10 Bahasa Paling Sulit di Dunia dari Mandarin hingga Arab
Ratu Tiara | 12 Agustus 2025, 17:41 WIB

AKURAT.CO Kemampuan kita untuk menguasai bahasa asing seringkali menjadi impian banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa ada bahasa-bahasa tertentu yang bahkan dianggap sebagai tantangan berat, bahkan bagi pembelajar yang tekun sekalipun?
Kompleksitas tata bahasa, sistem penulisan yang unik, serta perbedaan budaya membuat beberapa bahasa menuntut usaha ekstra untuk dikuasai.
Dalam dunia linguistik, topik mengenai bahasa paling sulit di dunia selalu menjadi sorotan, baik bagi peneliti maupun para pembelajar bahasa.
Dilansir dari EC Innovations, Foreign Service Institute (FSI) mengklasifikasikan bahasa-bahasa yang sulit dipelajari berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat kemahiran profesional.
Beragam bahasa di dunia seperti Mandarin, Arab, Jepang, dan Korea, misalnya, masuk kategori V yang memerlukan sekitar 2.200 jam atau 88 minggu pembelajaran intensif. Sementara itu, faktor seperti banyaknya dialek, sistem nada tonal, hingga alfabet yang asing bagi penutur bahasa lain membuat tingkat kesulitan meningkat.
Bahasa-bahasa ini digunakan di berbagai penjuru dunia, mulai dari Asia Timur, Timur Tengah, Eropa Utara, hingga Amerika.
Setiap bahasa memiliki tantangan tersendiri. Ada yang memerlukan hafalan ribuan karakter, ada pula yang menuntut pemahaman puluhan bentuk kata atau pola gramatikal yang jauh dari bahasa populer seperti Inggris. Kompleksitas ini tidak hanya menguji kemampuan kognitif, tetapi juga kesabaran dan konsistensi pembelajar.
Untuk memahami lebih lanjut mengapa bahasa-bahasa ini dianggap paling sulit, berikut daftar 10 bahasa lengkap beserta alasannya:
1. Mandarin
Bahasa resmi Tiongkok ini terkenal dengan sistem penulisan berbasis karakter yang mencapai ribuan jumlahnya. Setiap karakter memiliki bentuk, makna, dan pengucapan berbeda.
Mandarin juga bersifat tonal, di mana perbedaan nada mengubah arti kata sepenuhnya. Dilansir dari Alltradis, pelajar bahasa Mandarin harus menguasai empat nada utama, tata bahasa yang berbeda dari bahasa Eropa, serta kebiasaan budaya yang memengaruhi pilihan kata.
2. Arab
Bahasa ini dituturkan di berbagai negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Tantangannya terletak pada penulisan dari kanan ke kiri, bentuk huruf yang berubah tergantung posisi, serta variasi dialek yang jauh berbeda dari bahasa bakunya (Modern Standard Arabic).
Menurut EC Innovations, pembelajar asing juga harus memahami fonem yang tidak ada di banyak bahasa lain.
3. Jepang
Salah satu bahasa dengan sistem penulisan paling kompleks, karena menggunakan tiga jenis huruf: hiragana, katakana, dan kanji.
Selain itu, bahasa Jepang memiliki sistem tingkat kesopanan (keigo) yang memengaruhi bentuk kata dan struktur kalimat.
Dilansir dari Netralnews (7/1/2025), pembelajar bahasa Jepang memerlukan latihan intensif untuk memahami nuansa sopan santun dalam komunikasi sehari-hari.
4. Korea
Bahasa Korea menggunakan alfabet Hangul yang relatif mudah dipelajari, tetapi tantangannya terletak pada tata bahasa aglutinatif, penggunaan tingkat honorifik, serta kosakata Sino-Korea yang rumit.
EC Innovations menyebutkan bahwa memahami konteks sosial sangat penting untuk memilih bentuk kata yang tepat.
5. Finlandia
Memiliki sistem tata bahasa yang sangat berbeda dari bahasa Indo-Eropa.
Finlandia menggunakan lebih dari selusin kasus gramatikal dan menggabungkan sufiks ke dalam kata, membuat satu kata bisa mewakili satu kalimat dalam bahasa lain.
6. Hungaria
Bahasa ini terkenal dengan konjugasi kata kerja yang kompleks dan 18 kasus gramatikal. Menurut Alltradis, pola pembentukan kata di Hungaria jarang memiliki padanan langsung dalam bahasa populer, sehingga memerlukan pembiasaan panjang.
7. Navajo
Bahasa asli Amerika ini dikenal karena sistem kata kerja yang sangat rumit, nada tonal, serta banyak kata yang bergantung pada konteks. Struktur bahasanya unik, membuat terjemahan langsung ke bahasa Inggris seringkali mustahil dilakukan.
8. Islandia
Bahasa ini mempertahankan banyak kosakata dan bentuk kata dari bahasa Nordik Kuno. Setiap kata bisa memiliki puluhan bentuk berbeda tergantung kasus, jenis kelamin kata benda, dan jumlah.
9. Thai
Bahasa Thailand menggunakan abjad unik dengan 44 konsonan, 15 vokal, dan lima nada tonal. Dilansir dari Alltradis, pembelajar juga harus memahami perbedaan halus dalam pengucapan yang dapat mengubah makna kata secara drastis.
10. Vietnam
Memiliki enam nada tonal dan sistem tanda diakritik yang kompleks. Meskipun menggunakan alfabet Latin, cara pengucapan dan struktur kalimatnya berbeda jauh dari bahasa Eropa.
Belajar bahasa-bahasa ini memang membutuhkan waktu, kesabaran, dan strategi pembelajaran yang tepat. Namun, tantangan linguistik inilah yang dapat menjadi peluang untuk memahami budaya, sejarah, dan cara berpikir yang berbeda.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









