Aktivitas Manusia Jadi Pemicu Utama Perubahan Iklim

AKURAT.CO Perubahan iklim adalah pergeseran jangka panjang suhu dan pola cuaca bumi, bukan sekadar cuaca harian yang berubah‑ubah. Perubahan iklim disebabkan berbagai faktor, salah satunya adalah aktivitas manusia sejak revolusi industri hingga sekarang.
Siapa dan bagaimana hal itu terjadi?
Menurut data dari United Nations, hampir semua pemanasan global selama 200 tahun terakhir berasal dari manusia melalui pembakaran bahan bakar fosil (minyak, batu bara, gas), industri, transportasi, pertanian, bangunan, dan penggunaan lahan seperti deforestasi serta pengelolaan sampah di tempat pembuangan.
- Pembakaran bahan bakar fosil: meningkatkan emisi gas rumah kaca seperti CO₂ dan metana yang memerangkap panas bumi
- Penggundulan hutan dan perubahan penggunaan lahan: pelepasan karbon dan berkurangnya penyerapan CO₂ oleh vegetasi
- Pertanian dan peternakan intensif: menghasilkan metana dan nitrous oxide, dua gas yang efek pemanasan globalnya sangat tinggi
Baca Juga: Cegah Pemanasan Global, Jakarta E Prix Jadi Momentum Lanjutkan Kendaraan Elektrik
Siapa yang bertanggung jawab & Dampak akibat perubahan iklim
- Siapa? Pemerintah, industri besar, pelaku transportasi, hingga setiap individu yang menggunakan energi fosil atau mengonsumsi produk dengan jejak karbon tinggi.
- Bagaimana dampaknya? UN melaporkan bahwa rata‑rata suhu global kini sekitar 1,2 °C lebih tinggi dibanding masa pra-industri. Dampaknya mencakup kekeringan ekstrem, kebakaran, naiknya permukaan laut, badai dahsyat, hingga ekosistem yang terganggu.
Dampak nyata di Indonesia
Universitas Gadjah Mada juga menjelaskan dampak langsung pemanasan global di Indonesia:
- Pola musim tanam berubah: sulit diprediksi, banyak gagal panen
- Suhu ekstrem makin sering: menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kesehatan
- Kenaikan muka laut: ancam wilayah pesisir seperti Jakarta Utara, Semarang
- Bencana hidrometeorologi meningkat: sekitar 90 % bencana terkait iklim seperti banjir, longsor, kekeringan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






