Akurat

Apa yang Bisa Bapak/Ibu dan Sekolah Lakukan Agar Proses Ini Berjalan Efektif? Inilah 7 Poin Tersebut

Moh.Apriawan | 19 Juni 2025, 21:30 WIB
Apa yang Bisa Bapak/Ibu dan Sekolah Lakukan Agar Proses Ini Berjalan Efektif? Inilah 7 Poin Tersebut

AKURAT.CO Mari kita simak inilah jawaban yang akurat dari pertanyaan, apa yang bisa bapak/ibu dan sekolah lakukan agar proses ini berjalan efektif?

Proses internalisasi nilai karakter di sekolah merupakan langkah penting dalam membentuk peserta didik yang berkepribadian baik, religius, dan berintegritas.

Agar proses internalisasi nilai ini berjalan efektif, diperlukan peran aktif dan strategi yang tepat dari guru dan seluruh elemen sekolah.

Artikel ini menguraikan langkah-langkah dan strategi yang dapat dilakukan oleh guru dan sekolah berdasarkan hasil penelitian dan kajian ilmiah untuk memastikan internalisasi nilai karakter berjalan optimal.

Baca Juga: Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Pendidikan Nilai di Sekolah? Simak Inilah Sejumlah Pihak Tersebut

1. Guru Menjadi Teladan (Modelling)

Salah satu strategi utama agar internalisasi nilai berjalan efektif adalah guru harus menjadi teladan bagi siswa.

Guru menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian di SDI Nurul Hikam menunjukkan bahwa kegiatan seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an pagi hari, dan pembiasaan salam, senyum, sapa yang dilakukan guru sangat efektif menanamkan nilai religius dan integritas pada siswa.

2. Pembiasaan Nilai dalam Kegiatan Rutin

Sekolah dan guru perlu membiasakan nilai-nilai karakter melalui kegiatan rutin yang konsisten, seperti disiplin waktu, menjaga kebersihan, sikap sopan santun, dan kerja sama.

Pembiasaan ini membuat nilai-nilai karakter menjadi bagian alami dari perilaku siswa sehari-hari, bukan hanya teori di kelas.

3. Penegakan Aturan Sekolah yang Tegas dan Adil

Penegakan aturan yang konsisten dan adil di lingkungan sekolah sangat penting untuk memperkuat internalisasi nilai.

Aturan yang jelas dan diterapkan secara konsekuen membantu siswa memahami konsekuensi dari perilaku mereka dan mendorong mereka untuk bertanggung jawab atas tindakan.

4. Pemotivasian dan Penguatan Positif

Guru dan sekolah harus memberikan motivasi dan penghargaan atas perilaku positif siswa.

Penguatan positif seperti pujian, penghargaan, atau pengakuan di depan kelas dapat meningkatkan semangat siswa untuk terus menerapkan nilai-nilai karakter yang baik.

Baca Juga: Apa Tanggungjawab Guru kepada Profesi Sesuai Permendikbudristek No. 67 Tahun 2024?

5. Integrasi Nilai dalam Kurikulum dan Pembelajaran

Sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam seluruh mata pelajaran dan aktivitas pembelajaran.

Pendekatan ini memastikan bahwa pendidikan karakter tidak terpisah dari pembelajaran akademik, melainkan menjadi bagian integral yang saling melengkapi.

6. Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat

Agar internalisasi nilai berjalan efektif, sekolah harus melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pendidikan karakter.

Sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial memperkuat nilai-nilai yang diajarkan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan karakter siswa.

7. Evaluasi dan Monitoring Berkala

Sekolah dan guru perlu melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala terhadap perkembangan karakter siswa.

Hal ini membantu mengidentifikasi keberhasilan maupun hambatan dalam proses internalisasi, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan penguatan strategi.

Kesimpulan

Agar proses internalisasi nilai karakter berjalan efektif, guru dan sekolah harus menerapkan strategi keteladanan, pembiasaan, penegakan aturan, dan pemotivasian secara konsisten.

Integrasi nilai dalam kurikulum, pelibatan orang tua, serta evaluasi berkala juga menjadi kunci keberhasilan.

Dengan sinergi dan komitmen semua pihak, pendidikan karakter di sekolah dapat membentuk peserta didik yang religius, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.