Akurat

Langkah Bijak Orang Tua Hadapi Menstruasi Pertama Anak Perempuan

Eko Krisyanto | 9 November 2025, 20:56 WIB
Langkah Bijak Orang Tua Hadapi Menstruasi Pertama Anak Perempuan

AKURAT.CO Menstruasi  pertama kerap menjadi momen membingungkan bagi anak perempuan terutama jika belum mendapat penjelasan dari orang tua. Meski topik ini masih dianggap tabu, orang tua perlu memberi penjelasan agar anak siap dan paham bahwa menstruasi adalah proses alami menuju kedewasaan.

Baca Juga: Mom, 4 Cara Bantu Anak Hadapi Menstruasi Pertama

Tanda-tanda Anak Mulai Mendekati Rasa Menstruasi 

1. Munculnya cairan keputihan 

Beberapa bulan sebelum haid pertama, biasanya keluar cairan putih dari vagina. Ini adalah tanda normal bahwa organ reproduksi mulai siap menjalankan fungsinya.

2. Timbul flek atau bercak darah 

Flek kecokelatan atau bercak darah ringan bisa muncul sekitar enam bulan sebelum menstruasi dimulai. Ini menjadi sinyal awal bahwa haid pertama akan segera datang.

3. Nyeri dan kram di perut 

Anak bisa merasakan nyeri perut di bawah, punggung, atau selangkangan. Sensasi kram ini umum terjadi menjelang menstruasi karena kontraksi otot rahim.

4. Perubahan pada payudara 

Payudara mulai tumbuh dan terasa lebih sensitif. Area puting juga membesar sebagai tanda perkembangan tunas payudara dan awal masa pubertas.

5. Tumbuhnya rambut di area baru 

Rambut halus mulai tumbuh di ketiak dan sekitar kemaluan. Ini termasuk tanda alami tubuh memasuki masa pubertas.

6. Perubahan kulit dan jerawat 

Perubahan hormon membuat kulit lebih berminyak dan mudah berjerawat. Kondisi ini normal dan bisa diatasi dengan menjaga kebersihan wajah.

7. Perubahan emosi dan kondisi tubuh 

Anak mungkin mengalami perubahan mood, rasa lelah, sakit kepala, atau gangguan tidur. Semua ini merupakan efek dari perubahan hormon.

8. Pertumbuhan fisik yang semakin jelas 

Pinggul mulai melebar, tinggi badan bertambah, dan tubuh, menunjukkan ciri khas perempuan remaja yang menandakan bahwa masa pubertas sedang berlangsung. 

Baca Juga: Mengapa Perempuan Jadi Lebih Sensitif Saat Menstruasi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Cara Menjelaskan Menstruasi dengan Bahasa yang Mudah Dipahami 

1. Jelaskan dengan bahasa sederhana dan jujur 

Menstruasi adalah proses alami ketika darah keluar dari vagina karena tubuh perempuan sedang berubah dan menyiapkan kemungkinan kehamilan di masa depan.

Contoh penjelasan yang mudah dipahami: “Setiap bulan, tubuh perempuan mengeluarkan sedikit darah dari vagina sebagai tanda tubuh sedang bersiap-siap untuk kehamilan."

2. Nada positif, tanpa menakut-nakuti 

Hindari kata-kata yang membuat menstruasi terdengar kotor atau menyeramkan. Tekankan bahwa ini tanda tubuh sehat dan normal, bukan sesuatu yang harus ditakuti.

3. Sesuaikan penjelasan dengan usia anak 

Untuk balita, cukup bilang mereka akan mendapatkan darah ketika sudah besar dan itu normal. Untuk anak yang lebih besar, jelaskan siklus haid, penggunaan pembalut, dan perubahan yang mungkin dirasakan secara lebih rinci.

4. Beri informasi secara bertahap 

Jangan tumpahkan semua informasi sekaligus. Mulai dari dasar, lalu tambah detail seiring waktu dan seiring anak makin matang memahami tubuhnya.

5. Ajak anak bertanya dan jawab sederhana 

Dorong anak untuk bertanya, jawab singkat dan jelas. Bila ditanya “kenapa?” jawaban yang pas “Itu bagian dari tubuhmu yang sedang berkembang jadi perempuan dewasa.”

6. Gunakan contoh pengalaman pribadi bila nyaman 

Ceritakan pengalaman sendiri dengan nada ringan bila merasa nyaman. Hal ini membantu anak merasa tenang dan tak canggung.

7. Jelaskan praktis soal kebersihan dan pembalut 

Terangkan cara pakai pembalut, kapan mengganti, dan pentingnya menjaga kebersihan. Beri contoh langkah sederhana agar anak siap saat haid pertama datang.

8. Libatkan anak laki-laki dalam edukasi 

Sampaikan bahwa  menstruasi hanya terjadi pada perempuan karena sistem reproduksi mereka. Ajarkan juga anak laki-laki agar mereka paham dan tidak takut atau mengolok-olok teman.

9. Tutup dengan reassurance positif 

Akhiri percakapan dengan menegaskan kembali bahwa menstruasi normal dan bahwa orang tua siap mendampingi kapan pun anak butuh bantuan atau ingin bertanya lagi.

Langkah Praktis Saat Anak Mengalami Menstruasi Pertama

1. Jelaskan dengan tenang dan jelas 

Sampaikan bahwa menstruasi adalah proses alami yang menandai tubuh perempuan mulai dewasa. Gunakan bahasa sederhana agar anak paham dan tidak merasa takut.

2. Siapkan perlengkapan menstruasi 

Berikat pembalut yang nyaman,  ajarkan cara memakainya dan membuangnya dengan benar. Siapkan pembalut cadangan, celana dalam ganti, dan kantong plastik untuk keadaan darurat di sekolah.

3. Bantu atasi nyeri dan ketidaknyamanan 

Jika anak merasa kram, berikan obat pereda nyeri seperti paracetamol bila perlu. Anjurkan untuk menghindari makanan atau minuman dingin yang bisa memperparah nyeri.

4. Dukung secara emosional 

Menstruasi pertama bisa bikin anak gugup atau malu. Tunjukkan empati, dengarkan perasaannya, dan yakinkan bahwa ini hal normal dan sehat.

5. Bimbing membuat jadwal menstruasi 

Ajarkan anak mencatat tanggal haid di kalender atau aplikasi agar lebih siap menghadapi siklus berikutnya.

6. Siapkan anak untuk situasi tak terduga 

Berikan tips menghadapi kebocoran atau insiden kecil di sekolah. Ajarkan cara cepat mengganti pembalut dan meminta bantuan jika dibutuhkan.

7. Pantau kesehatan menstruasi anak 

Perhatikan tanda-tanda tak normal seperti darah berlebih atau nyeri hebat. Jika keluhan berlanjut, segera konsultasikan ke dokter. 

Menstruasi menandakan bahwa tubuh anak erfungsi dengan baik dan sehat.

Orang tua diharapkan dapat menjadi pendamping yang sabar, terbuka, dan siap memberikan informasi yang benar.

Dengan dukungan yang positif, anak akan tumbuh lebih percaya diri dan memahami tubuhnya dengan penuh rasa bangga.

Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R