AKURAT.CO Istilah suku dan ras sering digunakan secara bersamaan sehingga banyak orang menganggap keduanya memiliki arti yang sama.
Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas karena merujuk pada lingkup yang berbeda.
Kesalahpahaman ini biasanya muncul karena istilah suku dan ras digunakan dalam konteks sosial yang mirip.
Mengutip National Geographic, ras diartikan sebagai pengelompokan manusia berdasarkan ciri fisik, misalnya warna kulit atau bentuk rambut.
Suku memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak hanya melihat faktor fisik, tetapi juga meliputi aspek agama, bahasa, wilayah, dan kebudayaan.
Agar tidak keliru, penting untuk memahami pengertian suku dan ras serta perbedaan mendasar di antara keduanya.
Baca Juga: Hukuman Pidana bagi Penghina Ras di Indonesia: Penjelasan Lengkap, Aturan, dan Praktik Penegakan Terbaru
Ras di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman budaya sekaligus keberagaman ras.
Secara umum, terdapat empat kelompok ras utama yang mendiami wilayah Indonesia, yaitu:
-
Ras Negroid
-
Ras Melayu Mongoloid, yang terbagi menjadi dua kelompok besar yakni Proto Melayu dan Deutro Melayu
-
Ras Weddoid
-
Ras Papua Melanezoid
Selain empat ras utama tersebut, Indonesia juga dihuni oleh kelompok ras keturunan dari bangsa lain.
Beberapa di antaranya adalah masyarakat Tionghoa, India, dan Arab yang sejak lama sudah menjadi bagian dari sejarah dan perkembangan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Sah! Joe Biden Teken UU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis dan Antar-Ras
Perbedaan Antara Ras dan Suku
Banyak orang masih sering keliru dalam membedakan antara ras dan suku bangsa.
Padahal, keduanya memiliki makna yang berbeda meskipun kerap digunakan dalam konteks yang sama.
Secara umum, ras berkaitan dengan faktor biologis yang diwariskan, seperti warna kulit atau bentuk wajah.
Sementara itu, suku bangsa lebih menekankan pada aspek sosial dan kebudayaan, misalnya bahasa, adat istiadat, hingga asal-usul nenek moyang.
Dengan kata lain, ras berhubungan dengan ciri fisik, sedangkan suku bangsa mencerminkan identitas sosial dan budaya.
Ciri-Ciri Ras
-
Berdasarkan faktor biologis dan sifat turunan.
-
Contoh ciri fisik: warna kulit, bentuk rambut, hingga karakteristik wajah.
-
Pengelompokan ras pada masa lalu banyak dipengaruhi oleh letak geografis dan sejarah migrasi manusia.
Ciri-Ciri Suku Bangsa
-
Berdasarkan faktor sosiologis dan kebudayaan.
-
Identitas ditentukan oleh kesamaan bahasa, kebiasaan, adat istiadat, serta asal-usul nenek moyang.
-
Seseorang bisa memiliki identitas suku lebih dari satu, misalnya akibat pernikahan, migrasi, atau pengaruh budaya lain.
-
Contoh di Indonesia: suku Jawa, Batak, Minangkabau, Sunda, Bugis, dan masih banyak lagi.
Melalui perbedaan ini dapat dipahami bahwa ras dan suku bangsa tidak bisa disamakan, karena keduanya merujuk pada lingkup identitas yang berbeda.
Ras lebih bersifat biologis, sedangkan suku bangsa lebih menekankan pada aspek budaya dan sosial masyarakat.