Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Normatif dan Berikan Contohnya dalam Konteks Indonesia?

AKURAT.CO Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Normatif dan Berikan Contohnya dalam Konteks Indonesia?
Integrasi normatif merupakan salah satu bentuk integrasi sosial yang sangat penting dalam menjaga kesatuan dan keharmonisan masyarakat.
Di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia, integrasi normatif berperan sebagai perekat yang menyatukan masyarakat melalui kesepakatan nilai dan norma sosial yang berlaku bersama.
Artikel ini akan menjelaskan pengertian integrasi normatif secara lengkap serta memberikan contoh konkret penerapannya dalam konteks Indonesia.
Baca Juga: Revisi UU Ormas Tidak Mendesak, Pemerintah Lebih Baik Buka Lapangan Kerja
Pengertian Integrasi Normatif
Integrasi normatif adalah bentuk integrasi sosial yang terjadi karena adanya kesamaan persepsi dan kesepakatan bersama terhadap nilai-nilai sosial, norma, aturan, dan cita-cita dalam masyarakat.
Integrasi ini menumbuhkan rasa solidaritas dan persatuan yang didasarkan pada norma-norma yang diyakini dan dijalankan oleh anggota masyarakat.
Biasanya, integrasi normatif muncul dalam masyarakat yang memiliki solidaritas mekanik, yaitu masyarakat yang masih sederhana dan homogen dalam nilai budaya.
Menurut sumber dari Kumparan, integrasi normatif merupakan persamaan persepsi yang terbentuk dari kesepakatan nilai sosial dan norma yang berlaku di masyarakat.
Hal ini juga diperkuat oleh penjelasan dari DosenSosiologi.com yang menyatakan bahwa integrasi normatif berlandaskan pada kesamaan nilai sosial, norma sosial, cita-cita bersama, serta rasa solidaritas antaranggota masyarakat.
Baca Juga: Awas Penipuan WhatsApp, Peretas Incar Akun Microsoft 365
Contoh Integrasi Normatif dalam Konteks Indonesia
1. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika"
Semboyan nasional Indonesia yang berasal dari bahasa Jawa Kuno ini berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Semboyan ini menjadi simbol integrasi normatif yang mempersatukan masyarakat Indonesia yang sangat beragam suku, agama, dan budaya.
Kesepakatan untuk hidup berdampingan dalam keberagaman ini merupakan bentuk nyata integrasi normatif yang menegaskan nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Kehidupan Multikultural di Kalimantan Barat
Di Kalimantan Barat, masyarakat dari berbagai suku seperti Dayak, Jawa, Madura, dan Tionghoa hidup berdampingan secara harmonis.
Meskipun pernah terjadi konflik sosial di masa lalu, kesadaran akan pentingnya persatuan dan dampak negatif perpecahan mendorong masyarakat untuk bersatu dan menjalankan norma sosial yang sama.
Contoh ini menunjukkan bagaimana integrasi normatif dapat membangun solidaritas dan perdamaian di tengah keberagaman.
3. Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia juga merupakan contoh integrasi normatif yang sangat kuat.
Nilai-nilai Pancasila dijadikan pedoman bersama yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga menjadi norma yang disepakati dan dijalankan oleh seluruh warga negara Indonesia.
Hal ini memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui kesamaan nilai dan norma.
Rangkuman
Integrasi normatif adalah proses sosial yang terjadi karena adanya kesepakatan nilai dan norma sosial yang dijalankan bersama oleh masyarakat.
Di Indonesia, integrasi normatif sangat penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.
Contoh nyata integrasi normatif di Indonesia adalah semboyan "Bhinneka Tunggal Ika", kehidupan multikultural di Kalimantan Barat, serta penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.
Dengan integrasi normatif, masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan secara harmonis dan menjaga kesatuan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









