Akurat

Apakah Menari Hanya Cocok Dilakukan Perempuan? Simak Jawabannya di Sini!

Naufal Lanten | 1 September 2025, 20:21 WIB
Apakah Menari Hanya Cocok Dilakukan Perempuan? Simak Jawabannya di Sini!

AKURAT.CO Apakah kalian setuju dengan anggapan bahwa menari hanya cocok dilakukan oleh perempuan? Mempelajari seni tari sejak dini menjadi cara yang menarik untuk memahami keragaman budaya Indonesia. Pada Buku Bahasa Indonesia Kelas 6 Kurikulum Merdeka, khususnya halaman 44, siswa diajak untuk mengenal lebih dekat dunia tari kontemporer serta pemikiran salah satu seniman tari kebanggaan Indonesia, Eko Supriyanto.

Artikel ini menyajikan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 halaman 44 yang bisa digunakan orang tua atau wali murid sebagai panduan untuk memeriksa pekerjaan anak. Namun, siswa sangat dianjurkan untuk mencoba menjawab terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawaban.


Apa yang Dimaksud dengan Tari Kontemporer?

Pertanyaan 1: Menurut kalian, apa yang dimaksud dengan tari kontemporer? Apa perbedaannya dengan tari tradisional?

Jawaban:
Tari kontemporer adalah bentuk seni tari masa kini yang cenderung bebas dalam berekspresi, tidak terikat pada aturan atau pakem tertentu. Sebaliknya, tari tradisional lebih mengedepankan aturan, nilai budaya, serta pakem gerakan yang diwariskan turun-temurun.

Dengan kata lain, tari kontemporer bersifat lebih eksperimental, sedangkan tari tradisional menjaga kelestarian bentuk asli dari warisan budaya.


Apakah Menari Hanya Cocok untuk Perempuan?

Pertanyaan 2: Apakah kalian setuju dengan anggapan bahwa menari hanya cocok dilakukan oleh perempuan? Saya setuju/tidak setuju karena...

Jawaban:
Menari tidak terbatas hanya untuk perempuan. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri melalui gerakan tari. Dalam praktiknya, ada banyak tarian di Indonesia yang justru identik dengan peran laki-laki.

Contohnya:

  • Tari Kecak dari Bali, dibawakan oleh puluhan penari laki-laki secara masal.

  • Tari Gatotkaca dari Jawa Tengah, sering dimainkan penari tunggal laki-laki dengan tema kekuatan dan ketangkasan.

  • Tari Dindin Badindin atau Tari Indang dari Minangkabau, yang umumnya dimainkan oleh kelompok penari laki-laki dalam jumlah ganjil.

Hal ini menunjukkan bahwa gender bukanlah batasan dalam seni tari.


Belajar dari Kisah Eko Supriyanto

Pertanyaan 3: Eko Supriyanto terpilih sebagai penari latar Madonna melalui seleksi yang ketat. Ia menjadi satu-satunya orang asing yang terpilih. Apa yang dapat kalian pelajari dari hal ini?

Jawaban:
Kisah Eko Supriyanto menjadi inspirasi karena ia berhasil mengalahkan ribuan penari dari berbagai negara dalam audisi yang ketat. Keberhasilan ini menunjukkan kualitas kemampuan seni tari Indonesia di panggung dunia.

Dari pengalaman tersebut, siswa bisa belajar bahwa kerja keras, keahlian, dan keberanian untuk tampil di tingkat internasional dapat membuka peluang besar bagi siapa saja.


Mengapa Tarian Tradisional Tidak Boleh Hanya Dianggap Barang Eksotis?

Pertanyaan 4: Mengapa Eko Supriyanto tidak ingin tarian tradisi kita hanya dianggap sebagai barang eksotis? Jelaskan dalam kata-kata kalian sendiri!

Jawaban:
Menurut Eko Supriyanto, tarian tradisional tidak boleh hanya dipandang sebagai "barang eksotis" yang sekadar ditampilkan untuk menarik perhatian orang asing. Ia ingin tarian tradisi diolah kembali sehingga bisa melahirkan gagasan baru, relevan, dan mampu menyampaikan pesan dalam bentuk yang lebih segar.

Hal ini penting agar seni tari Indonesia terus hidup, berkembang, dan tidak sekadar diperlakukan sebagai tontonan khas budaya semata.


Mengapa Topik Ini Penting untuk Dipelajari?

Melalui pembahasan soal di halaman 44, siswa tidak hanya belajar tentang konsep tari, tetapi juga mengenai nilai penting seperti kesetaraan gender, kerja keras, dan pelestarian budaya. Seni tari adalah bentuk ekspresi jiwa yang tidak mengenal batasan gender maupun usia.

Bahkan, menurut buku Direktori Tarian Kabupaten Banyuasin karya Irwan Ratu Bangsawan (2018:6), tari didefinisikan sebagai ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam gerakan tubuh indah dan ritmis. Dengan pemahaman ini, siswa bisa lebih menghargai keberagaman seni yang ada di Indonesia.


Kesimpulan

Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 halaman 44 ini bisa menjadi referensi orang tua untuk mendampingi anak belajar. Materi yang dibahas bukan sekadar soal seni tari, tetapi juga bagaimana anak-anak memahami nilai-nilai universal seperti kebebasan berekspresi, pentingnya kerja keras, hingga pelestarian budaya bangsa.


Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 6 Halaman 20 Kurikulum Merdeka: Belajar Kosakata Baru!

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 6 Halaman 8 Kurikulum Merdeka: Cerita Aku Anak Indonesia!

FAQ

1. Apa isi soal Bahasa Indonesia kelas 6 halaman 44 Kurikulum Merdeka?
Soal di halaman 44 membahas tentang tari kontemporer, perbedaan dengan tari tradisional, pandangan tentang menari bagi laki-laki dan perempuan, serta pemikiran seniman tari Indonesia, Eko Supriyanto.

2. Apa perbedaan tari kontemporer dan tari tradisional?
Tari kontemporer lebih bebas, inovatif, dan mengikuti perkembangan zaman. Sementara tari tradisional tetap berpegang pada pakem atau aturan yang diwariskan secara turun-temurun.

3. Apakah menari hanya cocok untuk perempuan?
Tidak. Menari bisa dilakukan oleh siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. Ada banyak tarian di Indonesia, seperti Tari Kecak dan Tari Gatotkaca, yang justru dimainkan oleh laki-laki.

4. Apa yang bisa dipelajari dari pengalaman Eko Supriyanto menjadi penari latar Madonna?
Kisahnya menunjukkan bahwa kerja keras, keahlian, dan keberanian dapat membuka peluang hingga ke panggung internasional. Ini juga membuktikan bahwa seni tari Indonesia mampu bersaing di dunia.

5. Mengapa Eko Supriyanto tidak ingin tarian tradisi hanya dianggap sebagai barang eksotis?
Karena ia ingin tarian tradisi tidak sekadar dilihat sebagai tontonan khas untuk wisata, tetapi bisa diolah kembali, ditafsirkan ulang, dan melahirkan gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.