Akurat

Apa Itu Logam Tanah Jarang dan Mengapa Dunia Membutuhkannya

Wahyu SK | 20 Agustus 2025, 10:04 WIB
Apa Itu Logam Tanah Jarang dan Mengapa Dunia Membutuhkannya

AKURAT.CO Logam tanah jarang atau rare earth element (REE) adalah kelompok 17 unsur logam yang digunakan dalam berbagai perangkat teknologi modern, mulai dari mobil listrik, turbin angin hingga ponsel pintar.

Meski disebut "jarang" unsur logam tanah jarang sebenarnya cukup melimpah di kerak bumi. Namun, lokasi dengan konsentrasi ekonomis untuk ditambang jumlahnya sangat terbatas.

Laporan Mineral Commodity Summaries 2024 dari U.S. Geological Survey (USGS) mencatat permintaan global terhadap logam tanah jarang terus meningkat, seiring dengan melonjaknya industri teknologi dan energi bersih.

Baca Juga: Apa Itu Logam Tanah Jarang? Definisi, Jenis, dan Manfaatnya dalam Kehidupan Modern

Karakteristik Logam Tanah Jarang

1. Logam tanah jarang terdiri dari 15 unsur lantanida, ditambah scandium dan yttrium. Ciri khasnya adalah mempunyai sifat magnetik, optik dan listrik unik.

2. Sulit dipisahkan karena sering ditemukan bersama dalam satu endapan. Umumnya diolah melalui proses industri yang kompleks dan berisiko tinggi pada lingkungan

Fungsi dan Penggunaan Logam Tanah Jarang

Berikut adalah fungsi utama dari masing-masing unsur logam tanah jarang yang digunakan di berbagai sektor teknologi:

1. Neodymium (Nd) & Praseodymium (Pr): Magnet permanen untuk motor EV, turbin angin, headphone.

2. Dysprosium(Dy) & Terbium (Tb): Memperkuat magnet pada suhu tinggi (otomotif dan militer).

Baca Juga: Kementerian ESDM Terus Ekplorasi Potensi Logam Tanah Jarang dan Nikel

3. Samarium (Sm): Magnet tahan panas, reaktor nuklir.

4. Europium (Eu): Fosfor merah pada layar LED dan sistem keamanan.

5. Yttrium (Y): Bahan superkonduktor, fosfor layar, laser medis.

6. Gadolinium (Gd): Bahan kontras untuk MRI, pendingin magnetik.

7. Cerium (Ce): Pemoles kaca, katalis knalpot kendaraan.

8. Lanthanum (La): Lensa kamera, baterai isi ulang, katalis kilang minyak.

9. Holmium (Ho): Magnet khusus dan aplikasi medis.

10. Thulium (Tm): Sumber sinar-X portabel dan laser.

11. Erbium (Er): Penguat sinyal serat optik, laser kulit.

12. Lutetium (Lu): Imaging medis (PET scan), terapi kanker.

13. Scandium (Sc): Paduan ringan untuk pesawat, sepeda, raket.

14. Promethium (Pm): Digunakan dalam satelit, sel nuklir, pacemaker. Saat ini jarang digunakan karena radioaktivitas dan keterbatasan pasokan.

Baca Juga: Isu Logam 'Tanah Jarang' Makin Mengeras dalam Ekskalasi Dagang AS-China

Negara Penghasil dan Cadangan Terbesar

Menurut data USGS 2024 Tiongkok masih menjadi produsen terbesar, menyumbang sekitar 70 persen produksi dunia

Negara lain yang turut bersaing Amerika Serikat, Myanmar, Australia dan India.

Cadangan terbesar berada di Tiongkok (44 juta ton), disusul Brasil dan Vietnam.

Potensi Indonesia dalam Industri Logam Tanah Jarang

Indonesia memiliki cadangan logam tanah jarang tersembunyi dalam endapan monasit dan laterit nikel, terutama di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.

Pemerintah mulai menjajaki pengembangan hilirisasi REE untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, sekaligus mengambil bagian dalam rantai pasok global.

Baca Juga: Potensi Logam Tanah Jarang Bakal Jadi Pembangkit Listrik Babel

Logam tanah jarang adalah elemen kunci dalam transisi teknologi global yang lebih hijau dan canggih.

Dengan dominasi pasokan masih berada di tangan Tiongkok, negara-negara seperti Indonesia berpeluang besar masuk ke peta industri jika mampu mengelola potensi alamnya secara berkelanjutan.

Mengetahui apa itu logam tanah jarang adalah langkah awal memahami tantangan dan peluang dunia masa depan.

Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK