Akurat

Jawaban Lengkap: Belajar Adalah Proses Menyeluruh dalam Hal Meliputi...

Shalli Syartiqa | 15 Juni 2025, 20:55 WIB
Jawaban Lengkap: Belajar Adalah Proses Menyeluruh dalam Hal Meliputi...

AKURAT.CO Simak penjelasan dan jawaban lengkap dari pertanyaan "Belajar adalah proses menyeluruh dalam hal meliputi...".

Belajar adalah sebuah proses yang bersifat menyeluruh, mencakup berbagai aspek dalam diri individu yang saling berkaitan dan memengaruhi.

Proses pembelajaran menyeluruh ini meliputi fungsi kognisi, emosi, persepsi, dan perilaku.

Pengertian Belajar

Belajar dimaknai sebagai proses perubahan perilaku yang merupakan hasil dari interaksi individu dengan lingkungannya.

Perubahan perilaku yang dihasilkan dari belajar memiliki sifat berkelanjutan, fungsional, positif, aktif, dan terarah.

Menurut Wittig, belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam atau keseluruhan aspek individu. Bell Gredler mendefinisikan belajar sebagai proses perolehan berbagai kompetensi, keterampilan, dan sikap.

Dalam konteks pendidikan, belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

Belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang yang ditandai dengan peningkatan kualitas perilaku. Oleh karena itu, belajar merupakan proses yang aktif.

Aspek-Aspek Belajar dalam Proses Menyeluruh

Dalam proses belajar yang menyeluruh, terdapat beberapa aspek penting yang terlibat.

1. Kognitif

Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan mental dan intelektual individu. Ranah kognitif dalam evaluasi pembelajaran mencakup enam tingkatan kemampuan, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Pengetahuan (Knowledge): Kemampuan untuk mengenali atau mengetahui konsep, prinsip, fakta, atau istilah tanpa harus mengerti atau menggunakannya.

Pemahaman (Comprehension): Jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk memahami atau mengerti materi pelajaran dan memanfaatkannya tanpa harus menghubungkan dengan hal-hal lain.

Penerapan (Application): Kemampuan untuk menggunakan ide-ide umum, tata cara, metode, prinsip, dan teori dalam situasi baru dan konkret.

Analisis (Analysis): Kemampuan untuk menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu ke dalam unsur-unsur atau komponen pembentuknya.

Sintesis (Synthesis): Tidak dijelaskan secara spesifik di dalam teks, namun merupakan bagian dari Taksonomi Bloom.

Evaluasi (Evaluation): Kemampuan untuk mengevaluasi suatu situasi, keadaan, pernyataan, atau konsep berdasarkan kriteria tertentu.

2. Afektif

Aspek afektif berkaitan dengan emosi, perasaan, sikap, nilai, dan apresiasi individu.

Ranah afektif melibatkan internalisasi sikap yang menunjukkan pertumbuhan batiniah, di mana peserta didik menjadi sadar akan nilai yang diterima, mengambil sikap, dan menjadikannya bagian dari diri dalam membentuk nilai dan menentukan tingkah laku.

Salah satu jenjang kemampuannya adalah kemauan menerima (receiving), yaitu kepekaan terhadap eksistensi fenomena atau rangsangan tertentu.

Proses internalisasi ini juga melibatkan pemberian perhatian, reaksi, penilaian, dan pembentukan konsep terkait nilai dan sikap.

3. Psikomotorik

Aspek psikomotorik berkaitan dengan gerakan tubuh dan keterampilan fisik.

Domain psikomotor melibatkan kemampuan yang berkaitan dengan gerakan tubuh atau bagian-bagiannya.

Ini juga mencakup koordinasi antara proses psikis (terutama penginderaan) dengan reaksi motoris. Domain ini memiliki beberapa jenjang keterampilan:

Pemanfaatan (Utilization): Kemampuan untuk menggunakan keterampilan yang telah berhasil ditiru dalam situasi yang tepat.

Kecermatan/Ketepatan (Accuracy): Kemampuan untuk menghubung-hubungkan antara keterampilan yang satu dengan keterampilan lainnya sehingga membentuk satu kesatuan kegiatan.

Naturalisasi (Naturalisation): Kematangan keterampilan sehingga menjadi otomatis dan natural (tidak kaku).

Lingkungan pembelajaran yang menyeluruh harus memperhatikan kebutuhan seluruh siswa, termasuk aspek fisik, sosial, dan emosional, untuk menciptakan pengalaman belajar yang optimal.

Hasil belajar yang menyeluruh bukan hanya perubahan pada satu aspek saja, tetapi merupakan perubahan perilaku yang terpadu secara utuh. Oleh karena itu, aspek psikologis dalam pembelajaran sangat penting karena memengaruhi perolehan perubahan perilaku secara keseluruhan pada manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.