5 Contoh Energi Terbarukan dan Cara Kerjanya
Ratu Tiara | 12 Agustus 2025, 17:29 WIB

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan perubahan iklim, energi terbarukan menjadi topik penting dalam upaya menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Indonesia dengan kekayaan sumber daya alamnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai jenis energi bersih yang ramah lingkungan. Pemanfaatan energi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga membantu mencapai target bauran energi nasional.
Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak akan habis dalam jangka waktu panjang, seperti sinar matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa.
Dilansir dari Kementerian ESDM, Direktur Konservasi Energi Gigih Adi Utomo mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) sebesar 3.687 gigawatt, namun pemanfaatannya masih jauh di bawah angka tersebut. Potensi ini tersebar di berbagai daerah, mulai dari tenaga surya di Nusa Tenggara Timur hingga tenaga hidro di Aceh dan Papua.
Pemanfaatan energi terbarukan menjadi krusial mengingat cadangan energi fosil semakin menipis, sementara kebutuhan energi nasional terus meningkat.
Di beberapa wilayah, proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tenaga air (PLTA), hingga tenaga angin (PLTB) mulai dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal.
Indonesia juga memiliki sumber panas bumi yang masuk jajaran terbesar di dunia, serta biomassa dari limbah pertanian yang dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif.
Dengan memahami jenis dan cara kerja energi terbarukan, masyarakat dapat lebih mendukung upaya pemerintah dan swasta dalam memperluas penggunaannya. Berikut lima contoh energi terbarukan beserta cara kerjanya
1. Energi Surya
Energi ini dihasilkan dari radiasi matahari yang ditangkap oleh panel surya atau sel fotovoltaik. Panel tersebut mengubah cahaya matahari menjadi arus listrik searah (DC), lalu inverter mengubahnya menjadi arus listrik bolak-balik (AC) yang siap digunakan.
Energi surya sangat potensial di wilayah dengan intensitas matahari tinggi sepanjang tahun.
2. Energi Air (Hidro)
Mengandalkan aliran air, baik dari bendungan besar maupun sungai berarus deras, untuk memutar turbin yang terhubung ke generator. Gerakan turbin ini menghasilkan listrik. Teknologi ini sudah lama digunakan di Indonesia, terutama di daerah pegunungan yang memiliki debit air stabil.
3. Bioenergi
Sumbernya berasal dari biomassa seperti limbah pertanian, kotoran hewan, atau bahan organik lain yang diolah menjadi bahan bakar cair, padat, atau gas. Proses konversinya melibatkan pembakaran langsung, fermentasi, atau teknologi gasifikasi untuk menghasilkan listrik dan panas.
4. Energi Angin
Memanfaatkan turbin angin yang berputar saat terkena hembusan angin.
Energi kinetik dari putaran bilah turbin diubah menjadi energi mekanik, lalu diubah lagi menjadi energi listrik oleh generator. Lokasi yang cocok biasanya berada di daerah pesisir atau dataran tinggi dengan kecepatan angin konsisten.
5. Panas Bumi (Geothermal)
Menggunakan panas yang tersimpan di dalam perut bumi. Air atau fluida khusus dipompa ke dalam sumur panas bumi, menghasilkan uap yang digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.
Indonesia termasuk negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia, sehingga potensinya sangat besar untuk dimanfaatkan.
Pemanfaatan energi terbarukan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Indonesia dapat mempercepat transisi energi dan menjadi salah satu pelopor penggunaan energi hijau di kawasan Asia Tenggara.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









