Sejarah proklamasi mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil pengorbanan.

Teks singkat yang dibacakan Soekarno pada 17 Agustus 1945 menjadi fondasi lahirnya Indonesia, yang hingga kini kita rayakan sebagai Hari Kemerdekaan.

Hansel Finnegan (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R