USD Singkatan dari Apa dan Kenapa Penting di Dunia Keuangan? Begini Penjelasannya

AKURAT.CO USD adalah singkatan dari United States Dollar atau Dolar Amerika Serikat, yang menjadi mata uang resmi negara adidaya ini.
Dolar AS, yang juga dikenal dengan simbol "$", telah lama menjadi mata uang cadangan utama dunia.
Dilansir dari Instopedia, USD berperan penting di pasar keuangan global karena dapat mempengaruhi banyak aspek transaksi internasional dan ekonomi dunia.
Baca Juga: Sun Life Indonesia Luncurkan X-Tra Proteksi Cermat USD untuk Rencana Studi Luar Negeri
Lantas apa sih sebenarnya USD itu dan mengapa begitu penting di dunia keuangan dunia?
Apa Itu USD?
USD adalah mata uang yang digunakan di Amerika Serikat, yang dibagi menjadi seratus sen.
Mata uang ini dikelola oleh Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, yang juga mengatur distribusi uang kertas dan koin dolar.
Uang kertas dolar AS terdiri dari denominasi $1, $2, $5, $10, $20, $50, dan $100, sementara koinnya memiliki nilai mulai dari $0,01 (sen) hingga $1,00.
Setiap uang kertas memiliki gambar tokoh-tokoh penting, seperti presiden, dengan Benjamin Franklin yang muncul pada uang kertas $100.
Baca Juga: Tarif Impor Trump Picu Reaksi Global: 50 Negara Berebut Negosiasi Dagang dengan Amerika Serikat
USD tidak hanya digunakan di Amerika Serikat, tetapi juga diterima di beberapa negara lain seperti Panama, Kepulauan Marshall, dan Ekuador.
Bahkan di banyak negara di dunia, dolar AS dapat diperdagangkan secara tidak resmi.
Di pasar valuta asing (valas), USD merupakan pasangan yang paling sering diperdagangkan dengan mata uang lain, seperti EUR/USD, USD/JPY, dan GBP/USD.
Sejarah Singkat USD
Dolar AS telah menjadi mata uang resmi sejak disahkannya Undang-Undang Mata Uang Nasional pada tahun 1785.
Sebelum itu, AS menggunakan berbagai mata uang, termasuk mata uang kontinental dan poundsterling Inggris.
Dolar AS pertama kali dicetak dalam bentuk koin, dan mata uang kertas baru diperkenalkan pada tahun 1861. Nilai dolar pada awalnya dikaitkan dengan logam mulia seperti emas, perak, dan tembaga.
Penting untuk dicatat bahwa sistem nilai berbasis logam mulia (standar emas) diubah dengan pembentukan Federal Reserve pada tahun 1913.
Sejak saat itu, USD beredar sebagai uang kertas yang tidak lagi dapat ditukarkan dengan logam mulia, meskipun masih memiliki stabilitas yang tinggi di pasar global.
Pada tahun 1971, standar emas secara resmi ditinggalkan, dan dolar AS diubah menjadi mata uang bebas mengambang yang diperdagangkan di pasar global.
Baca Juga: Produk Mamin RI Cetak Transaksi Potensial USD 15,32 Juta Di Pameran Food Africa 2022
USD di Pasar Keuangan Global
Dolar AS memainkan peran utama di pasar valuta asing. Menurut data, USD adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan, dengan volume transaksi harian yang mencapai hampir $1,2 triliun pada tahun 2022.
USD sering kali digunakan sebagai mata uang cadangan oleh bank sentral di seluruh dunia, yang menyimpan cadangan dolar untuk melindungi nilai ekonomi mereka dari inflasi.
Mata uang ini juga digunakan untuk perdagangan internasional, mengingat banyak negara yang memilih USD sebagai mata uang utama dalam transaksi mereka.
Oleh karena itu, meskipun banyak mata uang baru dan digital bermunculan, USD tetap menjadi acuan yang kuat di pasar global.
Keuntungan dan Kelemahan USD
Keuntungan USD:
1. Mata Uang Cadangan Dunia
USD memiliki peran penting sebagai mata uang cadangan global. Bank sentral di banyak negara menyimpan cadangan dolar AS sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.
Keberadaan USD yang stabil membuatnya menjadi pilihan utama dalam perdagangan internasional dan transaksi keuangan lintas negara.
2. Diterima Secara Internasional
Salah satu keuntungan utama dari USD adalah kemampuannya untuk diterima di seluruh dunia. Di banyak negara, baik yang menggunakan USD secara resmi maupun tidak, dolar diterima sebagai alat tukar yang sah.
Ini membuat perjalanan internasional dan perdagangan antar negara lebih mudah, karena USD lebih banyak diterima daripada mata uang lokal.
3. Stabilitas Ekonomi
Dolar AS telah menjadi simbol stabilitas ekonomi global. Sebagai mata uang yang dikelola oleh Federal Reserve, dolar AS relatif stabil dan diatur dengan kebijakan moneter yang hati-hati.
Kepercayaan terhadap USD, terutama setelah penghapusan standar emas, memberikan stabilitas ekonomi yang penting bagi pasar internasional.
4. Likuiditas Tinggi di Pasar Valas
USD merupakan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di pasar valuta asing, dengan volume transaksi harian yang sangat besar.
Hal ini membuat USD sangat likuid dan mudah dipertukarkan, memungkinkan perusahaan dan individu untuk dengan cepat melakukan transaksi dan pertukaran mata uang di seluruh dunia.
Baca Juga: Stablecoin Berbasis Emas, Akankah Jadi Ancaman Baru bagi Dominasi Dollar?
Kelemahan USD:
1. Fluktuasi Nilai Tukar
Meskipun USD relatif stabil, nilai tukarnya dapat berfluktuasi tergantung pada berbagai faktor ekonomi, seperti inflasi, suku bunga, dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh Federal Reserve.
Perubahan suku bunga atau kebijakan pemerintah AS dapat mempengaruhi nilai dolar, yang pada gilirannya mempengaruhi perdagangan internasional dan ekonomi negara-negara lain yang bergantung pada USD.
2. Ketergantungan pada Ekonomi AS
Mengingat dominasi USD dalam perdagangan internasional, banyak negara yang sangat bergantung pada kekuatan ekonomi AS.
Ketika ekonomi AS menghadapi resesi atau masalah keuangan, dampaknya dapat terasa di seluruh dunia.
Krisis keuangan yang terjadi di AS, seperti yang terlihat pada krisis finansial 2008, dapat menyebabkan ketidakstabilan global, karena banyak negara yang menggunakan USD dalam transaksi mereka.
3. Ketidakmerataan Pengaruh Global
Sebagai mata uang cadangan dunia, USD seringkali menciptakan ketimpangan dalam ekonomi global.
Negara-negara yang tidak memiliki akses mudah ke USD atau yang tidak memiliki cadangan dolar yang cukup dapat merasakan dampak negatif ketika dolar menguat.
Hal ini bisa menyebabkan kesulitan dalam pembayaran utang luar negeri yang denominasi dalam USD, terutama bagi negara-negara berkembang.
Baca Juga: KB Bukopin Gelontorkan USD 30 Juta ke Indomobil Finance Indonesia
4. Inflasi Domestik AS
Karena USD digunakan di seluruh dunia, pencetakan uang yang berlebihan oleh pemerintah AS atau Federal Reserve dapat menyebabkan inflasi global.
Inflasi yang tinggi di AS dapat mempengaruhi nilai tukar dolar dan daya beli internasional.
Di sisi lain, kebijakan moneter yang lebih ketat untuk menanggulangi inflasi dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik dan global.
Itulah penjelasan mengenai singkatan dari USD dan pentingnya di dunia keuangan. Semoga bermanfaat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







