Akurat

Sejarah Lengkap Perang Dunia Pertama dan Negara-negara yang Terlibat

Eko Krisyanto | 9 Januari 2026, 18:41 WIB
Sejarah Lengkap Perang Dunia Pertama dan Negara-negara yang Terlibat

AKURAT.CO Perang Dunia Pertama menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah modern. Konflik berskala global ini bukan hanya mengubah peta politik dunia, tetapi juga cara manusia memandang perang, teknologi, dan kekuasaan.

Perang yang berlangsung selama lebih dari empat tahun itu menelan jutaan korban jiwa dan meninggalkan luka mendalam yang dampaknya terasa hingga puluhan tahun setelahnya.

Perang Dunia Pertama meletus pada 28 Juli 1914 dan berakhir pada 11 November 1918. Meski pemicunya sering disebut sebagai pembunuhan seorang pangeran, akar persoalannya jauh lebih dalam dan telah lama tumbuh di jantung Eropa.

Baca Juga: Mengungkap Penyebab Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II

Ketegangan Lama di Benua Eropa

Jauh sebelum tembakan pertama dilepaskan, Eropa berada dalam situasi yang rapuh.

Negara-negara besar saling mencurigai satu sama lain, berlomba memperkuat militer, dan terikat dalam jaringan aliansi yang rumit.

Industrialisasi yang pesat pada akhir abad ke-19 mendorong negara-negara Eropa membangun kekuatan militer modern, termasuk senjata api, artileri berat, dan armada laut dalam skala besar.

Nasionalisme juga berkembang pesat, terutama di kawasan Balkan. Wilayah ini dihuni oleh berbagai kelompok etnis yang menginginkan kemerdekaan atau penyatuan berdasarkan identitas bangsa.

Kekaisaran Austria-Hongaria, yang menguasai wilayah multietnis, menghadapi tekanan dari gerakan nasionalis Slavia Selatan yang didukung Serbia.

Di saat yang sama, politik aliansi membuat situasi semakin tegang. Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia membentuk Triple Alliance, sementara Inggris, Prancis, dan Rusia tergabung dalam Triple Entente. Aliansi ini pada awalnya bertujuan menjaga keseimbangan kekuatan, tetapi justru menjadi faktor yang mempercepat meluasnya konflik.

Peristiwa di Sarajevo yang Mengubah Segalanya

Ketegangan yang telah lama terpendam akhirnya meledak pada musim panas 1914.

Pada 28 Juni 1914, Pangeran Franz Ferdinand, pewaris takhta Austria-Hongaria, bersama istrinya, tewas ditembak saat berkunjung ke Sarajevo, Bosnia. Pelaku penembakan adalah Gavrilo Princip, seorang nasionalis muda yang memiliki kaitan dengan kelompok radikal Serbia.

Peristiwa ini memicu krisis diplomatik yang dikenal sebagai Krisis Juli. Austria-Hongaria menuduh Serbia terlibat dalam pembunuhan tersebut dan mengajukan ultimatum keras.

Ketika Serbia tidak memenuhi seluruh tuntutan, Austria-Hongaria menyatakan perang pada 28 Juli 1914. Dari titik inilah konflik regional berubah menjadi perang dunia.

Perang Meluas dan Dunia Terbelah

Deklarasi perang Austria-Hongaria terhadap Serbia memicu reaksi berantai. Rusia bergerak mendukung Serbia.

Jerman, sekutu Austria-Hongaria, kemudian menyatakan perang terhadap Rusia dan Prancis.

Invasi Jerman ke Belgia mendorong Inggris ikut terlibat. Dalam waktu singkat, sebagian besar Eropa terseret ke medan perang.

Perang kemudian meluas ke berbagai belahan dunia, melibatkan koloni-koloni di Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Amerika Serikat yang awalnya bersikap netral akhirnya bergabung pada 1917 setelah serangkaian insiden, termasuk serangan kapal selam Jerman terhadap kapal dagang dan bocornya telegram diplomatik yang mengancam kepentingan AS.

Perang Parit dan Wajah Baru Kekerasan

Perang Dunia Pertama memperlihatkan bentuk peperangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di Front Barat, pertempuran didominasi oleh perang parit yang statis dan brutal.

Tentara dari kedua pihak hidup berbulan-bulan di parit berlumpur, menghadapi tembakan artileri, gas beracun, dan serangan mendadak.

Teknologi militer berkembang pesat selama perang. Senapan mesin, tank, kapal selam, dan pesawat tempur mulai digunakan secara luas. Namun, kemajuan teknologi ini tidak diimbangi dengan strategi yang efektif, sehingga korban jiwa terus berjatuhan dalam jumlah besar.

Akhir Perang dan Dunia yang Berubah

Pada 1918, keseimbangan perang mulai bergeser. Keterlibatan Amerika Serikat memberikan dorongan besar bagi pihak Sekutu.

Pasukan Jerman yang kelelahan dan kekurangan sumber daya akhirnya terdesak. Pada 11 November 1918, gencatan senjata ditandatangani, menandai berakhirnya Perang Dunia Pertama.

Perang ini meninggalkan kehancuran yang luar biasa. Jutaan tentara dan warga sipil tewas, kota-kota hancur, dan perekonomian Eropa porak-poranda.

Kekaisaran besar seperti Austria-Hongaria, Ottoman, Rusia, dan Jerman runtuh, digantikan oleh negara-negara baru dengan batas wilayah yang sering kali rapuh.

Baca Juga: Eks PM Jepang Tomiichi Murayama Wafat, Dikenang karena Permintaan Maaf atas Perang Dunia II

Dampak Jangka Panjang Perang Dunia Pertama

Perang Dunia Pertama tidak hanya mengakhiri sebuah era, tetapi juga membuka jalan bagi konflik berikutnya.

Perjanjian damai yang dianggap berat sebelah, terutama terhadap Jerman, menimbulkan rasa ketidakpuasan yang kemudian berkontribusi pada pecahnya Perang Dunia Kedua.

Di sisi lain, perang ini juga memicu perubahan sosial besar. Peran perempuan dalam dunia kerja meningkat, kesadaran akan pentingnya diplomasi internasional tumbuh, dan gagasan tentang perdamaian global mulai diperjuangkan melalui pembentukan organisasi internasional.

Lebih dari satu abad setelahnya, Perang Dunia Pertama tetap dikenang sebagai pengingat tentang betapa rapuhnya perdamaian dan betapa besar harga yang harus dibayar ketika konflik dibiarkan berkembang tanpa kendali.

Mutiara MY (Magang)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R