Kenapa Indonesia Disebut sebagai Negara Maritim dan Agraris? Ternyata Ini 8 Alasannya

AKURAT.CO Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus memahami kenapa Indonesia disebut sebagai negara maritim dan agratis? apa alasannya?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maritim adalah suatu istilah yang berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut.
Sedangkan, agraris adalah istilah yang berhubungan dengan pertanian ataupun cara hidup petani.
Lantas, mengapa Indonesia bisa mendapatkan dua julukan tersebut? Simak ulasannya di bawah ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Alasan Mengapa Indonesia Disebut Negara Maritim
Baca Juga: Negara Darat Vs Negara Maritim: Wawasan Geopolitik dan Kearifan Lokal Kasultanan Ngayogyakarta
Terdapat tiga faktor utama yang membuat Indonesia disebut sebagai negara maritim, yaitu:
1. Banyaknya Pulau di Indonesia
Dari sabang sampai Marauke, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau besar dan kecil yang tersebar di lautan.
2. kekayaan Sumber Daya Laut
Indonesia memiliki Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia dengan ribuan spesies ikan, rumput laut, dan biota trumbu karang.
Laut Indonesia juga kaya akan hasil minyak bumi, mineral, dan gas alam. Hal tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
3. Penghubung Antar Benua
Secara geografis, Indonesia berada di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Baca Juga: RI Sebagai Negara Agraris, Kenapa Perlu Impor Beras?
Ada Lebih dari 40 persen lalu lintas perdagangan dunia melewati perairan Indonesia, termasuk 20 persen dari kebutuhan minyak berasal dari Selat Malaka.
Hal ini membuktikan bahwa Indonesia sangat berperan penting dalam jaringan transportasi maritim dunia.
Alasan Mengapa Indonesia Disebut Negara Agraris
Julukan negara agraris merupakan istilah untuk negara yang penduduknya didominasi dari sektor pertanian.
Berikut beberapa faktor penyebab Indonesia disebut negara agraris:
1. Memiliki Lahan Pertanian yang Luas
Sebagian besar wilayah Indonesia memiliki tanah yang sangat cocok untuk kegiatan pertanian.
Baik untuk tanaman pangan maupun hortikultura, kondisi lahan yang subur memungkinkan pertanian berkembang luas di berbagai daerah.
Baca Juga: Dengan Pengalamannya Yudo Margono Bisa Bantu Wujudkan Indonesia Negara Maritim Kuat
2. Iklim Tropis yang Mendukung
Letak geografis Indonesia di kawasan tropis membuat iklimnya ideal untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman sepanjang tahun.
Curah hujan yang cukup dan suhu yang relatif stabil mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan.
3. Mayoritas Penduduk Mengandalkan Pertanian
Banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah pedesaan dan menjadikan pertanian sebagai sumber utama penghasilan.
Mata pencaharian sebagai petani masih menjadi pilihan utama di berbagai daerah, menjadikan sektor ini penting secara sosial dan ekonomi.
4. Produsen Utama Tanaman Pangan
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil utama tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan kelapa sawit.
Hasil-hasil pertanian ini berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
5. Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional
Meskipun Indonesia telah berkembang di sektor industri dan jasa, pertanian tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Miris Indonesia Negara Agraris dan Kelautan, Kok yang Paling Miskin Petani dan Nelayan?
Sektor ini juga menyerap banyak tenaga kerja, khususnya di daerah rural.
Itulah penjelasan mengenai alasan mengapa Indonesia disebut sebagai negara maritim dan agraris.
Kekayaan alam yang melimpah, baik di darat maupun di laut, menjadikan Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan kelautan.
Pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan dari kedua sektor ini sangat penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









