Akurat

Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 234-237 Kurikulum Merdeka Bab 9: Mengenal Imam Mazhab

Kosim Rahman | 22 April 2025, 09:45 WIB
Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 234-237 Kurikulum Merdeka Bab 9: Mengenal Imam Mazhab

AKURAT.CO Simak kunci jawaban Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 9 halaman 234-237 kurikulum merdeka bab 9 tentang Imam Mazhab.

Materi ini berada di Bab 9: Uji Kompetensi 2, yang bisa kamu temukan di halaman 234 sampai 237.

Yuk, simak pembahasan lengkapnya supaya kamu makin paham dan siap menghadapi soal-soalnya!

Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 234-237 Kurikulum Merdeka

Baca Juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 212-214 Kurikulum Merdeka: Mempelajari Seni

1. Pengertian mazhab yang paling tepat adalah

A. Kumpulan hukum Islam yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah saw.

B. Keahlian yang dimiliki imam mujtahid tentang Al-Qur’an dan hadis Rasulullah saw.

C. Fatwa atau pendapat seorang imam mujtahid tentang hukum suatu peristiwa yang berdasar Al-Qur’an dan hadis

D. Pendapat seorang Imam yang sering ditunjuk menjadi pemimpin acara keagamaan di wilayah tersebut

Jawaban: B

Baca Juga: Inilah 30 Contoh Soal PTS PAI Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Semester 2 Lengkap dengan Kunci Jawaban

2. Dari pernyataan tersebut, pernyataan yang paling tepat yang menunjukkan penyebab utama timbulnya mazhab-mazhab dalam Islam, adalah….

A. Penguasa pada saat itu ikut campur dalam memahami Al-Qur’an

B. Perbedaan pendapat dalam memahami Al-Qur’an dan hadis

C. Kitab suci Al-Qur’an diturunkan di tanah Arab, sehingga timbul perbedaan pendapat

D. Kepentingan umat agar agama Islam mudah dipahami dan diamalkan

Jawaban : B

3. Menurut para tokoh Islam di Indonesia, imam mazhab yang paling banyak diikuti di negara Indonesia adalah….

A. Mazhab Hanafi

B. Mazhab Maliki

C. Mazhab Hanbali

D. Mazhab Syafi’i

Jawaban : D

4. Salah satu karya dari imam mazhab adalah kitab Al-Muwaṭṭa. Kitab tersebut merupakan hasil karya ….

Baca Juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 5 Halaman 66 Kurikulum Merdeka: Ayo Berlatih

A. Mazhab Hanafi

B. Mazhab Maliki

C. Mazhab Hanbali

D. Mazhab Syafi’i

Jawaban : B

5. Penetapan suatu hukum atas perkara yang baru, yang belum ada dalam naṣṣ, dengan berdasar hukum yang sudah ada dalam naṣṣ, karena memiliki kesamaan dalam illat (sebab), dinamakan ….

A. Ijma’

B. Qiyas

C. Ijtihad

D. Fatwa

Jawaban : B

6. Pengertian ittibā’ yang paling tepat adalah ….

A. Mengambil suatu pendapat dari orang lain, tanpa mengetahui alasan atau dalil naqlinya.

B. Memberikan pendapat kepada orang lain, disertai alasan atau dalil naqlinya.

C. Mengikuti suatu pendapat dari orang lain, dan Ia mengetahui alasan atau dalil naqlinya.

D. Meneladani pendapat seorang imam mujtahid tentang hukum islam

Baca Juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 5 SD atau MI Kurikulum Merdeka Halaman 60 Bab 3

Jawaban : D

7. Apabila seseorang mengambil suatu pendapat orang lain, dan tidak mengetahui alasan pendapat tersebut, dalam ilmu fikih disebut..

A. Ikhtiar

B. Taqlid

C. Ittibā’

D. Ijtihad

Jawaban : B

8. Sikap Rasulullah saw. yang membenarkan jawaban Muadz bin Jabal tentang cara memutuskan suatu hukum ketika diutus menjadi hakim di Yaman, merupakan dalil naqli tentang …..

A. Tugas dan tanggung jawab hakim

B. Keadilan seorang hakim

C. Dasar hukum ijtihad

D. Harus berpegang teguh al-Qur’an dan Hadis

Jawaban : C

9. Perhatikan firman Allah berikut:

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ayat tersebut merupakan dalil naqli yang berhubungan dengan…

A. ittibā’

B. ijtihad

C. talfiq

D. taklid

Jawaban : A

10. Perhatikan wacana berikut: Sebelum masuk bulan Ramadan, para ulama mencurahkan segala daya dan akal pikiran untuk menentukan awal bulan suci Ramadan. Sikap para ulama dalam wacana tersebut merupakan contoh dari ….

A. talfiq

B. ittibā’

C. taqlid

D. ijtihad

Jawaban : D

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Jelaskan pentingnya bermazhab dalam fikih!

Jawaban :

Mazhab dapat diartikan sebagai rujukan atau panduan bagi seseorang dalam memahami dan menjalankan ajaran agama.

Oleh karena itu, mengikuti mazhab sangat penting bagi setiap muslim agar memiliki pemahaman dan praktik beragama yang sesuai dengan ajaran Islam.

Mazhab berfungsi sebagai metode untuk menetapkan hukum atas suatu peristiwa atau persoalan yang dihadapi, dengan mengacu pada pemikiran fikih dari mazhab yang dianut. Dalam prosesnya, penetapan hukum tersebut dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip dasar (ushul) dari mazhab tersebut.

 

2. Siapa sajakah imam mazhab dalam fikih!

Jawaban :

Ada empat imam mazhab terbesar dalam Islam.

  • Imam Hanafi
  • Imam Malik
  • Imam Syafi'i
  • Imam Hambali

3. Organisasi Islam di Indonesia (seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama’ (NU), Persis, dan sebagainya), apakah ada kaitannya dengan mazhab? Jelaskan!

Jawaban :

Ketiga organisasi yang disebutkan sebelumnya memiliki kaitan dengan mazhab. Dalam hal ini, Nahdlatul Ulama mengikuti mazhab Syafi'i dan juga menghormati serta mengakui keberadaan tiga mazhab lainnya.

Sementara itu, Muhammadiyah tidak terikat pada mazhab tertentu. Bagi Muhammadiyah, Al-Qur'an, Hadis, dan ijtihad menjadi sumber utama dalam menyikapi dan menyelesaikan berbagai persoalan keagamaan yang muncul.

 

4. Dalam menetapkan hukum, semua imam mazhab menjadikan naṣṣ sebagai sumber yang paling utama. Jelaskan maksudnya!

Baca Juga: 10 Soal dan Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 82 Kurikulum Merdeka

Jawaban :

Para imam mazhab menjadikan naṣṣ (teks Al-Qur'an dan Hadis) sebagai sumber utama hukum karena Al-Qur'an dipandang lebih tepat sebagai kitab petunjuk yang menetapkan standar moral bagi perilaku manusia.

Hal ini disebabkan oleh pembahasan tentang ibadah dan muamalah dalam Al-Qur'an yang umumnya disampaikan secara global atau umum. Oleh karena itu, diperlukan penjelasan lebih lanjut, yang kemudian dijabarkan oleh Nabi Muhammad melalui sabda dan tindakan beliau.

 

5. Mengapa Aqwal aṣ - Ṣahabah (perkataan para sahabat) dijadikan sebagai salah satu dasar dalam menetapkan hukum!

Jawaban :

Aqwal aṣ-Ṣahabah, atau perkataan para sahabat Nabi Muhammad, dijadikan rujukan dalam menetapkan hukum karena mereka adalah orang-orang yang belajar langsung dari Nabi dan memahami ajaran Islam secara mendalam.

Karena kedekatannya dengan Nabi, mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konteks ajaran dan situasi yang melatarbelakangi wahyu yang diterima.

Aqwal aṣ-Ṣahabah sangat berguna ketika tidak ada petunjuk eksplisit dalam Al-Qur'an atau Hadis mengenai suatu masalah, karena perkataan mereka memberikan wawasan otentik dan historis tentang penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.